Ini review 72, 73 dan 74… Rabu, Kamis dan Jum’at 17-19 Mei 2006…
Borongan euy… hehehe…
Mungkin ada yang gak nonton… or sekedar mengingatkan kembali beberapa epi lalu… hehehe..
Aldo menceritakan masa lalu… saat eric meninggal… tara datang pada aldo… menceritakan semuanya… aldo adalah mantan kekasih tara… aldo gak menyangka kalo eric itu punya simpanan bahkan punya anak… aldo menambahkan kalo airin adalah anak dari thea… simpanan eric… levi terkejut mendengar semua cerita dari aldo…
Di rumah… thea menunjukan perhatian yang berlebih untuk airin… thea membelikan banyak baju baru untuk airin… airin hanya bisa tersenyum melihat tingkah SaSTHa… tak lama SaSTHa dan kat datang… SaSTHa tak sabar menunjukan kostum yang baru aja diambilnya… thea mengiyakan SaSTHa pada saat SaSTHa mengatakan akan segera mengenakan kostum itu… kemudian melanjutkan pembicaraan dengan airin…
SaSTHa telah berganti pakaian… ketika hendak menunjukan pada thea…SaSTHa termenung… thea sama sekali gak melihatnya… perhatian thea hanya terpaku pada airin… thea mengenakan airin selendang di lehernya… kat sadar kalo SaSTHa sedang cemburu… SaSTHa langsung masuk ke kamarnya sambil menangis…
Di kamar SaSTHa… berkali2 SaSTHa memanggil mama yang sampai sekarang belum pernah ditemuinya… SaSTHa berharap ada seseorang di dunia ini yang mau ia panggil dengan sebutan mama… SaSTHa mereka2 wajah mamanya yang hilang… SaSTHa bertanya2 alasan mamanya meninggalkan SaSTHa di panti asuhan…
Di kamar airin… airin menyampaikan kebingungannya pada kathrine… airin gak tega melihat SaSTHa terus2an sedih… di sisi lain… thea masih berusaha untuk lebih dekat dengan airin… kat mencoba gak menyalahkan thea… karena udah belasan tahun mencari airin… tapi airin sadar kesedihan SaSTHa… thea yang sebelumnya memperhatikan SaSTHa malah berbalik memperhatikan airin…
(padahal SaSTHa cantik banget dengan kostum merah itu… sayangnya kostum cantik itu harus diwarnai oleh air mata…)
SaSTHa mendatangi airin yang masih tertidur di kamarnya… SaSTHa membangunkan airin… mengajak untuk sarapan bersama kat di meja makan… karena belum lapar… airin menolak ajakan SaSTHa… antara sadar dan tidak… airin sempat mengatakan kalo ia ingin melanjutkan tidur untuk selamanya… jelas kata2 airin ini membuat SaSTHa terkejut… SaSTHa melarang airin berputus asa… SaSTHa gak tau harus sama siapa kalo airin pergi… airin pun berjanji untuk mengatakan hal itu lagi… kemudian SaSTHa keluar kamar untuk membuatkan roti untuk airin…
Di tempat lain… citra… nenek renatha sedang bersama 2 orang temannya… mereka sedang membahas penyakit citra yang semakin parah… citra mengeluhkan sesak napas yang sudah 2 bulan ia derita… salah seorang teman citra menyarankan untuk menghubungi aldo… menantu citra yang dipikirnya masih kaya raya… citra bisa meminta untuk berobat di luar negeri… citra menjelaskan kalo aldo sekarang udah bangkrut… karena itu teman2 citra memutuskan untuk membawa citra ke tempat berobat alternatif di daerah bogor…
Beralih ke sebuah toko… nampak thea sedang memilih2 gelang yang akan diberikannya pada airin… thea menemukan gelang yang ia inginkan… thea langsung memberikan pada airin… thea menjelaskan tiga hiasan yang ada di gelang tersebut… pertama hiasan bintang… mengingatkan thea saat2 melahirkan airin di rumah sakit… saat itu thea sendirian…thea menyadari airin adalah bintang yang bersinar… hiasan kedua adalah bulan… melambangkan kegelapan dan kepekatan dalam kehidupan thea… saat thea terpaksa meninggalkan airin… dan hiasan terakhir melambangkan bunga… melambangkan keindahan… betapa indahnya kembali dapat memeluk airin… thea lantas memeluk airin yang menangis setelah mendengar penjelasan dari thea… rupanya… SaSTHa dari tadi ikut mendengar semua ucapan thea… SaSTHa menangis… dalam hati… SaSTHa merasa ikut bahagia… SaSTHa berharap untuk punya ibu sebaik thea…
Sementara di tempat lain… tara nampak sedang berjalan ke pasar… saat melintas di sebuah jalan kecil… tara nyaris terserempet oleh sebuah mobil mewah yang kebetulan melintas… citra ada di dalam mobil itu… karena merasa melihat tara… citra lantas turun dan memaki2 tara… citra masih menganggap kalo tara adalah perusak rumah tangga anaknya… tara kebingungan menghadapi citra yang sama sekali gak memberikan kesempatan pada tara untuk bicara… tara pergi ketika citra menyuruhnya… citra kumat dengan penyakitnya… teman citra lantas meminta bantuan pada supirnya untuk menolong citra…
(SaSTHa nangis lagi… hati SaSTHa itu rupawan… seperti wajahnya… aku suka SaSTHa… hehehe…)
SaSTHa mendatangi rumah jonah… cukup lama SaSTHa mengetuk pintu… tapi jonah sama sekali gak memberikan respon… padahal jonah ada di kamar… dan ia mendengar suara SaSTHa yang tak henti2nya memanggil… SaSTHa gak kehilangan akal… SaSTHa masuk ke rumah jonah melalui jendela yang gak terkunci… dan setelah mencari2… SaSTHa menemukan jonah sedang termenung di atas ranjangnya… SaSTHa lantas duduk di sebelah jonah… SaSTHa membawakan roti dan susu untuk sarapan jonah… tapi jonah masih gak berkata2… jonah hanya menangis…
SaSTHa berusaha memberi semangat pada jonah… SaSTHa bilang… jonah biasanya selalu bisa membangkitkan semangat orang lain… SaSTHa gak menyangka kalo jonah bisa jadi seperti sekarang… SaSTHa mengatakan kalo banyak orang yang lebih sakit daripada jonah… SaSTHa menyebutkan dirinya sebagai contoh… SaSTHa kembali dengan sarapan yang dibawanya… SaSTHa mengatakan kalo airin gak mau makan roti buatannya… berharap jonah tidak membuat SaSTHa merasa sakit hati lagi… mendengar itu jonah mengambil roti yang disodorkan SaSTHa… SaSTHa meminta jonah untuk menemui airin… SaSTHa sangat mengkhawatirkan keadaan airin… SaSTHa merasa kalo hanya jonah yang bisa memberi semangat pada airin… jonah menjawab… jonah gak yakin apa bisa menganggap airin sebagai adiknya… karena jonah sangat mecintai airin… ucapan jonah jelas membuat SaSTHa tak kuat menahan air matanya…
Airin mengajak thea ke sebuah kafe… thea menyambutnya dengan gembira… thea bertanya hal apa yang ingin airin bicarakan… thea ingin hubungan mereka berdua lebih dekat… airin berterima kasih pada thea… airin lantas meminta thea untuk gak menemuinya sementara… thea keberatan dengan permintaan airin… thea mengatakan kalo dirinya sudah mencari airin belasan tahun… thea ingin melihat airin setiap detik… untuk menebus dosa2nya… airin lalu menceritakan kalo setiap malam SaSTHa selalu bercerita tentang thea… berharap thea adalah mamanya… tapi sekarang thea hanya memperhatikan airin… airin sadar benar kalo SaSTHa itu sebenernya sangat bersedih… airin gak bisa melihat SaSTHa sedih… thea minta maap… thea berjanji akan menyayangi SaSTHa juga… thea kagum atas kemuliaan hati airin…
Di rumah… levi meminta maap pada airin… karena dirinya lega airin batal menikah dengan jonah… levi gak peduli walau airin menolaknya… levi gak akan melepaskan airin… melakukan kesalahan yang sama… levi berjanji akan berjuang sekuat tenaga…
(SaSTHa hebat… aku suka deh pas liat doi ngobrol ama jonah di kamar jonah… gimana gitu… ‘dalem’ euy…)
Jonah menemui pengacaranya… jonah membaca sebuah surat yang menerangkan 2 anak eric… yaitu dirinya dan airin… pengacara tersebut gembira dengan diketemukannya airin… airin dan jonah mempunyai hubungan darah yang gak bisa dipisahkan…
Airin sedang ada di galeri seni… nampak seseorang memberitahu airin kalo ada seorang laki2 sedang menunggunya di luar… airin langsung berpikir kalo itu jonah… airin berlari dengan segera menemui laki2 yang dimaksud… airin terkejut… karena levi yang datang menemuinya… levi tersenyum… mengajak airin ke suatu taman…
Di taman…levi bertanya soal cincin jadi yang tak tampak di jari airin… levi bilang kalo udah dengar semuanya dari renatha… levi gak mau kehilangan airin… levi mengambil sebuah bunga… dan membuatnya seperti cincin… kemudian disematkanlah bunga itu di jari manis airin… sebagai pertanda airin akan menerima cinta levi lagi… airin masih ‘diam membisu’… sampai akhirnya airin menarik tangannya setelah levi mengatakan cinta pada airin… airin menjelaskan… walau tidak menikah dengan jonah… airin gak bisa bersatu dengan levi… airin menganggapnya sebuah kenangan masa lalu… levi bertekad untuk mempertahankan kisah cinta itu… airin lantas pergi…levi sempat menahan langkah airin… levi bilang kalo dirinya akan terus berusaha untuk merebut airin… levi merasa cintanya pantas untuk diperjuangkan… airin pergi…
(gak da SaSTHa…)
Levi menceritakan semua pada rena… levi bingung apa alasan airin selalu menghindar setelah jonah tidak menjadi halangan cinta mereka lagi… levi masih bingung… tiba2 aldo keluar… mengingatkan levi dan rena agar bersiap2 untuk pindah rumah… levi bilang kalo mereka berdua udah siap…
Keesokan harinya… citra bermaksud untuk mengunjungi rumah levi yang baru… citra sempat ragu dengan rumah itu… tiba2 rena keluar pagar rumah… bermaksud untuk membuang sampah… rena melihat citra… citra lalu menceritakan kalo ia baru bertemu dengan tara… rena tersenyum heran… rena bilang kalo tara udah tiada… citra berskeras menjelaskan kalo tara ada di bogor… citra minta rena percaya padanya… rena berjalan lesu masuk ke dalam rumah… rena menceritakan hal yang dikatakan citra… rena menganggap kalo pikiran citra udah mulai terganggu… rena bilang kalo citra bertemu dengan tara… jelas ini membuat aldo terkejut… aldo bertanya dimana citra bertemu dengan tara… setelah mendengar penjelasan dari rena… aldo bergegas pergi…
Airin mendatangi rumah jonah… tapi airin merasa kalo jonah gak ada di rumah… airin kuatir dengan keadaan jonah… airin memutuskan untuk mencari jonah… dalam pencariannya… airin melihat kemesraan sepasang kakak-beradik… airin terus mencari jonah… sampai akhirnya airin menyerah dan pulang… dan ketika masuk ke dalam rumah… airin bersandar di pintu depan… masih bertanya2 keberadaan jonah… tiba2 jonah masuk dari pintu rumah yang masih terbuka… airin terkejut… jonah memeluk airin… jonah hanya ingin memeluk airin sebentar… sambil menangis…
(gak ada SaSTHa lagi…)
Jonah ngobrol dengan airin di sebuah kafe… jonah menceritakan masa lalunya… yang ingin sekali mempunyai seorang adik… jonah pernah berharap untuk mendapatkan saudara ketika tara menikah dengan aldo… tapi apa yang jonah dapatkan… levi dan renatha malah membencinya… jonah bingung harus sedih atau senang… ketika tau airin adalah adiknya… jonah bilang kalo ia mencintai airin lebih dari apapun… jonah kecewa karena semua itu berubah hanya karena hubungan darah…
Airin lalu bercerita soal impiannya untuk mempunyai seorang kakak… airin merasa jonah mempunyai semua hal yang didambakan oleh airin… miliki jonah adalah hal yang terindah bagi airin… airin berharap hubungan dengan jonah akan semakin baik… hubungan darah yang gak bisa dipisahkan oleh apapun… airin merasa beruntung mempunyai kakak seperti jonah… tapi jonah masih ragu apa ia bisa menganggap airin sebagai adiknya… tapi jonah berjanji untuk selalu menjaga dan membahagiakan airin… jonah membelai rambut airin… sambil menyebut airin adalah adiknya… airin bersandar di pelukan jonah sambil menangis…
Aldo mulai mencari tara di desa yang citra maksud… aldo menunjukan poto tara pada beberapa orang yang ia temui… berharap ada orang yang pernah meliat tara… aldo putus asa karena gak seoarangpun di desa itu tau keberadaan tara… saat berjalan dengan penuh keputus-asaan… aldo bertemu risdo… risdo menawarkan bantuan… aldo hanya bilang kalo ia mencari seseorang yang gak mungkin ia temukan… saat aldo melangkah pergi meninggalkan risdo… tara keluar membawa minuman untuk aldo… tapi sayangnya… aldo sudah pergi meninggalkan mereka berdua… tara bertanya soal aldo yang baru pergi… tapi jawaban risdo sama sekali gak membuat tara teringat akan aldo… tapi tara bertanya2 dalam hari… sepertinya ia mengenali aldo…
Jonah mengantar airin pulang… airin bertanya apa ia harus mamanggil jonah dengan sebutan kakak… jonah bilang semua itu terserah airin… SaSTHa sempat terkejut melihat kedekatan antara airin dan jonah…
Jonah berjalan dengan SaSTHa… SaSTHa bilang kalo ia gembira melihat hubungan jonah dan airin makin membaik… jonah sadar kalo dari dulu dirinya gak bisa menggantikan posisi airin di hati airin… jonah bilang dirinya masih punya harapan untuk membahagiakan airin… SaSTHa sedih mendengar ucapan jonah… SaSTHa merasa kalo mereka berdua senasib… SaSTHa yang selalu menjadi orang nomer 2 di hati jonah…
Di rumah… rena dan levi kuatir menunggu kepulangan aldo… tak lama aldo pulang dengan lesu… aldo menjelaskan kalo ia gak berhasil menemukan tara… aldo langsung masuk ke kamar… levi mendapat penjelas dari renatha… levi sadar benar kalo aldo sangat mencintai tara… aldo terus mengejar tara… dalam hati… levi bertekad juga akan terus mengejar airin…
Ferdi muncul… ferdi berada di areal parkir nada record… ferdi merencanakan sesuatu… ferdi mengempeskan ban depan sebelah kanan mobil yang akan membawa SaSTHa ke suatu acara… otak ferdi dipenuhi rencana yang membuatnya tak henti2nya tersenyum… tak lama SaSTHa dan kat berjalan menuju mobil untuk ke acara promosi… ferdi sempat menyapa SaSTHa dan kat… SaSTHa rupanya masih mengingat ferdi… SaSTHa memperkenalkan ferdi pada kathrine… setelah itu SaSTHa dan kat berpamitan pada ferdi… betapa kecewanya mereka berdua setelah mendapati ban mobil yang akan dipakai kempes… SaSTHa menjadi panik… acara sudah akan dimulai 15 menit lagi… rencana ferdi berhasil… ketika SaSTHa memutuskan untuk naik taksi… ferdi menawarkan diri sebagai pahlawan… kat akhirnya setuju kalo kat pergi bersama ferdi… di dalam mobil… SaSTHa berterima kasih atas kebaikan ferdi… ferdi tersenyum… tak sengaja ia menyebutkan SaSTHa itu adalah miliknya… jelas saja SaSTHa terkejut…
(wuih… SaSTHa kaget… aku juga… berani2nya ferdi ngomong gitu… gak takut ama aku ya??? hehehe)
Meliha SaSTHa terkejut… ferdi lantas memperbaiki ucapannya… SaSTHa menjadi heran dengan tingkah laku ferdi yang rada mencurigakan…
Sebuah pembicaraan per telpon… jonah dan airin… jonah mengingatkan airin untuk ke dokter… jonah minta maap karena gak bisa menemani airin… airin bilang kalo itu bukan masalah… airin keliatan begitu canggung… sama halnya dengan jonah… mereka akhirnya mengakhiri pembicaraan tersebut…
Ketika airin keluar dari rumah… levi nampak tersenyum dari kejauhan… levi mengintai setiap gerak gerik airin… mengikuti airin dari belakang… tanpa disadari airin… levi terus menjaga jarak… terus mengikuti airin… dengan sangat hati2…
SaSTHa selesai dengan acaranya… tampak ferdi masih setia menunggu SaSTHa… SaSTHa heran melihat kehadiran ferdi… apalagi ferdi mengatakan kalo dirinya akan mengikuti SaSTHa… layaknya seorang putri… ferdi tak henti2nya menebarkan senyum pada SaSTHa… membuat SaSTHa makin kebingungan…
Akhirnya airin sampai ke rumah sakit… levi masih setia mengikuti airin… airin diperiksa oleh feri di salah satu ruangan… levi mendengar percakapan feri-airin… sambil mengintip dari pintu yang masih terbuka… feri membahas soal tumor di kepala airin yang semakin parah… levi sadar kalo selama ini ia tidak mengetahui soal penyakit parah airin ini… tak sadar levi meneteskan air mata… levi berjalan sambil memikirkan semuanya… hampir terserempet sebuah mobil…
SaSTHa sedang mengikuti aerobik… ferdi masuk ke ruangan tersebut… sambil memanggil2 SaSTHa… instruktur langsung menghentikan latihan… dan menyuruh SaSTHa untuk menemui ferdi… betapa kesalnya SaSTHa melihat ferdi yang selalu membuntutinya… ferdi juga diberi peringatan oleh instruktur itu untuk gak masuk ke ruangan itu kali lain… melihat SaSTHa keluar… ferdi lantas mengejarnya…
Levi menemui kathrine… levi yakin kalo kat tau apa yang terjadi pada airin… levi minta kat cerita padanya… kat meminta levi untuk tidak memaksanya untuk bercerita… levi menjelaskan pada kat kalo levi akan mencintai airin selamanya… levi memohon pada kat untuk memperbaiki hubungannya dengan airin… kat setuju… tapi ia gak mau mengatakan secara langsung pada levi… kat meminta levi untuk menunggu…
Sementara SaSTHa dengan buru2 menuruni tangga… ferdi masih saja mengikutinya… SaSTHa meminta ferdi untuk berhenti mengikutinya juga ke tempat aerobik itu… ferdi minta maap karena gak bisa menahan rasa rindunya pada SaSTHa… ferdi bener2 merasa bersalah… melihat ferdi yang begitu menyesal… SaSTHa jadi merasa kasian… SaSTHa mencoba tersenyum… ferdi menganggap senyuman itu menandakan SaSTHa udah gak marah lagi…
Kat kembali ke tempat levi menunggu… kat menyerahkan recorder pada levi… kat merasa kalo dirinya gak mengingkari janjinya pada airin… levi setuju dengan kata2 kat… setelah itu levi pergi…
(waduh… SaSTHa aerobik lucu… tapi kok kaku yah… tapi yang paling seru liat tampang bete SaSTHa dengan tingkah ferdi yang rada2… cute banget euy…)
SaSTHa meminta ferdi untuk pulang… karena SaSTHa masih harus menyelesaikan tugasnya hari itu… SaSTHa sempat menolak saat ferdi menawarkan diri untuk mengantarkan… dengan alasan pribadi… yang jelas SaSTHa gak suka terus dibuntuti ferdi… ferdi mencoba merayu SaSTHa… tapi SaSTHa tetap ngotot… akhirnya SaSTHa luluh juga… saat melihat ferdi menyulap dirinya menjadi seorang supir taksi… SaSTHa tersenyum… dalam hati… SaSTHa merasa bersalah udah berlaku kasar pada ferdi… betapa senengnya ferdi… SaSTHa mau ikut mobilnya…
Levi berjalan sambil mendengarkan recorder pemberian kat… dalam rekaman itu… kat berbicara pada angin… tentang airin… tentang penyakit airin… tentang semua penderitaan airin… levi jadi tau semuanya tentang airin lewat recorder itu…
Beralih ke suatu tempat… mobil ferdi berhasil mengantarkan SaSTHa ke tempat berikutnya… tak lupa SaSTHa berterimakasih pada ferdi… SaSTHa menyuruh ferdi untuk pulang… karena akan sampai malam di tempat tersebut… ferdi tersenyum setuju… dalam hati… ferdi gembira karena berhasil lebih dekat dengan SaSTHa… ferdi rela melakukan apa aja buat SaSTHa…
Sampai akhirnya malam tiba… ferdi masih setia menunggu SaSTHa di tempat yang sama… SaSTHa terkejut dengan itu… SaSTHa sempat mengancam untuk pulang naik taksi… tapi kegigihan ferdi lagi2 meluluhkan hati SaSTHa…
Levi selesai mendengar recorder dari kat… levi duduk sambil memikirkan semuanya… levi menyesal karena baru tau tentang masalah yang menimpa airin… levi merasa dirinya kurang perhatian pada airin… levi menyadari wajah airin yang semakin pucat… sinar mata airin yang semakin redup… levi merasa bersalah karena telah salah mengerti soal airin… levi berjanji untuk tidak akan meninggalkan airin… levi ingin airin menjadi miliknya…
(wahhh… senengnya… SaSTHa sering muncul… scene2 SaSTHa bersama ferdi cukup menghiburku… melihat SaSTHa yang kadang kesal… trus senyum2… wahhh… imutnya…)
Ke sebuah pasar tradisional… tara sedang mencari2 sayur bayam… beralih dari 1 penjual ke penjual lainnya… dalam waktu yang relatif dekat… nampak aldo baru tiba di pasar tersebut… aldo bertanya pada beberapa orang di sana… sambil menunjukan poto tara di tangannya… seorang ibu penjual menunjukan aldo ke arah tempat tara mencari bayam… aldo segera ke sana… celakanya tara baru saja pergi ketika aldo datang… lagi2 aldo kehilangan jejak… tara hampir saja tersenggol oleh mobil yang membawa aldo ke pasar itu… setelah terdiam untuk beberapa saat… tara langsung pergi… pengemudi mobil sempat melihat wajah tara ketika ia meminta maap… dan tak lama setelah kejadian itu… aldo datang… poto yang dibawa aldo sempat terlihat oleh orang yang membawa aldo… karena berpikir kalo yang baru aja ia temui itu hanyalah orang di desa setempat… ia enggan menceritakan hal itu pada aldo…
Di taman biasa… rena melukis seoran wanita… pelan2 andre datang menemuinya… dalam hati… andre meminta maap pada rena atas semua perbuatan yang pernah dilakukannya pada rena… andre berada di sebelah rena tepat setelah rena menerima uang dari wanita yang dilukisnya… andre menawarkan diri untuk membantu rena mengemasi peralatan lukisnya… rena masih marah… rena menolak bantuan yang diberikan andre… andre langsuing memohon maap pada rena… mengajak rena untuk kembali berteman… rena malah mengatakan kalo hari itu adalah hari terakhir buat mereka untuk bicara… rena udah gak peduli sama andre… rena meninggalkan andre yang hanya bisa menerima semua ucapan renatha…
(gak ada SaSTHa… gak seru…)
Teman2 andre memandangi wajah sahabatnya itu yang sedang kusut… mereka tertawa melihat andre yang keliatan sangat bimbang… langsung meninggalkan andre sendirian… andre masih duduk tanpa berkata2 sedikitpun… dalam hati… andre sadar betul betapa besar kesalahannya pada rena… andre berharap untuk memulai semuanya dengan rena… bahkan andre berharap untuk jadi kekasih renatha…
Di sebuah salon… airin baru aja selesai di-creambath… airin hanya tersenyum melihat tingkah pelayan salon yang ‘tak biasa’… sementara jonah yang sedang membaca majalah gak bisa menahan senyumnya ketika si pelayan salon membicarakan soal dirinya dengan airin… bahkan pelayan itu sempat menggoda jonah yang jelas memancing tawa dari airin… yang disambut hal serupa dari jonah…
Airin dan jonah berjalan pulang dari salon… jonah senang melihat airin yang terlihat lebih segar setelah perawatan di salon… secara tak sadar… jonah langsung menggandeng tangan airin… jonah tersentak sadar… jonah meminta maap pada airin… karena jonah masih menganggap airin adalah kekasihnya… airin mengerti perasaan jonah… semua terjadi begitu cepat… semua butuh waktu… airin merasa kalo gak ada yang aneh jika adik-kakak bergandengan tangan… jonah bener2 gak bisa menerima semua kenyataan yang ada… airin mencoba mengingatkan jonah pada SaSTHa… jonah gak menjawab… hanya meraih kembali tangan airin sambil melanjutkan langkahnya…
(SaSTHa gak ada lagi euy…)
Airin dan jonah tiba di rumah… kat menyambutnya… kat gembira menerima martabak sebagai oleh2 dari mereka berdua… jonah pamit pulang… airin dan kat duduk di ruang tamu… sambil mencoba mencicipi martabak yang ada… kat mencoba bertanya tentang kedekatan airin dan jonah… tapi kat bener2 sulit untuk merangkai pertanyaan tersebut… untung saja airin mengerti… airin menjelaskan kalo jonah sedang berusaha untuk menyayangi airin sebagai adiknya… kat tersenyum ketika airin mengemukakan maksud jonah untuk memperbaiki hubungannya dengan SaSTHa…
Sementara di rumah… jonah berbaring di sebuah sofa… sambil memikirkan hubungannya dengan airin… jonah merasa kalo selama ini cintanya gak punya tempat untuk berteduh… jonah masih belum bisa menerima airin sebagai adiknya… jonah berharap SaSTHa lah yang jadi adik untuknya… jonah bingung bagaimana mencintai airin sebagai adiknya…
Keesokan pagi… airin mendapat telpon dari thea… thea mengajak airin untuk keluar pada sore hari… airin minta SaSTHa untuk ikut… tapi thea hanya ingin pergi berdua dengan airin dengan alasan yang biasa diucapkannya… airin setuju… thea mengakhiri pembicaraan…
Setelah menutup telpon… jonah datang pada thea… jonah menyampaikan maksudnya untuk kembali menangani SaSTHa… jonah bilang itu adalah janinya pada airin… untuk membuat SaSTHa sukses… thea minta maap karena kesalahan yang pernah diperbuatnya… thea setuju jika jonah kembali mengurus SaSTHa… jonah tersenyum gembira…
Airin dan thea sedang makan bersama… thea mengemukakan rencana untuk keliling eropa minggu depan… airin ingin menolak… tapi airin tidak bicara langsung… airin langsung mohon diri… meninggalkan thea yang heran melihat sikap airin tersebut…
Dalam perjalanan pulang… airin menyesali tindakannya pada thea… sebenernya airin hanya gak ingin melihat SaSTHa bersedih dengan kedekatan mereka berdua… karena tidak melihat arah jalannya… tak sengaja… airin menabrak seseorang yang berjalan di depannya… airin minta maap… dan langsung terkejut setelah menyadari kalo orang itu adalah levi… levi menawarkan diri untuk mengantar pulang… airin bingung bagaimana bisa levi tau keberadaannya… airin marah karena merasa dimata2i levi… airin bilang kalo ia bisa pulang sendiri… levi berusaha menahan airin… levi mengungkapkan perasaan cintanya pada airin… airin gak peduli… airin tetap pergi…
Tak lama setelah airin menjauh dari levi… ada sebuah sepeda motor yang meyenggol levi hingga terjatuh… levi berteriak kesakitan sebelum akhirnya tak berdaya… airin panik dan langsung berlari ke arah levi… airin menangis… meminta levi untuk bangun dan tidak meninggalkannya…
(SaSTHa belum ada juga… padahal ini udah epi baru lagi…)
Airin masih berusaha untuk menyadarkan levi… tapi levi masih belum memberikan respon apa2… airin bilang kalo ia mencintai levi… spontan levi menjawab kalo dirinya juga mencintai airin dan gak akan meninggalkan airin… levi lalu tertawa… airin marah2 karena merasa dibohongi… levi gembira telah mengetahui perasaan airin terhadapnya… airin gak bisa menahan senyumnya ketika melihat levi tertawa… akhirnya mereka berdua berpelukan…
Jonah mengajak SaSTHa ketemuan… jonah memberitahu SaSTHa… thea setuju kalo jonah dan SaSTHa kembali bekerja dalam 1 tim… SaSTHa tersenyum manis mendengarnya… jonah menceritakan kalo membimbing SaSTHa itu membuat dirinya punya tujuan hidup yang lebih jelas… lalu jonah bertanya… apa SaSTHa mau bekerja sama lagi… SaSTHa setuju…
Kembalinya kerja sama SaSTHa-jonah memancing wartawan untuk melakukan interview… thea mengemukakan harapan yang besar untuk kerjasama SaSTHa dan jonah… wartawan punya pertanyaan menarik yang ditujukan jonah… apa jonah menjalin hubungan dengan SaSTHa setelah gagal menikah… pertanyaan tersebut disambut oleh senyum dari SaSTHa dan jonah… jonah menegaskan kalo sekarang ia mempunyai hubungan yang dekat dengan SaSTHa… SaSTHa gak bisa menyembunyikan senyumnya saat jonah menjawab seperti itu… kemudian mereka meninggalkan para wartawan…
SaSTHa dan jonah masuk ke ruangan thea… thea meminta maap pada SaSTHa karena dulu pernah berusaha memisahkan SaSTHa dengan jonah… tapi thea berharap kolaborasi mereka berdua akan menghasilkan album yang sukses… thea mengambil sebuah bungkusan dan menyerahkan pada SaSTHa… SaSTHa salah menyangka… SaSTHa kira bungkusan itu untuknya… tapi thea menjelaskan kalo ia ingin menitipkan itu pada SaSTHa untuk diberikan pada airin… dalam hati… SaSTHa merasa bodoh… karena menganggap thea masih memberikan perhatian padanya… SaSTHa gak akan berharap banyak lagi dari thea…
Sementara di rumah… ferdi merasa kesal dengan berita kedekatan SaSTHa dengan jonah… ferdi berjanji… gak akan membiarkan hubungan SaSTHa dengan jonah terus berlanjut… berkali2 ia mengatakan hal tersebut… lalu ferdi meremas surat kabar yang memuat berita itu…
Rena berjalan dengan terburu2… rupanya andre sedang mengikutinya… andre menahan rena… rena malah marah pada andre… andre mengungkapkan penyesalan atas segala perlakuannya pada rena… andre meminta maap sambil memberikan mawar pada rena… rena tidak lantas menerima mawar tersebut… rena mengambil mawar itu kemudian dilemparkannya ke arah andre… lalu rena meminta andre untuk tidak mengganggunya lagi… rena pergi…
(SaSTHa kayaknya GR banget pas jonah jawab pertanyaan wartawan… tapi sayang langsung sedih menyadari perhatian thea pada airin…)
Thea sedang mengobrol dengan airin… SaSTHa melihatnya… thea mengajak airin untuk tinggal serumah dengannya… airin langsung teringat dengan kata2 SaSTHa tentang hal tersebut… airin mencoba menolak dengan halus… SaSTHa menjadi alasan airin untuk gak mau menuruti thea… sepertinya thea cukup kesal karena airin selalu menjadikan SaSTHa sebagai alasan… thea malah bilang kalo airinlah putri thea bukan SaSTHa…… SaSTHa terkejut begitu mendengar perkataan thea… kat sempat memanggil SaSTHa… membuat thea dan airin sadar akan kehadiran SaSTHa… SaSTHa kemudian pergi dengan wajah kecewa… semua orang bingung… dalam hati… airin meminta maap… dan berjanji untuk tidak akan pernah mengorbankan kebahagiaan SaSTHa…
SaSTHa berjalan meratapi nasibnya… yang selalu menjadi orang nomer 2 di hati setiap orang… SaSTHa merasa selalu di bawah bayang2 orang lain…
Esok hari… jonah datang menjemput airin… jonah gak sengaja merangkul airin… sampai akhirnya jonah sadar dan meminta maap pada airin… airin tersenyum mengerti… airin bilang kalo gak masalah sepasang kakak-adik berangkulan… dalam hati… jonah merasa kalo dirinya sangat membenci kata2 kakak-adik…
Mereka berdua sampai ke makam eric… airin minta jonah menceritakan tentang eric… selama ini airin hanya bisa membayangkan dan berkhayal tentang eric… jonah bilang eric adalah orang yang bijaksana… seorang yang pandai bermain musik… airin menyadari kalo bakat eric itu menurun pada jonah… jonah merasa bahagia bisa membagi kenangan tentang eric dengan airin…
Sementara di tempat lain… andre tampak sedang melamun… teman2 andre lantas bisa menebak kalo andre sedang memikirkan renatha… mereka merasa aneh dengan sikap andre yang dulu sangat membenci renatha… tapi sekarang malah terbalik… teman2 andre memberikan semangat pada andre untuk memperjuangkan cintanya… teman2 andre siap membantu…
Rencana mulai dijalankan… salah seorang teman andre datang ke rumah rena… memberitakan kalo andre mangalami kecelakaan… jelas saja berita itu membuat rena terkejut… rena bergegas untuk ikut menjenguk andre…
Rena bingung ketika teman andre itu membawanya ke sebuah tempat yang berhiaskan cahaya lampu membentuk sebuah ungkapan ‘i love u’… tanpa memberikan penjelasan… teman andre itu langsung meminta rena untuk menunggu sebentar… tak lama kemudian andre muncul dari belakang renatha… andre menjelaskan kalo dirinya terpaksa membohongi rena… dengan alasan agar rena mau diajak bicara… andre menunjukan semua hiasan yang dibuatnya sebagai ungakapan maaf pada rena… andre lantas meminta rena untuk menjadi pacar rena… bukan jawaban yang didapat andre… rena malah menampar pipi andre…
(untuk sekian kalinya SaSTHa merasa dinomer-duakan… sedih banget liat SaSTHa yang gak henti2nya menangis…)
Rena marah pada andre… rena merasa andre selalu mempermainkan perasaannya… rena mendorong andre dan langsung pergi…
Di sebuah meeting NER… danny menjelaskan tentang keuntungan yang didapat dari penjualan album andre… di depan levi… dion dan dian… kenaikan penjualan sebesar 80% adalah faktor membuat keuntungan… bukannya menyimak… levi malah mengenang peristiwa malam kemarin dengan airin… danny mencoba menyadarkan levi… danny menjelaskan kembali ucapannya… tak lama… ada seorang kurir menyampaikan pesanan bunga levi… dion langsung menggoda levi… dian hanya diam saja sambil bertanya2 dalam hati…
Levi berjalan sambil memegang bunga… dian mengikuti levi dari belakang… dalam hati… dian bertanya2 kemana levi akan pergi…
Di area parkir nada record… ferdi menemui SaSTHa… muka SaSTHa berubah jadi gak karuan setelah melihat ferdi… ferdi bertanya apa SaSTHa akan kembali bekerja sama dengan jonah… SaSTHa menjawab iya dengan judes… ferdi berusaha mencegah niat SaSTHa tersebut… mengatas-namakan dirinya sebagai fans SaSTHa… SaSTHa langsung marah… SaSTHa membela jonah… tak lama kemudian jonah datang… tanpa memperkenalkan ferdi pada jonah… SaSTHa pamit untuk pergi dengan jonah… wajah SaSTHa terlihat begitu ceria ketika bersama jonah…ferdi pergi dengan muka penuh kebencian… SaSTHa bilang kalo ferdi itu orang gi-la ketika jonah bertanya…
Di rumah… ferdi memandangi poto SaSTHa bersama jonah… ferdi berniat untuk mencegah SaSTHa untuk kembali bersama jonah… ferdi lantas merobek2 poto tersebut… sambil mengatakan kalo SaSTHa itu hanya miliknya…
(wuihhh… SaSTHa semangat banget bikin orang cemburu… asal kamu tau yah SaSTHa… yang cemburu ngeliat kamu deket ama jonah itu bukan hanya ferdi… tapi aku juga… hehehe…)
Airin sedang berjalan sendirian… levi berlari mengejar sambil menunjukan bunga yang dibawanya pada airin… airin germbira menerima bunga itu… levi lantas mengajak airin untuk pergi makan bersama… dian yang melihat kejadian itu semua lantas bersedih… dian sadar kalo hubungan airin dan levi telah membaik…
Airin dan levi bermain bersama… main sepeda berdua… dalam hati… airin ingin terus merasakan kebahagiaan seperti itu… lain halnya dalam hati levi… levi bilang kalo airin gak boleh mati… levi gak bisa hidup tanpa airin…
Setelah seharian bermain… levi dan airin makan di sebuah restoran… airin bertanya apa yang membuat levi berubah… levi bilang kalo dirinya gak ingin berpisah dengan airin… airin menunduk sambil berkata kalo semuanya sudah terlambat… tapi levi punya pendapat berbeda… levi menarik semua ucapannya dulu… levi gak mau pisah dengan airin… levi bilang kalo pada akhirnya mereka berdua akan bersama… karena levi dan airin saling cinta… levi tersenyum… airin sempat makan suapan dari levi… levi tak henti2nya tersenyum akan kebersamaannya dengan airin… mereka berdua sempat berpoto sebanyak 2 kali… 1 diambil levi… yang lainnya diambil airin…
(scene singkat… tentang cinta airin dan levi yang membaik… dan SaSTHa gak ada…)
Levi mengantarkan airin pulang… levi gembira karena bisa mengantar airin pulang… menemani airin berjalan… levi bilang kalo ingin selalu menghabiskan waktu bersama airin… airin mencoba menghindar… sambil mencegah levi berharap berlebihan… airin merasa kalo dirinya akan mengecewakan levi… tapi airin tidak menjelaskan semuanya ketika levi balik bertanya… levi langsung teringat akan recorder yang diberikan kathrine… levi sebenernya tau apa alasan airin… tapi levi kecewa karena airin gak mau membagi kesedihan dengannya…
Akhirnya mereka berdua sampai di rumah… airin berterima kasih atas semua kebaikan levi… sebelum masuk ke dalam… airin mengucapkan selamat tinggal… tapi levi membalas dengan ucapan sampai ketemu lagi… levi mengatakan kalo dirinya akan selalu datang pada airin… levi berjanji untuk mengantar airin kemanapun airin pergi… airin menangis dan langsung masuk ke dalam rumah…
Di dalam kamarnya… airin kembali memandangi potonya bersama levi sewaktu di restoran… airin merasa kalo pertemuannya dengan levi itu bagaikan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan… airin sebenarnya udah berusaha keras untuk melupakan levi… tapi levi datang lagi dengan membawa segenap cinta untuk airin… airin bingung harus berbuat apa… kemudian airin terserang sakit kepala… dan jatuh tak sadarkan diri di lantai…
Bersambung…
Gak ada komen… abisnya kebanyakan… hehehe…
Yah… semoga review ini masih berguna ya…
Peace,
RosikA