Semuanya Tlah Berakhir…

November 8th, 2006 by rosika

lama dah gak nulis blog ini…
blog yang dulunya penuh dengan review…
mulai dari review sinetron sampe infotainment…
semuanya soal chelsea olivia wijaya…
seorang bintang muda…
yang kini sinarnya udah bener2 berkilau…
seiring keenggananku untuk terus mengikuti sinar itu…
semoga kilaunya bisa tahan lama…
semoga makin banyak yang mendukungnya…
selepas kepergianku dari jajaran pendukungnya…

lagu yang rada2 nyambung neeeeh…
entah kenapa…
sekarang diriku emang sedang demen dengan ni lagu deh…
berasa pas ajah…

seperti yang dulu…
by ungu…

tiada guna kau kembali
mengisi ruang hati ini
semuanya telah berlalu
bersama lukaku

tiada guna kau berjanji
untuk setia menemani
hatiku yang tlah terluka
karna dustamu

semuanya telah berakhir
antara hatiku dan hatimu
takkan ada cinta
seperti yang dulu

semuanya telah berakhir
antara diriku dan dirimu
takkan ada rindu
seperti yang dulu

semuanya telah berakhir
semuanya telah berakhir

-end-

selamat tinggal dunia sinetron…
selamat tinggal chelsea olivia wijaya….

peace,
RosikA

ReVieW-NYa KoDRaT ePi 38… SeLaSa 16 Mei 2006…

May 22nd, 2006 by rosika

Ini review KoDRaT epi 38… selasa, 16 Mei 2006…

Cerita berawal dari sebuah kamar mona… mona sedang asyik memilih baju yang akan dikenakannya untuk menemui seorang sutradara… dengan sombong… mona berkeyakinan kalo dirinya pasti akan diterima… menganggap kalo gak ada yang lebih cantik dari dirinya…

Keesokan harinya mona datang ke lokasi syuting tempat sutradara yang dimaksud… mona bener2 over dalam bertingkah… dengan genit… mona menyapa hampir semua orang yang ditemuinya… jelas saja ini membuat semua orang risih akan kehadiran mona… akhirnya mona bertemu dengan berto… sang sutradara… memperkenalkan diri sampai2 hampir tak memberikan kesempatan untuk berto untuk bicara… mona lantas menyampaikan maksudnya untuk mendapatkan peran cinderella di sebuah film… mona berputar di depan berto dengan maksud memperlihatkan betapa seksi dirinya… berto menjelaskan kalo casting untuk peran cinderella akan dilaksanakan pada siang hari… berto bener bingung melihat tingkah mona…

Casting dimulai… nadia… salah satu peserta casting sedang menunjukan kemampuannya untuk berperan sebagai cinderella… berto tertarik akan kemampuan nadia… seisi ruangan menyambut akting nadia dengan tepukan tangan… ketika berto meminta peserta casting selanjutnya untuk unjuk gigi… mona langsung nyelonong tampil… mendahului peserta yang sebenernya mendapat giliran lebih dulu… dengan penuh percaya diri… mona berakting layaknya seorang cewek super genit sedang berbicara dengan pacarnya… jelas saja seisi ruangan menertawakan akting mona tersebut… mona berusaha untuk meneruskan aktingnya… tapi berto meminta peserta casting selanjutnya untuk segera tampil… mona pun menurutinya dengan penuh kekesalan…

Tiba saatnya pengumuman hasil casting… semua orang nampak tegang menunggu keputusan siapa yang terpilih untuk peran cinderella… berto mengumumkan kalo nadia berhak untuk berperan sebagai cinderella… semua orang menyambut baik keputusan tersebut… tidak halnya dengan mona… mona kesal ketika melihat berto memberikan selamat pada nadia… mona pergi begitu aja…

Di rumah… mona meluapkan kekesalannya… merasa kalo orang2 sudah salah dengan tidak memilih dirinya… mona merasa kalo dirinya lebih segalanya ketimbang nadia… mona lalu berpikir kalo nadia telah berbuat curang… nadia ada main dengan berto… tiba2 seekor burung gagak hinggap di jendela kamar mona… hal ini sempat membuat mona terkejut… tak lama setelah itu Guntur muncul sambil berkata kalo nadia mungkin memakai susuk untuk mendapatkan peran cinderella… mona terkejut akan kehadiran Guntur… Guntur lantas memperkenalkan diri… mengatakan kalo hanya dirinya yang bisa membantu mona… Guntur meminta mona untuk selalu mengikuti petunjuknya… mona setuju… Guntur lalu mengambil kristal hijau dari saku celananya… dan menyerahkan ke tangan mona… dalam sekejap pengaruh kristal hijau telah menguasai mona…

(seperti yang sering aku bilang… TiaRa biasanya gak ada di scene awal…)

Mona kembali menemui berto… masih dengan gaya ‘khas’nya… berto sepertinya mengenali mona yang salah seorang peserta casting… mona meminta berto untuk merubah keputusan castingnya… mona merasa kalo dirinya lebih pantas untuk peran cinderella… tapi berto menolak… berto malah menyarankan mona untuk mengikuti sekolah akting guna memperbaiki akting mona yang dianggap kurang… berto lebih memilih nadia dalam hal ini… kemudian mona mencoba mempengaruhi berto dengan tatapan matanya… tak pelak berto lanas berada dalam pengaruh mona… berto merasa kalo mona itu cocok untuk memerankan cinderella… tak ada orang yang lebih pantas daripada mona… betapa gembiranya mona mendengar itu semua… mona menyadari kalo kristal hijau yang diberikan Guntur memang berkhasiat…

Hari perdana pengambilan gambar tiba… mona dirias sebelum mengikuti pengambilan gambar… mona sempat mencegat nadia yang baru datang… mona berkata kalo peran nadia telah diganti olehnya… nadia masih belum percaya… hanya tersenyum menanggapi ucapan mona…

Syuting dimulai… nampak seorang pangeran sedang mencari2 cinderella… putri yang selama ini ia dambakan… tiba2 muncullah 2 orang cinderella yang diperankan oleh mona dan nadia… hal ini membuat berto marah… berto mengatakan kalo peran nadia telah digantikan oleh mona… seorang kru mencoba meluruskan masalah… tapi lagi2 gak bisa menghindar dari pengaruh kristal hijau dari mona… kru itu lantas menyuruh nadia untuk segera pergi… seakan gak percaya nadia pun pergi dengan kenyataan kalo dirinya telah dipecat…

(TiaRa masih belum ada… aku harap bakal banyak scene TiaRa setelah ini… hehehe…)

Nadia berjalan pulang dengan penuh kesedihan di wajahnya… TiaRa sempat melihat nadia… TiaRa ikut merasakan sedih dari diri nadia… TiaRa lalu memberitahu nabil… mereka berdua sadar kalo ada merpati putih yang mengikuti langkah nadia… nabil lantas mengajak TiaRa untuk membuntuti nadia…

Nadia duduk di pinggir sebuah kolam… TiaRa dan nabil masih memata2inya dari kejauhan… terlintas ide cemerlang di benak TiaRa… nabil disuruh menunggu… sedang TiaRa bertindak sendirian guna menjalankan maksudnya… ketika ada di dekat nadia… TiaRa berpura2 terjatuh dan merintih kesakitan… hal ini jelas membuat nadia langsung menghampiri TiaRa… ketika ditanya keadaanya… TiaRa malah balik menanyakan keadaan nadia… nadia berusaha menyembunyikan kesedihannya di hadapan TiaRa… tak lama nabil datang menghampiri mereka berdua… TiaRa tersenyum manis karena merasa rencananya berhasil…

Di rumah nadia… semuanya diceritakan pada TiaRa dan nabil… TiaRa merasa simpati akan kejadian yang menimpa nadia… nadia mencoba menjelaskan kalo mungkin aja aktingnya masih belum begitu bagus… TiaRa dan nabil menghibur nadia… TiaRa bilang nadia gak boleh cepat putus asa… karena masih ada jalan lain untuk terjun di dunia entertainment… nadia hanya termenung penuh harap…

Beralih ke mona… tingkah mona menyerupai cinderella… mona minta dilayani oleh semua kru di tempat syuting… gak habis2nya mona mengeluh atas semua layanan yang diberikan padanya… mona meminta salah seorang kru untuk memegangi script sinetron karena dirinya ingin menghapalkan script tersebut… kru itu terlihat sangat kasihan ketika harus mengikuti langkah mona yang gak jelas arahnya… sesekali mona memarahi kru yang ketinggalan mengikuti gerakannya…

Di tempat lain… nabil menunjukan berita tentang mona di sebuah media… mereka baru menyadari kao mona adalah orang yang telah merebut peran nadia… TiaRa berpendapat kalo mona itu bukan orang baik… nabil melarang TiaRa untuk berpikiran seperti itu…

Mona pulang ke rumah… mona mengagumi dirinya sendiri… merasa kalo dirinya akan terkenal dan akan menjadi rebutan para produser… mona akan meminta harga yang lebih tinggi untuk setiap peran pada film2nya selanjutnya…

(TiaRa muncul beberapa kali… lucu banget pas TiaRa pura2 jatuh dan kesakitan sewaktu ingin menarik perhatian nadia… wajah TiaRa cute banget pas curgiga kalo mona adalah bukan orang baik2… hehehe…)

Di kantor bosnya… berto masih mengagumi mona… hal ini disetujui oleh beberapa kru yang ikut mendampinginya… mereka menganggap mona punya akting bagus dan wajah yang sangat cantik… mereka menganggap kalo mona bakal meroket dengan mudah… pimpinan perusahaan menanyakan progres kerja berto CS… mereka langsung menunjukan hasil syuting dimana mona sebagai peran utamanya…

Rupanya pengaruh kristal hijau dari mona sama sekali gak terjadi ketika berto CS menyaksikan hasil rekamannya di tv… mereka sepertinya menyadari akting mona yang jauh di bawah standar… hal ini juga disadari oleh pimpinan perusahaan yang segera menyuruh hasil rekaman itu dihentikan… berto CS mendapatkan teguran keras dari pimpinan yang menganggap akting mona benar2 hancur… berto akhirnya memutuskan untuk kembali menggunakan nadia sebagai peran cinderella…

Malam hari… mona sedang asyik membaca majalah di kamarnya… pembantunya masuk ke kamar mona… memberitahu kalo berto menelpon mona… dengan gaya yang berlebihan… mona menyuruh pembantu itu mengatakan kalo dirinya sudah tidur… mona hanya akan menemui berto di lokasi syuting… layaknya seorang artis yang terkenal…

Hal yang ridak diharapkan mona terjadi… ketika baru sampai di lokasi syuting… mona dikejutkan dengan berita kalo nadia merebut kembali peran cinderella yang sempat ada di tangannya… mona marah… karena merasa berto tidak memberitahunya sebelum itu… berto hanya bilang kalo berto telah mencoba menghubungi mona pada malam hari… dan mona sudah tidur… mona seperti kebakaran jenggot… apalagi sewaktu mona melihat berto menyambut kedatangan nadia dengan sangat istimewa… mona pergi dengan segenap kebencian yang ada…

Mona menyesali semua yang telah menimpanya… mona merasa kesal karena nadia selalu menghalang2i jalannya menuju kesuksesan… Guntur datang dan menyuruh mona untuk menghabisi nadia… karena mona akan selalu kalah dari nadia… Guntur kembali dengan qoute andalannya… “kalau kamu tidak bisa mendapatkan keadilan di dunia ini… kamu harus bisa menciptakan keadilan itu cuma buat diri kamu sendiri…” Guntur berbisik di telinga mona… memerintahkan mona untuk melenyapkan nadia untuk meraih semua yang mona inginkan… mona lantas bertekad untuk membunuh nadia…

(TiaRa kok gak mucul lagi siy??? Sedihnya…)

Nadia memulai perannya… sebagai seorang cinderella yang baru… berto dan seluruh kru yang ada tampak sangat puas melihat kemampuan nadia dalam berakting… rupanya mona juga ikut menyaksikan itu semua… ketika nadia sedang break… mona lantas menjalankan aksinya… dengan menggunakan tang potong… mona bermaksud mencelakai nadia… memotong kabel pengikat lampu sorot yang tepat berada di atas nadia… mona kemudian mengintai nadia dari kejauhan… tapi hal yang mona rencanakan gak berhasil… sebelum lampu sorot itu jatuh… salah seorang kru berhasil menyelamatkan nadia… betapa kesalnya mona setelah melihat rencananya gagal…

Mona tidak berhenti sampai di situ… ketika nadia hendak pulang setelah selesai syuting… nampak dari kejauhan sebuah mobil berjalan dengan begitu cepat ke arah nadia… untungnya ada salah seorang kru yang menyadari hal tersebut… kru iru berhasil menyelamatkan nadia dari kejadian tersebut… mona benar2 kesal karena rencananya kembali gagal… di rumah… nadia juga sempat dikejutkan oleh sebuah kiriman yang berisi darah…

Di sekolah…nabil menemui TiaRa… nabil menunjukan berita yang menyebutkan ada orang yang gak bertanggung jawab yang ingin membahayakan nyawa nadia… TiaRa merasa kalo semua itu ada hubungannya samaGuntur…nabil sepertinya setuju dengan firasat TiaRa… nabil lantas mengajak TiaRa untuk menemui nadia setelah pulang sekolah…

TiaRa dan nabil bertemu dengan nadia… setelah membaca berita tentang dirinya… nadia merasa heran dengan semua yang telah terjadi… karena dirinya merasa kalo gak mempunyai musuh selama ini… tapi nadia mendapatkan informasi kalo mona… orang yang sebelumnya berperan sebagai cinderella sangat marah padanya… bagaimanapun juga… nadia tetap gak ingin punya prasangka buruk…nadia kembali ke lokasi syuting… TiaRa dan nabil pun berpamitan…

Di sebuah warung makan…

TiaRa dan nabil masih berpikir tentang orang yang ingin mencelakakan nadia… TiaRa tetap beranggapan kalo Guntur ada di balik semuanya… karena mereka berdua sempat melihat merpati putih yang selalu menunjukan kejahatan Guntur… kemudian TiaRa melihat kehadiran mona di dalam poto yang ada di berita tentang nadia… mereka berdua merasa kalo tindakan mona sangat mencurigakan… akhirnya memutuskan untuk menyelidiki semuanya…

Di lokadio syuting nadia… mona nampak sedang berusaha memasukan serbuk racun ke dalam minuman nadia… untungnya TiaRa dan nabil sempat menyaksikan hal tersebut… ketika nadia akan minum… dengan segera TiaRa mencegah nadia untuk meminum minuman yang ada di tangan nadia…

(TiaRa sepertinya lebih punya feeling or firasat yang kuat daripada nabil deh… kayaknya emang bagi tugas… TiaRa muncul dengan ide2 cemerlangnya… nabil yang melaksanakannya… yang jelas TiaRa cute banget pas sedang mikir… hehehe… gak nyambung…)

TiaRa menjelaskan kalo ada racun di dalam minuman nadia… kemudian mereka langsung pergi guna menyelidiki mona…

Akhirnya TiaRa dan nabil bertemu dengan mona… mona sangat marah karena TiaRa dan nabil sudah mengagalkan rencananya… dan pertarungan tak terelakan lagi… mona menggunakan tenaga dalam dari kristal hijau dan membuat TiaRa dan nabil terpental beberapa meter ke belakang… TiaRa enggan menyingkir ketika nabil memintanya… tapi akhirnya TiaRa berlindung di balik kotak yang ada di sekitar tempat itu…

Berkali2 nabil dan mona menggunakan tenaga dalam… dan berkali2 juga mereka berdua terpental… sepertinya kekuatan mereka seimbang… tapi akhirnya nabil berhasil memukul jatuh mona…mona akhirnya pingsan dan kristal hijau keluar dari tangan mona… TiaRa sempat memegang kristal tersebut… sebelum akhirnya kristal itu lenyap… akhirnya mereka berdua tau kalo semua hal yang terjadi adalah ulah Guntur…

Betapa geramnya Guntur setelah tau rencananya lagi2 gagal di tangan TiaRa dan nabil… tapi Guntur tetap bertekad untuk kembali membuat kekacauan di dunia ini…

Nadia berterima kasih pada TiaRa dan nabil… atas semua pertolongan yang diberikan pada nadia… ketika ditanya soal mona… TiaRa mengatakan kalo mona telah ditahan oleh pihak berwajib atas tuduhan percobaan pembunuhan… TiaRa berharap kalo hal itu dapat membuat mona jera… akhirnya mereka ngobrol bersama di rumah nadia… di sana ada nadia… nabil dan TiaRa yang sangat cute…

Bersambung…

(hal yang paling menyenangkan selalu pada saat ending sinetron ini… TiaRa tersenyum…)

Semoga review ini berguna…

Peace,

RosikA

ReVieW-NYa CiNCiN ePi 75

May 22nd, 2006 by rosika

Ini review epi 75… Senin, 22 Mei 2006…

Di dalam kamarnya… airin kembali memandangi potonya bersama levi sewaktu di restoran… airin merasa kalo pertemuannya dengan levi itu bagaikan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan… airin sebenarnya udah berusaha keras untuk melupakan levi… tapi levi datang lagi dengan membawa segenap cinta untuk airin… airin bingung harus berbuat apa… kemudian airin terserang sakit kepala… dan jatuh tak sadarkan diri di lantai…

Kat baru pulang ke rumah… kat memanggil2 nama airin dan SaSTHa… karena gak mendapat jawaban apapun… kathrine mengancam akan menghabiskan martabak yang dibawanya… belum sempat mencicipi martabak… kat curiga kalo ada sesuatu yang terjadi pada airin… kat masuk ke kamar airin… ternyata benar… kat mendapati airin yang terkapar di lantai… rupanya airin masih setengah sadar… kat langsung membantu airin untuk duduk di sofa ruang tamu… tak lama kemudian thea datang… betapa terkejutnya thea akan kondisi airin… mereka berdua langsung membawa airin ke rumah sakit…

Di nada record… nampak jonah dan SaSTHa telah menyelesaikan latihan… SaSTHa berterima kasih pada jonah karena udah mau mengajarinya lagi… waktu 4 jam yang dipakai latihan berlalu begitu cepat… SaSTHa bener2 gak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya di depan jonah… tiba2 SaSTHa mendapatkan telpon dari kathrine… mengabarkan kalo airin masuk rumah sakit… jonah yang tau bergegas meninggalkan SaSTHa di ruangan itu… dalam hati… SaSTHa mencoba menahan dirinya untuk tidak cemburu… itu bukan waktu yang tepat… lagipula tidak ada alasan bagi SaSTHa untuk cemburu…

Thea nampak begitu cemas di rumah sakit… thea merasa waktu berjalan begitu lama… padahal kat bilang mereka baru aja menunggu 5 menit… tak lama… SaSTHa dan jonah tiba… SaSTHa menanyakan kondisi airin pada kat… mereka berempat kemudian harus menunggu airin yang tengah diperiksa… waktu berjalan… jam 1 pagi… jam 3 pagi… sampai akhirnya jam 6 pagi… SaSTHa, thea dan kat nampak tertidur di kursinya… lain halnya dengan jonah… jonah masih terjaga dan langsung menemui dokter feri untuk menanyakan hasil pemeriksaan… ketika jonah dan feri masuk ke ruangannya… thea terbangun… thea segera menuju ke ruangan feri dan mendengar semua penjelasaan dokter feri tentang kondisi airin…

Thea berlari keluar rumah sakit sambil menangis… thea tidak menyangka kalo penyakit yang diderita airin begitu parah… jonah datang… thea bertanya kenapa jonah merahasiakan itu semua darinya… jonah curiga kalo thea mendengar pembicaraannya dengan feri… thea masih terus menangis… jonah duduk di samping thea… mencoba menenangkannya… jonah menjelaskan kalo airin lah yang memintanya untuk tidak menceritakan hal tersebut pada thea… thea lantas teringat saat dulu jonah meminjam uang dalam jumlah besar… thea menduga kalo itu untuk biaya pengobatan airin… tangisan thea semakin menjadi… jonah semakin berusaha untuk menenangkan thea… jonah meminta thea untuk lebih kuat agar airin tidak patah semangat… thea bilang kalo jonah itu tidak mengerti perasaannya… dalam hati… jonah menjawab… jonah sangat mengerti perasaan thea… karena jonah mengalami hal yang serupa dengan thea…

1
(SaSTHa mencoba menahan rasa cemburunya terhadap airin… itu hal yang sangat hebat…)

Thea menemui dokter feri… feri mengatakan kalo dirinya akan berusaha untuk membantu thea… thea memohon feri untuk menyembuhkan airin… berapapun biayanya… feri menjelaskan kalo dirinya telah memberikan pilihan operasi pada airin… tapi airin telah menolak karena gak ingin kehilangan ingatannya… betapa terkejutnya thea mendengar ucapan feri…

Di sebuah taman… tampak airin dan levi sedang bermesraan… tiba2 airin terjatuh… kakinya terkilir… airin meminta pertolongan dari levi… lalu airin terbangun dari tidurnya… airin terkejut melihat thea ada di samping tempat tidurnya… airin bertanya alasan thea menangis… thea meminta maap pada airin… karena telah meninggalkan airin di panti asuhan hingga sekarang airin menderita tumor otak… thea berjanji untuk mengusahakan pengobatan terbaik untuk airin… airin menjelaskan kalo dirinya telah pasrah dengan sisa hidupnya… airin minta thea bisa merelakan semuanya… thea langsung memeluk airin dengan sangat erat…

Di rumah… kat berulang kali memanggil SaSTHa… meminta SaSTHa segera pergi bersamanya ke rumah sakit… untuk memberikan jonah dan thea waktu beristirahat setelah semalaman menjaga airin… SaSTHa akhirnya siap dengan ‘backpack’… SaSTHa menjelaskan kalo dirinya ingin menginap di rumah sakit guna menenmani airin… kat tertawa sambil mengatakan kalo airin udah bisa pulang hari ini… SaSTHa langsung pasang muka bete… melepas backpack-nya… meletakannya di sofa ruang tamu…

Ketika mereka baru akan berangkat… levi datang… setelah tau airin di rumah sakit… levi langsung mengajak kathrine dan SaSTHa untuk pergi bersamanya…

Setelah sampai di rumah sakit… levi menyesalkan kat yang tidak menelponnya dengan segera… kat menjelaskan kalo semua orang panik… dan mereka semua harus menunggu hasil pemeriksaan airin sampai pagi… lalu levi segera menuju kamar airin… kat menahan SaSTHa ketika akan ikut ke kamar airin… kathrine ingin memberikan waktu pada levi untuk berduaan dengan airin…

Airin sedang merapikan barang2nya di kamar… ketika akan membungkus sandal miliknya… levi langsung meraih sandal itu… menahan sandal airin…

2
(SaSTHa pake backpack… wuih… imyuuutnya… apalagi pake acara bete2an lagi… uhuy… makin kesengsem euy… trus trus… ada iklannya SaSTHa… ooops… CHeLSea CuTe kaleee’… hihihi…)

Levi mencoba membantu airin untuk membungkus sandal tersebut… tapi airin melarangnya… levi bertanya keadaan airin karena melihat wajah airin yang tampak pucat… airin mencoba menyembunyikan penyakitnya… airin hanya menjelaskan kalo dirinya hanya kecapekan dan pingsan… levi mencoba tetap tenang mendengar penjelasan airin… dalam hati… levi bertanya2… kenapa airin tetap menyembunyikan penyakitnya terhadap levi… levi merasa kalo dirinya belum pantas untuk tau segalanya tentang airin… levi membantu airin membawa barang2nya… mengajak airin untuk pulang…

Di rumah… levi masih memberikan perhatian yang lebih pada airin… levi membantu airin untuk meminum obat… dalam hati… airin merasa kalo perlakuan levi terhadapnya bagaikan sebuah mimpi… levi meminta airin untuk segera beristirahat… levi menambahkan kalo dirinya akan menjagai airin di depan pintu kamar airin… levi juga akan segera membuatkan susu untuk airin… tiba2 jonah membuka pintu kamar airin… setelah melihat levi… jonah lantas berpamitan untuk pulang… tapi jonah menanyakan apa airin ingin dibuatkan susu… airin menjelaskan kalo levi sudah berniat untuk membuatkan susu untuk airin… jonah langsung keluar kamar airin…

Jonah dan SaSTHa sedang berjalan… SaSTHa bilang kalo dirinya seneng karena jonah udah bersedia tiap hari mengantar dan menjemputnya… jonah menjelaskan alasannya berbuat demikian… jonah kasian dengan SaSTHa yang mungkin kecapekan menjaga airin… SaSTHa rada bete mendengarnya… lalu SaSTHa bilang kalo dirinya akan membeli makanan… sementara jonah bermaksud untuk segera menyiapkan tempat latihan untuk SaSTHa… sebelum pergi… jonah sempat menepuk pipi SaSTHa… membuat SaSTHa pasang muka kesal…

Tepat ketika jonah pergi… ferdi datang menahan tangan SaSTHa… ferdi melarang SaSTHa untuk berdekatan dengan jonah… SaSTHa balik ngomel dengan ferdi… SaSTHa meminta ferdi untuk tidak ikut campur dengan urusannya… ferdi sempat marah mendengar ucapan SaSTHa… tak sengaja ia mengucapkan janjinya untuk membuat SaSTHa menjadi miliknya… SaSTHa lalu menyadarkan ferdi… ferdi lantas meminta maap dan berjanji untuk gak berlaku seperti itu dengan SaSTHaSaSTHa akhirnya memaafkan ferdi…

Andre memandangi renatha yang sedang melukis di sebuah taman… melihat rena tersenyum melihat bunga2 di sekitarnya… andre berinisiatif untuk menemui rena… rena sempat terkejut ketika andre menyapanya… andre bertanya pada rena tentang bunga2 yang disekitarnya… andre mengatakan kalo dirinyalah yang bersusah payah merawat bunga2 tersebut… rena gak percaya… andre menjelaskan tentang bunga itu panjang lebar… andre bilang kalo dirinya melihat rena seakan melihat peri bunga yang sedang melukis diantara bunga2… rena malah balik ngomel… rena gak mau dirinya disamakan dengan bunga2 murahan yang dapat dengan mudah dipetik orang… dalam hati… andre merasa bingung… karena kali ini rayuannya pada rena belum berhasil…

3
(SaSTHa tuh emang orangnya gak tegaan deh… padahal doi tuh dah kesel banget ama si ferdi… tapi giliran ferdi memelas… eeeh… SaSTHa malah luluh dan memaafkan ferdi… aku jadi makin sayang euy…)

Di kamar… airin sedang curhat dengan diary-nya… airin menceritakan semua hal2 yang indah dilaluinya bersama levi… walau sedang sakit… airin merasa sangat bahagia… karena mempunyai mama kandung… dan kekasih yang sangat mencintainya… tapi airin berjanji untuk gak serakah… airin tidak meminta umur panjang… tiba2 ada suara ketukan dari luar pintu kamar airin… airin segera menyuruh masuk… betapa gembiranya airin ketika tau kalo levi datang menjenguknya… levi duduk di samping ranjang airin… levi mengeluarkan selimut berwarna pink dari dalam kantong yang dibawanya… setelah menyuruh airin untuk bersandar dan meluruskan kakinya… levi segera menyelimuti airin… levi meminta airin membaca tulisan yang ada di selimut tersebut… berbunyi ‘levi love you always’… airin tersenyum membacanya… levi menambahkan… kalo airin merasa sendirian… dan merasa gak ada orang yang sayang sama airin… levi minta airin membaca tulisan tersebut… sehingga airin merasa kalo levi akan selalu ada di samping airin…

Pagi hari menjelang… SaSTHa terganggu dengan suara ketukan pintu dari luar rumah… ketika membuka pintu… ternyata thea yang datang… SaSTHa langsung menebak kalo thea ingin menemui airin… thea mengatakan kalo dirinya ingin memberikan sup obat untuk airin… SaSTHa lantas mempersilakan thea untuk segera menuju kamar airin…

SaSTHa nampak kebingungan mencari2 jonah… SaSTHa ingin curhat dengan jonah… tiba2 jonah mengagetkan SaSTHa dari belakang… SaSTHa langsung tersenyum melihat kehadiran jonah… SaSTHa langsung bercerita tentang thea yang pagi2 mengantarkan obat untuk airin… jonah senang mendengar cerita SaSTHa… tapi jonah heran melihat wajah SaSTHa yang berubah sedih… SaSTHa membayangkan… gak ada yang akan memperhatikan SaSTHa kalo dirinya sakit… SaSTHa merasa hanya sebagai gadis perantara… SaSTHa mencoba menyembunyikan kesedihannya lewat sebuah senyuman… jonah lantas menghibur SaSTHa… jonah mengatakan kalo dirinyalah yang akan merawat SaSTHaSaSTHa berterima kasih pada jonah… tapi saat SaSTHa bertanya… jika dirinya dan airin yang sakit… mana yang akan diutamakan oleh jonah… jonah terdiam… jonah nampak kebingungan… SaSTHa kembali bersedih sambil mengatakan kalo jonah gak usah bingung… karena SaSTHa sadar kalo jonah akan lebih mengutamakan airin… SaSTHa mengatakan kalo dirinya telah terbiasa untuk menjadi orang nomer 2… gadis perantara… begitulah SaSTHa menyebutkan dirinya… jonah mencoba mengalihkan pembicaraan… mengatakan kalo banyak orang yang sayang pada SaSTHa… hanya saja ungkapan rasa sayang dari tiap orang itu berbeda2… SaSTHa mencoba tersenyum menerima ucapan jonah… dalam hati… SaSTHa berharap untuk memiliki hati jonah suatu saat nanti… untuk menjadi orang nomer 1 di hati jonah… jonah lantas merangkul SaSTHa dengan penuh perasaan sayang… ferdi yang ternyata menyaksikan itu semua… jadi sangat kesal dengan sikap jonah pada SaSTHa

4
(SaSTHa itu kasian sekali siy nasibnya… orang nomer 2… sering banget diucapkannya… andai saja SaSTHa tau… kalo dirinya selalu menjadi orang nomer 1 di hatiku… huehehehe…)

Di rumah… ferdi makin bertekad untuk mendapatkan SaSTHa… karena merasa jonah adalah sebuah penghalang…ferdi berniat untuk menyingkirkan jonah… sambil memegang sebilah pisau… ferdi berjanji akan membuat jonah celaka…

Rena baru bangun pagi… rena mencium bau masakan dari arah dapur… rena terkejut ketika menemukan levi sedang sibuk memasak di dapur… levi menjelaskan kalo dirinya sedang memasak untuk airin… rena gak percaya sambil mengatakan kalo levi itu gak bisa masak… dengan bangga… levi menunjukan buku resep yang jadi contekannya dalam memasak…

Sementara airin nampak akan pergi untuk mengajar… kat berulang kali memastikan kondisi kesehatan airin… kat menawarkan diri untuk mengantar airin… airin setuju… tapi ketika baru akan keluar dari pintu depan… levi rupanya sudah datang menjemput airin… seakan mengerti maksud levi… kat bertingkah seolah2 ia terlupa janjinya untuk menemui SaSTHa… kat pergi dengan segera… meninggalkan airin yang tampak kebingungan berdua dengan levi…

Levi mengingatkan airin pada janji levi untuk mengantar-jemput airin setiap hari… levi gak peduli jika airin menolak dirinya sekarang… tapi levi akan terus2an datang setiap hari sampai airin bosan menolak dirinya… mendengar itu semua… airin gak berdaya untuk menolak tawaran levi untuk mengantarnya…

Levi dan airin sampai di sebuah taman… airin sempat heran ketika levi mengajaknya untuk makan bersama di taman itu… levi menyiapkan perlengkapan yang dibawanya… di atas sebuah tikar… levi menyiapkan makanan sambil menjelaskan kalo makanan itu adalah masakannya sendiri… airin terkejut mendengar ucapan dari levi… lantas levi menyuapi airin… airin memuji masakan levi… membuat levi tersipu malu… airin lantas berterima kasih atas segala kebaikan airin… levi juga berterima kasih karena airin tidak mengusirnya kali ini… airin tersenyum… dalam hati… airin minta maap karena belum siap memberitahu penyakitnya pada levi… airin takut kehilangan segala perhatian dari levi…

(tumben SaSTHa gak ada… so… selanjutnya adalah scene terakhir…)

Ferdi berada tak jauh dari tempat tinggal jonah… untuk mengalihkan perhatian jonah yang baru akan meninggalkan rumah… ferdi lantas menelpon rumah jonah… sehingga jonah yang baru membuka pintu mobilnya kembali masuk ke dalam rumah… di saat itu ferdi beraksi… dengan pisau yang dibawanya… ferdi memotong selang rem mobil jonah… ferdi lakukan semuanya dengan cekatan dan tanpa jejak… ferdi segera meninggalkan mobil jonah…

Jonah yang gak menyadari perbuatan ferdi lantas pergi dengan menggunakan mobil tersebut… melihat jonah pergi… ferdi yakin benar kalo renacanya akan berhasil… menyingkirkan jonah… ferdi yakin untuk memiliki SaSTHa… sementara jonah mulai menyadari kalo ada yang gak beres dengan rem pada mobilnya… berkali2 jonah menginjak pedal rem… tapi mobil masih terus melaju dengan cepat… tak terelakan lagi… jonah menabrak sebatang pohon yang ada di pinggir jalan… ferdi tersenyum puas menyaksikan itu semua…

Bersambung…

Komenku buat epi kali ini…

Airin…
Airin pantas mendapatkan kebahagiaan… setelah selama ini ia gak pernah memperhatikan dirinya sendiri… airin akhirnya bahagia… karena mendapatkan perhatian penuh dari thea… mama kandungnya… dan levi… kekasih yang sangat dicintainya… yang keraguan airin akan cinta levi atas penyakit yang dideriyanya sama sekali gak beralasan…

Levi…
Setelah perjuangan yang cukup panjang… dan segala kesalahan yang telah diperbuatnya… levi akhirnya menuai hasil… aku salut dengan keinginan levi untuk menyembunyikan kekhawatirannya pada airin… levi yang menunggu airin untuk menceritakan penyakitnya sendiri… itu hal yang sangat baik… dilakukan oleh levi…

Jonah…
Cobaan datang silih berganti pada jonah… setelah sebelumnya dikejutkan oleh hubungan darah dengan airin… jonah harus menghadapi seseorang yang sangat berkeinginan memiliki SaSTHa… seharusnya jonah menyadari… kalo selama ini… ada seseorang yang selalu berada di sampingnya ketika jonah mendapatkan masalah… siapa lagi kalo bukan SaSTHa

SaSTHa
SaSTHa benar2 udah berubah… layaknya seorang airin muda… SaSTHa sekarang malah asyik memanjakan orang lain tanpa berpikir akan kebahagiaannya sendiri… SaSTHa merasa sebagai ‘gadis perantara’… layaknya seseorang yang hanya dimanfaatkan sebagai jembatan cinta orang lain… kenyataan ini sangat menyakitkan… tapi SaSTHa berusaha menerimanya… sambil berharap sang pujaan hati bisa sadar keberadaanya selama ini… semoga jonah cepat sadar kalo SaSTHa adalah seorang malaikat penolong baginya…

Ada sebuah quote yang sempat membuatku merinding… bukan ketakutan… tapi sangat ‘dalam’ dan menyentuh… diucapkan oleh jonah saat bersama thea…
“… bertahun2 aku juga menanti untuk bertemu kembali dengan gadis panti asuhan yang pernah memberikan aku lukisannya… gadis kecil yang baik hati… yang selalu mencoba membahagiakan semua orang… kecuali dirinya sendiri…”

Semoga review ini berguna…

Peace,
RosikA

ReVieW-NYa CiNCiN ePi 72-74

May 22nd, 2006 by rosika

Ini review 72, 73 dan 74… Rabu, Kamis dan Jum’at 17-19 Mei 2006…
Borongan euy… hehehe…

Mungkin ada yang gak nonton… or sekedar mengingatkan kembali beberapa epi lalu… hehehe..

Aldo menceritakan masa lalu… saat eric meninggal… tara datang pada aldo… menceritakan semuanya… aldo adalah mantan kekasih tara… aldo gak menyangka kalo eric itu punya simpanan bahkan punya anak… aldo menambahkan kalo airin adalah anak dari thea… simpanan eric… levi terkejut mendengar semua cerita dari aldo…

Di rumah… thea menunjukan perhatian yang berlebih untuk airin… thea membelikan banyak baju baru untuk airin… airin hanya bisa tersenyum melihat tingkah SaSTHa… tak lama SaSTHa dan kat datang… SaSTHa tak sabar menunjukan kostum yang baru aja diambilnya… thea mengiyakan SaSTHa pada saat SaSTHa mengatakan akan segera mengenakan kostum itu… kemudian melanjutkan pembicaraan dengan airin…

SaSTHa telah berganti pakaian… ketika hendak menunjukan pada thea…SaSTHa termenung… thea sama sekali gak melihatnya… perhatian thea hanya terpaku pada airin… thea mengenakan airin selendang di lehernya… kat sadar kalo SaSTHa sedang cemburu… SaSTHa langsung masuk ke kamarnya sambil menangis…

Di kamar SaSTHa… berkali2 SaSTHa memanggil mama yang sampai sekarang belum pernah ditemuinya… SaSTHa berharap ada seseorang di dunia ini yang mau ia panggil dengan sebutan mama… SaSTHa mereka2 wajah mamanya yang hilang… SaSTHa bertanya2 alasan mamanya meninggalkan SaSTHa di panti asuhan…

Di kamar airin… airin menyampaikan kebingungannya pada kathrine… airin gak tega melihat SaSTHa terus2an sedih… di sisi lain… thea masih berusaha untuk lebih dekat dengan airin… kat mencoba gak menyalahkan thea… karena udah belasan tahun mencari airin… tapi airin sadar kesedihan SaSTHa… thea yang sebelumnya memperhatikan SaSTHa malah berbalik memperhatikan airin…

(padahal SaSTHa cantik banget dengan kostum merah itu… sayangnya kostum cantik itu harus diwarnai oleh air mata…)

SaSTHa mendatangi airin yang masih tertidur di kamarnya… SaSTHa membangunkan airin… mengajak untuk sarapan bersama kat di meja makan… karena belum lapar… airin menolak ajakan SaSTHa… antara sadar dan tidak… airin sempat mengatakan kalo ia ingin melanjutkan tidur untuk selamanya… jelas kata2 airin ini membuat SaSTHa terkejut… SaSTHa melarang airin berputus asa… SaSTHa gak tau harus sama siapa kalo airin pergi… airin pun berjanji untuk mengatakan hal itu lagi… kemudian SaSTHa keluar kamar untuk membuatkan roti untuk airin…

Di tempat lain… citra… nenek renatha sedang bersama 2 orang temannya… mereka sedang membahas penyakit citra yang semakin parah… citra mengeluhkan sesak napas yang sudah 2 bulan ia derita… salah seorang teman citra menyarankan untuk menghubungi aldo… menantu citra yang dipikirnya masih kaya raya… citra bisa meminta untuk berobat di luar negeri… citra menjelaskan kalo aldo sekarang udah bangkrut… karena itu teman2 citra memutuskan untuk membawa citra ke tempat berobat alternatif di daerah bogor…

Beralih ke sebuah toko… nampak thea sedang memilih2 gelang yang akan diberikannya pada airin… thea menemukan gelang yang ia inginkan… thea langsung memberikan pada airin… thea menjelaskan tiga hiasan yang ada di gelang tersebut… pertama hiasan bintang… mengingatkan thea saat2 melahirkan airin di rumah sakit… saat itu thea sendirian…thea menyadari airin adalah bintang yang bersinar… hiasan kedua adalah bulan… melambangkan kegelapan dan kepekatan dalam kehidupan thea… saat thea terpaksa meninggalkan airin… dan hiasan terakhir melambangkan bunga… melambangkan keindahan… betapa indahnya kembali dapat memeluk airin… thea lantas memeluk airin yang menangis setelah mendengar penjelasan dari thea… rupanya… SaSTHa dari tadi ikut mendengar semua ucapan thea… SaSTHa menangis… dalam hati… SaSTHa merasa ikut bahagia… SaSTHa berharap untuk punya ibu sebaik thea…

Sementara di tempat lain… tara nampak sedang berjalan ke pasar… saat melintas di sebuah jalan kecil… tara nyaris terserempet oleh sebuah mobil mewah yang kebetulan melintas… citra ada di dalam mobil itu… karena merasa melihat tara… citra lantas turun dan memaki2 tara… citra masih menganggap kalo tara adalah perusak rumah tangga anaknya… tara kebingungan menghadapi citra yang sama sekali gak memberikan kesempatan pada tara untuk bicara… tara pergi ketika citra menyuruhnya… citra kumat dengan penyakitnya… teman citra lantas meminta bantuan pada supirnya untuk menolong citra…

(SaSTHa nangis lagi… hati SaSTHa itu rupawan… seperti wajahnya… aku suka SaSTHa… hehehe…)

SaSTHa mendatangi rumah jonah… cukup lama SaSTHa mengetuk pintu… tapi jonah sama sekali gak memberikan respon… padahal jonah ada di kamar… dan ia mendengar suara SaSTHa yang tak henti2nya memanggil… SaSTHa gak kehilangan akal… SaSTHa masuk ke rumah jonah melalui jendela yang gak terkunci… dan setelah mencari2… SaSTHa menemukan jonah sedang termenung di atas ranjangnya… SaSTHa lantas duduk di sebelah jonah… SaSTHa membawakan roti dan susu untuk sarapan jonah… tapi jonah masih gak berkata2… jonah hanya menangis…

SaSTHa berusaha memberi semangat pada jonah… SaSTHa bilang… jonah biasanya selalu bisa membangkitkan semangat orang lain… SaSTHa gak menyangka kalo jonah bisa jadi seperti sekarang… SaSTHa mengatakan kalo banyak orang yang lebih sakit daripada jonah… SaSTHa menyebutkan dirinya sebagai contoh… SaSTHa kembali dengan sarapan yang dibawanya… SaSTHa mengatakan kalo airin gak mau makan roti buatannya… berharap jonah tidak membuat SaSTHa merasa sakit hati lagi… mendengar itu jonah mengambil roti yang disodorkan SaSTHaSaSTHa meminta jonah untuk menemui airin… SaSTHa sangat mengkhawatirkan keadaan airin… SaSTHa merasa kalo hanya jonah yang bisa memberi semangat pada airin… jonah menjawab… jonah gak yakin apa bisa menganggap airin sebagai adiknya… karena jonah sangat mecintai airin… ucapan jonah jelas membuat SaSTHa tak kuat menahan air matanya…

Airin mengajak thea ke sebuah kafe… thea menyambutnya dengan gembira… thea bertanya hal apa yang ingin airin bicarakan… thea ingin hubungan mereka berdua lebih dekat… airin berterima kasih pada thea… airin lantas meminta thea untuk gak menemuinya sementara… thea keberatan dengan permintaan airin… thea mengatakan kalo dirinya sudah mencari airin belasan tahun… thea ingin melihat airin setiap detik… untuk menebus dosa2nya… airin lalu menceritakan kalo setiap malam SaSTHa selalu bercerita tentang thea… berharap thea adalah mamanya… tapi sekarang thea hanya memperhatikan airin… airin sadar benar kalo SaSTHa itu sebenernya sangat bersedih… airin gak bisa melihat SaSTHa sedih… thea minta maap… thea berjanji akan menyayangi SaSTHa juga… thea kagum atas kemuliaan hati airin…

Di rumah… levi meminta maap pada airin… karena dirinya lega airin batal menikah dengan jonah… levi gak peduli walau airin menolaknya… levi gak akan melepaskan airin… melakukan kesalahan yang sama… levi berjanji akan berjuang sekuat tenaga…

(SaSTHa hebat… aku suka deh pas liat doi ngobrol ama jonah di kamar jonah… gimana gitu… ‘dalem’ euy…)

Jonah menemui pengacaranya… jonah membaca sebuah surat yang menerangkan 2 anak eric… yaitu dirinya dan airin… pengacara tersebut gembira dengan diketemukannya airin… airin dan jonah mempunyai hubungan darah yang gak bisa dipisahkan…

Airin sedang ada di galeri seni… nampak seseorang memberitahu airin kalo ada seorang laki2 sedang menunggunya di luar… airin langsung berpikir kalo itu jonah… airin berlari dengan segera menemui laki2 yang dimaksud… airin terkejut… karena levi yang datang menemuinya… levi tersenyum… mengajak airin ke suatu taman…

Di taman…levi bertanya soal cincin jadi yang tak tampak di jari airin… levi bilang kalo udah dengar semuanya dari renatha… levi gak mau kehilangan airin… levi mengambil sebuah bunga… dan membuatnya seperti cincin… kemudian disematkanlah bunga itu di jari manis airin… sebagai pertanda airin akan menerima cinta levi lagi… airin masih ‘diam membisu’… sampai akhirnya airin menarik tangannya setelah levi mengatakan cinta pada airin… airin menjelaskan… walau tidak menikah dengan jonah… airin gak bisa bersatu dengan levi… airin menganggapnya sebuah kenangan masa lalu… levi bertekad untuk mempertahankan kisah cinta itu… airin lantas pergi…levi sempat menahan langkah airin… levi bilang kalo dirinya akan terus berusaha untuk merebut airin… levi merasa cintanya pantas untuk diperjuangkan… airin pergi…

(gak da SaSTHa)

Levi menceritakan semua pada rena… levi bingung apa alasan airin selalu menghindar setelah jonah tidak menjadi halangan cinta mereka lagi… levi masih bingung… tiba2 aldo keluar… mengingatkan levi dan rena agar bersiap2 untuk pindah rumah… levi bilang kalo mereka berdua udah siap…

Keesokan harinya… citra bermaksud untuk mengunjungi rumah levi yang baru… citra sempat ragu dengan rumah itu… tiba2 rena keluar pagar rumah… bermaksud untuk membuang sampah… rena melihat citra… citra lalu menceritakan kalo ia baru bertemu dengan tara… rena tersenyum heran… rena bilang kalo tara udah tiada… citra berskeras menjelaskan kalo tara ada di bogor… citra minta rena percaya padanya… rena berjalan lesu masuk ke dalam rumah… rena menceritakan hal yang dikatakan citra… rena menganggap kalo pikiran citra udah mulai terganggu… rena bilang kalo citra bertemu dengan tara… jelas ini membuat aldo terkejut… aldo bertanya dimana citra bertemu dengan tara… setelah mendengar penjelasan dari rena… aldo bergegas pergi…

Airin mendatangi rumah jonah… tapi airin merasa kalo jonah gak ada di rumah… airin kuatir dengan keadaan jonah… airin memutuskan untuk mencari jonah… dalam pencariannya… airin melihat kemesraan sepasang kakak-beradik… airin terus mencari jonah… sampai akhirnya airin menyerah dan pulang… dan ketika masuk ke dalam rumah… airin bersandar di pintu depan… masih bertanya2 keberadaan jonah… tiba2 jonah masuk dari pintu rumah yang masih terbuka… airin terkejut… jonah memeluk airin… jonah hanya ingin memeluk airin sebentar… sambil menangis…

(gak ada SaSTHa lagi…)

Jonah ngobrol dengan airin di sebuah kafe… jonah menceritakan masa lalunya… yang ingin sekali mempunyai seorang adik… jonah pernah berharap untuk mendapatkan saudara ketika tara menikah dengan aldo… tapi apa yang jonah dapatkan… levi dan renatha malah membencinya… jonah bingung harus sedih atau senang… ketika tau airin adalah adiknya… jonah bilang kalo ia mencintai airin lebih dari apapun… jonah kecewa karena semua itu berubah hanya karena hubungan darah…

Airin lalu bercerita soal impiannya untuk mempunyai seorang kakak… airin merasa jonah mempunyai semua hal yang didambakan oleh airin… miliki jonah adalah hal yang terindah bagi airin… airin berharap hubungan dengan jonah akan semakin baik… hubungan darah yang gak bisa dipisahkan oleh apapun… airin merasa beruntung mempunyai kakak seperti jonah… tapi jonah masih ragu apa ia bisa menganggap airin sebagai adiknya… tapi jonah berjanji untuk selalu menjaga dan membahagiakan airin… jonah membelai rambut airin… sambil menyebut airin adalah adiknya… airin bersandar di pelukan jonah sambil menangis…

Aldo mulai mencari tara di desa yang citra maksud… aldo menunjukan poto tara pada beberapa orang yang ia temui… berharap ada orang yang pernah meliat tara… aldo putus asa karena gak seoarangpun di desa itu tau keberadaan tara… saat berjalan dengan penuh keputus-asaan… aldo bertemu risdo… risdo menawarkan bantuan… aldo hanya bilang kalo ia mencari seseorang yang gak mungkin ia temukan… saat aldo melangkah pergi meninggalkan risdo… tara keluar membawa minuman untuk aldo… tapi sayangnya… aldo sudah pergi meninggalkan mereka berdua… tara bertanya soal aldo yang baru pergi… tapi jawaban risdo sama sekali gak membuat tara teringat akan aldo… tapi tara bertanya2 dalam hari… sepertinya ia mengenali aldo…

Jonah mengantar airin pulang… airin bertanya apa ia harus mamanggil jonah dengan sebutan kakak… jonah bilang semua itu terserah airin… SaSTHa sempat terkejut melihat kedekatan antara airin dan jonah…

Jonah berjalan dengan SaSTHaSaSTHa bilang kalo ia gembira melihat hubungan jonah dan airin makin membaik… jonah sadar kalo dari dulu dirinya gak bisa menggantikan posisi airin di hati airin… jonah bilang dirinya masih punya harapan untuk membahagiakan airin… SaSTHa sedih mendengar ucapan jonah… SaSTHa merasa kalo mereka berdua senasib… SaSTHa yang selalu menjadi orang nomer 2 di hati jonah…

Di rumah… rena dan levi kuatir menunggu kepulangan aldo… tak lama aldo pulang dengan lesu… aldo menjelaskan kalo ia gak berhasil menemukan tara… aldo langsung masuk ke kamar… levi mendapat penjelas dari renatha… levi sadar benar kalo aldo sangat mencintai tara… aldo terus mengejar tara… dalam hati… levi bertekad juga akan terus mengejar airin…

Ferdi muncul… ferdi berada di areal parkir nada record… ferdi merencanakan sesuatu… ferdi mengempeskan ban depan sebelah kanan mobil yang akan membawa SaSTHa ke suatu acara… otak ferdi dipenuhi rencana yang membuatnya tak henti2nya tersenyum… tak lama SaSTHa dan kat berjalan menuju mobil untuk ke acara promosi… ferdi sempat menyapa SaSTHa dan kat… SaSTHa rupanya masih mengingat ferdi… SaSTHa memperkenalkan ferdi pada kathrine… setelah itu SaSTHa dan kat berpamitan pada ferdi… betapa kecewanya mereka berdua setelah mendapati ban mobil yang akan dipakai kempes… SaSTHa menjadi panik… acara sudah akan dimulai 15 menit lagi… rencana ferdi berhasil… ketika SaSTHa memutuskan untuk naik taksi… ferdi menawarkan diri sebagai pahlawan… kat akhirnya setuju kalo kat pergi bersama ferdi… di dalam mobil… SaSTHa berterima kasih atas kebaikan ferdi… ferdi tersenyum… tak sengaja ia menyebutkan SaSTHa itu adalah miliknya… jelas saja SaSTHa terkejut…

(wuih… SaSTHa kaget… aku juga… berani2nya ferdi ngomong gitu… gak takut ama aku ya??? hehehe)

Meliha SaSTHa terkejut… ferdi lantas memperbaiki ucapannya… SaSTHa menjadi heran dengan tingkah laku ferdi yang rada mencurigakan…

Sebuah pembicaraan per telpon… jonah dan airin… jonah mengingatkan airin untuk ke dokter… jonah minta maap karena gak bisa menemani airin… airin bilang kalo itu bukan masalah… airin keliatan begitu canggung… sama halnya dengan jonah… mereka akhirnya mengakhiri pembicaraan tersebut…

Ketika airin keluar dari rumah… levi nampak tersenyum dari kejauhan… levi mengintai setiap gerak gerik airin… mengikuti airin dari belakang… tanpa disadari airin… levi terus menjaga jarak… terus mengikuti airin… dengan sangat hati2…

SaSTHa selesai dengan acaranya… tampak ferdi masih setia menunggu SaSTHaSaSTHa heran melihat kehadiran ferdi… apalagi ferdi mengatakan kalo dirinya akan mengikuti SaSTHa… layaknya seorang putri… ferdi tak henti2nya menebarkan senyum pada SaSTHa… membuat SaSTHa makin kebingungan…

Akhirnya airin sampai ke rumah sakit… levi masih setia mengikuti airin… airin diperiksa oleh feri di salah satu ruangan… levi mendengar percakapan feri-airin… sambil mengintip dari pintu yang masih terbuka… feri membahas soal tumor di kepala airin yang semakin parah… levi sadar kalo selama ini ia tidak mengetahui soal penyakit parah airin ini… tak sadar levi meneteskan air mata… levi berjalan sambil memikirkan semuanya… hampir terserempet sebuah mobil…

SaSTHa sedang mengikuti aerobik… ferdi masuk ke ruangan tersebut… sambil memanggil2 SaSTHa… instruktur langsung menghentikan latihan… dan menyuruh SaSTHa untuk menemui ferdi… betapa kesalnya SaSTHa melihat ferdi yang selalu membuntutinya… ferdi juga diberi peringatan oleh instruktur itu untuk gak masuk ke ruangan itu kali lain… melihat SaSTHa keluar… ferdi lantas mengejarnya…

Levi menemui kathrine… levi yakin kalo kat tau apa yang terjadi pada airin… levi minta kat cerita padanya… kat meminta levi untuk tidak memaksanya untuk bercerita… levi menjelaskan pada kat kalo levi akan mencintai airin selamanya… levi memohon pada kat untuk memperbaiki hubungannya dengan airin… kat setuju… tapi ia gak mau mengatakan secara langsung pada levi… kat meminta levi untuk menunggu…

Sementara SaSTHa dengan buru2 menuruni tangga… ferdi masih saja mengikutinya… SaSTHa meminta ferdi untuk berhenti mengikutinya juga ke tempat aerobik itu… ferdi minta maap karena gak bisa menahan rasa rindunya pada SaSTHa… ferdi bener2 merasa bersalah… melihat ferdi yang begitu menyesal… SaSTHa jadi merasa kasian… SaSTHa mencoba tersenyum… ferdi menganggap senyuman itu menandakan SaSTHa udah gak marah lagi…

Kat kembali ke tempat levi menunggu… kat menyerahkan recorder pada levi… kat merasa kalo dirinya gak mengingkari janjinya pada airin… levi setuju dengan kata2 kat… setelah itu levi pergi…

(waduh… SaSTHa aerobik lucu… tapi kok kaku yah… tapi yang paling seru liat tampang bete SaSTHa dengan tingkah ferdi yang rada2… cute banget euy…)

SaSTHa meminta ferdi untuk pulang… karena SaSTHa masih harus menyelesaikan tugasnya hari itu… SaSTHa sempat menolak saat ferdi menawarkan diri untuk mengantarkan… dengan alasan pribadi… yang jelas SaSTHa gak suka terus dibuntuti ferdi… ferdi mencoba merayu SaSTHa… tapi SaSTHa tetap ngotot… akhirnya SaSTHa luluh juga… saat melihat ferdi menyulap dirinya menjadi seorang supir taksi… SaSTHa tersenyum… dalam hati… SaSTHa merasa bersalah udah berlaku kasar pada ferdi… betapa senengnya ferdi… SaSTHa mau ikut mobilnya…

Levi berjalan sambil mendengarkan recorder pemberian kat… dalam rekaman itu… kat berbicara pada angin… tentang airin… tentang penyakit airin… tentang semua penderitaan airin… levi jadi tau semuanya tentang airin lewat recorder itu…

Beralih ke suatu tempat… mobil ferdi berhasil mengantarkan SaSTHa ke tempat berikutnya… tak lupa SaSTHa berterimakasih pada ferdi… SaSTHa menyuruh ferdi untuk pulang… karena akan sampai malam di tempat tersebut… ferdi tersenyum setuju… dalam hati… ferdi gembira karena berhasil lebih dekat dengan SaSTHa… ferdi rela melakukan apa aja buat SaSTHa

Sampai akhirnya malam tiba… ferdi masih setia menunggu SaSTHa di tempat yang sama… SaSTHa terkejut dengan itu… SaSTHa sempat mengancam untuk pulang naik taksi… tapi kegigihan ferdi lagi2 meluluhkan hati SaSTHa

Levi selesai mendengar recorder dari kat… levi duduk sambil memikirkan semuanya… levi menyesal karena baru tau tentang masalah yang menimpa airin… levi merasa dirinya kurang perhatian pada airin… levi menyadari wajah airin yang semakin pucat… sinar mata airin yang semakin redup… levi merasa bersalah karena telah salah mengerti soal airin… levi berjanji untuk tidak akan meninggalkan airin… levi ingin airin menjadi miliknya…

(wahhh… senengnya… SaSTHa sering muncul… scene2 SaSTHa bersama ferdi cukup menghiburku… melihat SaSTHa yang kadang kesal… trus senyum2… wahhh… imutnya…)

Ke sebuah pasar tradisional… tara sedang mencari2 sayur bayam… beralih dari 1 penjual ke penjual lainnya… dalam waktu yang relatif dekat… nampak aldo baru tiba di pasar tersebut… aldo bertanya pada beberapa orang di sana… sambil menunjukan poto tara di tangannya… seorang ibu penjual menunjukan aldo ke arah tempat tara mencari bayam… aldo segera ke sana… celakanya tara baru saja pergi ketika aldo datang… lagi2 aldo kehilangan jejak… tara hampir saja tersenggol oleh mobil yang membawa aldo ke pasar itu… setelah terdiam untuk beberapa saat… tara langsung pergi… pengemudi mobil sempat melihat wajah tara ketika ia meminta maap… dan tak lama setelah kejadian itu… aldo datang… poto yang dibawa aldo sempat terlihat oleh orang yang membawa aldo… karena berpikir kalo yang baru aja ia temui itu hanyalah orang di desa setempat… ia enggan menceritakan hal itu pada aldo…

Di taman biasa… rena melukis seoran wanita… pelan2 andre datang menemuinya… dalam hati… andre meminta maap pada rena atas semua perbuatan yang pernah dilakukannya pada rena… andre berada di sebelah rena tepat setelah rena menerima uang dari wanita yang dilukisnya… andre menawarkan diri untuk membantu rena mengemasi peralatan lukisnya… rena masih marah… rena menolak bantuan yang diberikan andre… andre langsuing memohon maap pada rena… mengajak rena untuk kembali berteman… rena malah mengatakan kalo hari itu adalah hari terakhir buat mereka untuk bicara… rena udah gak peduli sama andre… rena meninggalkan andre yang hanya bisa menerima semua ucapan renatha…

(gak ada SaSTHa… gak seru…)

Teman2 andre memandangi wajah sahabatnya itu yang sedang kusut… mereka tertawa melihat andre yang keliatan sangat bimbang… langsung meninggalkan andre sendirian… andre masih duduk tanpa berkata2 sedikitpun… dalam hati… andre sadar betul betapa besar kesalahannya pada rena… andre berharap untuk memulai semuanya dengan rena… bahkan andre berharap untuk jadi kekasih renatha…

Di sebuah salon… airin baru aja selesai di-creambath… airin hanya tersenyum melihat tingkah pelayan salon yang ‘tak biasa’… sementara jonah yang sedang membaca majalah gak bisa menahan senyumnya ketika si pelayan salon membicarakan soal dirinya dengan airin… bahkan pelayan itu sempat menggoda jonah yang jelas memancing tawa dari airin… yang disambut hal serupa dari jonah…

Airin dan jonah berjalan pulang dari salon… jonah senang melihat airin yang terlihat lebih segar setelah perawatan di salon… secara tak sadar… jonah langsung menggandeng tangan airin… jonah tersentak sadar… jonah meminta maap pada airin… karena jonah masih menganggap airin adalah kekasihnya… airin mengerti perasaan jonah… semua terjadi begitu cepat… semua butuh waktu… airin merasa kalo gak ada yang aneh jika adik-kakak bergandengan tangan… jonah bener2 gak bisa menerima semua kenyataan yang ada… airin mencoba mengingatkan jonah pada SaSTHa… jonah gak menjawab… hanya meraih kembali tangan airin sambil melanjutkan langkahnya…

(SaSTHa gak ada lagi euy…)

Airin dan jonah tiba di rumah… kat menyambutnya… kat gembira menerima martabak sebagai oleh2 dari mereka berdua… jonah pamit pulang… airin dan kat duduk di ruang tamu… sambil mencoba mencicipi martabak yang ada… kat mencoba bertanya tentang kedekatan airin dan jonah… tapi kat bener2 sulit untuk merangkai pertanyaan tersebut… untung saja airin mengerti… airin menjelaskan kalo jonah sedang berusaha untuk menyayangi airin sebagai adiknya… kat tersenyum ketika airin mengemukakan maksud jonah untuk memperbaiki hubungannya dengan SaSTHa

Sementara di rumah… jonah berbaring di sebuah sofa… sambil memikirkan hubungannya dengan airin… jonah merasa kalo selama ini cintanya gak punya tempat untuk berteduh… jonah masih belum bisa menerima airin sebagai adiknya… jonah berharap SaSTHa lah yang jadi adik untuknya… jonah bingung bagaimana mencintai airin sebagai adiknya…

Keesokan pagi… airin mendapat telpon dari thea… thea mengajak airin untuk keluar pada sore hari… airin minta SaSTHa untuk ikut… tapi thea hanya ingin pergi berdua dengan airin dengan alasan yang biasa diucapkannya… airin setuju… thea mengakhiri pembicaraan…

Setelah menutup telpon… jonah datang pada thea… jonah menyampaikan maksudnya untuk kembali menangani SaSTHa… jonah bilang itu adalah janinya pada airin… untuk membuat SaSTHa sukses… thea minta maap karena kesalahan yang pernah diperbuatnya… thea setuju jika jonah kembali mengurus SaSTHa… jonah tersenyum gembira…

Airin dan thea sedang makan bersama… thea mengemukakan rencana untuk keliling eropa minggu depan… airin ingin menolak… tapi airin tidak bicara langsung… airin langsung mohon diri… meninggalkan thea yang heran melihat sikap airin tersebut…

Dalam perjalanan pulang… airin menyesali tindakannya pada thea… sebenernya airin hanya gak ingin melihat SaSTHa bersedih dengan kedekatan mereka berdua… karena tidak melihat arah jalannya… tak sengaja… airin menabrak seseorang yang berjalan di depannya… airin minta maap… dan langsung terkejut setelah menyadari kalo orang itu adalah levi… levi menawarkan diri untuk mengantar pulang… airin bingung bagaimana bisa levi tau keberadaannya… airin marah karena merasa dimata2i levi… airin bilang kalo ia bisa pulang sendiri… levi berusaha menahan airin… levi mengungkapkan perasaan cintanya pada airin… airin gak peduli… airin tetap pergi…

Tak lama setelah airin menjauh dari levi… ada sebuah sepeda motor yang meyenggol levi hingga terjatuh… levi berteriak kesakitan sebelum akhirnya tak berdaya… airin panik dan langsung berlari ke arah levi… airin menangis… meminta levi untuk bangun dan tidak meninggalkannya…

(SaSTHa belum ada juga… padahal ini udah epi baru lagi…)

Airin masih berusaha untuk menyadarkan levi… tapi levi masih belum memberikan respon apa2… airin bilang kalo ia mencintai levi… spontan levi menjawab kalo dirinya juga mencintai airin dan gak akan meninggalkan airin… levi lalu tertawa… airin marah2 karena merasa dibohongi… levi gembira telah mengetahui perasaan airin terhadapnya… airin gak bisa menahan senyumnya ketika melihat levi tertawa… akhirnya mereka berdua berpelukan…

Jonah mengajak SaSTHa ketemuan… jonah memberitahu SaSTHa… thea setuju kalo jonah dan SaSTHa kembali bekerja dalam 1 tim… SaSTHa tersenyum manis mendengarnya… jonah menceritakan kalo membimbing SaSTHa itu membuat dirinya punya tujuan hidup yang lebih jelas… lalu jonah bertanya… apa SaSTHa mau bekerja sama lagi… SaSTHa setuju…

Kembalinya kerja sama SaSTHa-jonah memancing wartawan untuk melakukan interview… thea mengemukakan harapan yang besar untuk kerjasama SaSTHa dan jonah… wartawan punya pertanyaan menarik yang ditujukan jonah… apa jonah menjalin hubungan dengan SaSTHa setelah gagal menikah… pertanyaan tersebut disambut oleh senyum dari SaSTHa dan jonah… jonah menegaskan kalo sekarang ia mempunyai hubungan yang dekat dengan SaSTHaSaSTHa gak bisa menyembunyikan senyumnya saat jonah menjawab seperti itu… kemudian mereka meninggalkan para wartawan…

SaSTHa dan jonah masuk ke ruangan thea… thea meminta maap pada SaSTHa karena dulu pernah berusaha memisahkan SaSTHa dengan jonah… tapi thea berharap kolaborasi mereka berdua akan menghasilkan album yang sukses… thea mengambil sebuah bungkusan dan menyerahkan pada SaSTHaSaSTHa salah menyangka… SaSTHa kira bungkusan itu untuknya… tapi thea menjelaskan kalo ia ingin menitipkan itu pada SaSTHa untuk diberikan pada airin… dalam hati… SaSTHa merasa bodoh… karena menganggap thea masih memberikan perhatian padanya… SaSTHa gak akan berharap banyak lagi dari thea…

Sementara di rumah… ferdi merasa kesal dengan berita kedekatan SaSTHa dengan jonah… ferdi berjanji… gak akan membiarkan hubungan SaSTHa dengan jonah terus berlanjut… berkali2 ia mengatakan hal tersebut… lalu ferdi meremas surat kabar yang memuat berita itu…

Rena berjalan dengan terburu2… rupanya andre sedang mengikutinya… andre menahan rena… rena malah marah pada andre… andre mengungkapkan penyesalan atas segala perlakuannya pada rena… andre meminta maap sambil memberikan mawar pada rena… rena tidak lantas menerima mawar tersebut… rena mengambil mawar itu kemudian dilemparkannya ke arah andre… lalu rena meminta andre untuk tidak mengganggunya lagi… rena pergi…

(SaSTHa kayaknya GR banget pas jonah jawab pertanyaan wartawan… tapi sayang langsung sedih menyadari perhatian thea pada airin…)

Thea sedang mengobrol dengan airin… SaSTHa melihatnya… thea mengajak airin untuk tinggal serumah dengannya… airin langsung teringat dengan kata2 SaSTHa tentang hal tersebut… airin mencoba menolak dengan halus… SaSTHa menjadi alasan airin untuk gak mau menuruti thea… sepertinya thea cukup kesal karena airin selalu menjadikan SaSTHa sebagai alasan… thea malah bilang kalo airinlah putri thea bukan SaSTHa…… SaSTHa terkejut begitu mendengar perkataan thea… kat sempat memanggil SaSTHa… membuat thea dan airin sadar akan kehadiran SaSTHaSaSTHa kemudian pergi dengan wajah kecewa… semua orang bingung… dalam hati… airin meminta maap… dan berjanji untuk tidak akan pernah mengorbankan kebahagiaan SaSTHa

SaSTHa berjalan meratapi nasibnya… yang selalu menjadi orang nomer 2 di hati setiap orang… SaSTHa merasa selalu di bawah bayang2 orang lain…

Esok hari… jonah datang menjemput airin… jonah gak sengaja merangkul airin… sampai akhirnya jonah sadar dan meminta maap pada airin… airin tersenyum mengerti… airin bilang kalo gak masalah sepasang kakak-adik berangkulan… dalam hati… jonah merasa kalo dirinya sangat membenci kata2 kakak-adik…

Mereka berdua sampai ke makam eric… airin minta jonah menceritakan tentang eric… selama ini airin hanya bisa membayangkan dan berkhayal tentang eric… jonah bilang eric adalah orang yang bijaksana… seorang yang pandai bermain musik… airin menyadari kalo bakat eric itu menurun pada jonah… jonah merasa bahagia bisa membagi kenangan tentang eric dengan airin…

Sementara di tempat lain… andre tampak sedang melamun… teman2 andre lantas bisa menebak kalo andre sedang memikirkan renatha… mereka merasa aneh dengan sikap andre yang dulu sangat membenci renatha… tapi sekarang malah terbalik… teman2 andre memberikan semangat pada andre untuk memperjuangkan cintanya… teman2 andre siap membantu…

Rencana mulai dijalankan… salah seorang teman andre datang ke rumah rena… memberitakan kalo andre mangalami kecelakaan… jelas saja berita itu membuat rena terkejut… rena bergegas untuk ikut menjenguk andre…

Rena bingung ketika teman andre itu membawanya ke sebuah tempat yang berhiaskan cahaya lampu membentuk sebuah ungkapan ‘i love u’… tanpa memberikan penjelasan… teman andre itu langsung meminta rena untuk menunggu sebentar… tak lama kemudian andre muncul dari belakang renatha… andre menjelaskan kalo dirinya terpaksa membohongi rena… dengan alasan agar rena mau diajak bicara… andre menunjukan semua hiasan yang dibuatnya sebagai ungakapan maaf pada rena… andre lantas meminta rena untuk menjadi pacar rena… bukan jawaban yang didapat andre… rena malah menampar pipi andre…

(untuk sekian kalinya SaSTHa merasa dinomer-duakan… sedih banget liat SaSTHa yang gak henti2nya menangis…)

Rena marah pada andre… rena merasa andre selalu mempermainkan perasaannya… rena mendorong andre dan langsung pergi…

Di sebuah meeting NER… danny menjelaskan tentang keuntungan yang didapat dari penjualan album andre… di depan levi… dion dan dian… kenaikan penjualan sebesar 80% adalah faktor membuat keuntungan… bukannya menyimak… levi malah mengenang peristiwa malam kemarin dengan airin… danny mencoba menyadarkan levi… danny menjelaskan kembali ucapannya… tak lama… ada seorang kurir menyampaikan pesanan bunga levi… dion langsung menggoda levi… dian hanya diam saja sambil bertanya2 dalam hati…

Levi berjalan sambil memegang bunga… dian mengikuti levi dari belakang… dalam hati… dian bertanya2 kemana levi akan pergi…

Di area parkir nada record… ferdi menemui SaSTHa… muka SaSTHa berubah jadi gak karuan setelah melihat ferdi… ferdi bertanya apa SaSTHa akan kembali bekerja sama dengan jonah… SaSTHa menjawab iya dengan judes… ferdi berusaha mencegah niat SaSTHa tersebut… mengatas-namakan dirinya sebagai fans SaSTHaSaSTHa langsung marah… SaSTHa membela jonah… tak lama kemudian jonah datang… tanpa memperkenalkan ferdi pada jonah… SaSTHa pamit untuk pergi dengan jonah… wajah SaSTHa terlihat begitu ceria ketika bersama jonah…ferdi pergi dengan muka penuh kebencian… SaSTHa bilang kalo ferdi itu orang gi-la ketika jonah bertanya…

Di rumah… ferdi memandangi poto SaSTHa bersama jonah… ferdi berniat untuk mencegah SaSTHa untuk kembali bersama jonah… ferdi lantas merobek2 poto tersebut… sambil mengatakan kalo SaSTHa itu hanya miliknya…

(wuihhh… SaSTHa semangat banget bikin orang cemburu… asal kamu tau yah SaSTHa… yang cemburu ngeliat kamu deket ama jonah itu bukan hanya ferdi… tapi aku juga… hehehe…)

Airin sedang berjalan sendirian… levi berlari mengejar sambil menunjukan bunga yang dibawanya pada airin… airin germbira menerima bunga itu… levi lantas mengajak airin untuk pergi makan bersama… dian yang melihat kejadian itu semua lantas bersedih… dian sadar kalo hubungan airin dan levi telah membaik…

Airin dan levi bermain bersama… main sepeda berdua… dalam hati… airin ingin terus merasakan kebahagiaan seperti itu… lain halnya dalam hati levi… levi bilang kalo airin gak boleh mati… levi gak bisa hidup tanpa airin…

Setelah seharian bermain… levi dan airin makan di sebuah restoran… airin bertanya apa yang membuat levi berubah… levi bilang kalo dirinya gak ingin berpisah dengan airin… airin menunduk sambil berkata kalo semuanya sudah terlambat… tapi levi punya pendapat berbeda… levi menarik semua ucapannya dulu… levi gak mau pisah dengan airin… levi bilang kalo pada akhirnya mereka berdua akan bersama… karena levi dan airin saling cinta… levi tersenyum… airin sempat makan suapan dari levi… levi tak henti2nya tersenyum akan kebersamaannya dengan airin… mereka berdua sempat berpoto sebanyak 2 kali… 1 diambil levi… yang lainnya diambil airin…

(scene singkat… tentang cinta airin dan levi yang membaik… dan SaSTHa gak ada…)

Levi mengantarkan airin pulang… levi gembira karena bisa mengantar airin pulang… menemani airin berjalan… levi bilang kalo ingin selalu menghabiskan waktu bersama airin… airin mencoba menghindar… sambil mencegah levi berharap berlebihan… airin merasa kalo dirinya akan mengecewakan levi… tapi airin tidak menjelaskan semuanya ketika levi balik bertanya… levi langsung teringat akan recorder yang diberikan kathrine… levi sebenernya tau apa alasan airin… tapi levi kecewa karena airin gak mau membagi kesedihan dengannya…

Akhirnya mereka berdua sampai di rumah… airin berterima kasih atas semua kebaikan levi… sebelum masuk ke dalam… airin mengucapkan selamat tinggal… tapi levi membalas dengan ucapan sampai ketemu lagi… levi mengatakan kalo dirinya akan selalu datang pada airin… levi berjanji untuk mengantar airin kemanapun airin pergi… airin menangis dan langsung masuk ke dalam rumah…

Di dalam kamarnya… airin kembali memandangi potonya bersama levi sewaktu di restoran… airin merasa kalo pertemuannya dengan levi itu bagaikan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan… airin sebenarnya udah berusaha keras untuk melupakan levi… tapi levi datang lagi dengan membawa segenap cinta untuk airin… airin bingung harus berbuat apa… kemudian airin terserang sakit kepala… dan jatuh tak sadarkan diri di lantai…

Bersambung…

Gak ada komen… abisnya kebanyakan… hehehe…

Yah… semoga review ini masih berguna ya…

Peace,
RosikA

ReVieW-NYa CiNCiN ePi 70 n 71

May 17th, 2006 by rosika

Ini review borongan epi 70 n 71… Senin, 15 Mei 2006 and Selasa, 16 Mei 2006…

SaSTHa bergegas untuk pulang ke jakarta…thea menahan SaSTHa… karena banyak pers yang sudah menunggu SaSTHa untuk melakukan wawancara… SaSTHa berkeras dengan menerangkan kalo ia memiliki masalah yang lebih penting dari semua itu… sementara thea berusaha meyakinkan SaSTHa… apa ada masalah yang lebih penting daripada karirnya… SaSTHa langsung berkata kalo airin akan segera menikah dengan jonah esok hari… hal ini jelas membuat thea terkejut… apalagi sewaktu SaSTHa menunjukan undangan jonah-airin dari dalam tasnya… betapa terkejutnya thea karena baru sadar bahwa SaSTHa itu bukan airin… thea tau kalo airin akan segera menikah dengan kakak tirinya…

Thea akhirnya tersadar… thea mengatakan pasa SaSTHa kalo semua itu harus dicegah secepatnya… ketika claudia datang untuk meminta SaSTHa dan thea untuk datang ke pers confference… thea malah meminta claudia untuk segera menyiapkan mobil… claudia yang kebingungan pun menuruti permintaan thea…

Di rumah… airin dan kat sedang membahas pernikahan airin pada esok hari… saat kat membicarakan acara yang lazimnya dilakukan oleh pihak keluarga mempelai sebelum menikah… airin termenung… lalu berkata kalo dirinya tidak punya keluarga untuk mengadakan acara2 seperti yang kat maksud… tapi airin merasa beruntung karena kat selalu setia menemaninya… kat tersenyum… kat lalu bertanya apa menikah dengan jonah adalah keputusan terbaik dari airin… seandainya usianya bisa lebih panjang… airin pasti ada kesempatan untuk memilih… yang jelas airin merasa sangat beruntung karena jonah ingin menikahinya dengan kondisinya sekarang… melihat airin menangis… kat lalu memeluk dan menghibur airin…

Tiba2 terdengar suara ketukan dari pintu pagar… dilanjutkan dengan suara levi… airin langsung yakin kalo itu suara levi… ia mengintip dari jendela depan… airin mencoba masuk kembali ke kamarnya… merasa gak mampu untuk menemui levi… tapi kat menahan airin… kat sadar betul kalo airin masih mencintai levi… kat meminta airin untuk menemui levi… setidaknya itu akan meringankan luka hati levi setelah keputusan airin untuk menikah dengan jonah… airin masih belum bisa berkata apa2…

(Walau Cuma ulangan epi lalu… tapi aku tetap seneng bisa liat SaSTHa di scene awal… kalo levi manjat pagar mungkin lebih seru… or buka aja gerbangnya… kayaknya gak digembok tuh… hehehe…)

Levi masih memohon airin untuk membuka pintu… dan orang yang levi harapkan keluar dari rumah… wajah levi tersenyum ketika airin membukakan pintu untuknya… levi sulit untuk berbicara… sampai2 airin mengancam untuk segera masuk ke dalam rumah… spontan… levi menahan tangan airin… levi meminta airin untuk memberikan sedikit untuk bicara… airin setuju… levi pun membawa airin ke suatu tempat…

Sementara SaSTHa dan thea mendapatkan masalah dalam perjalanannya menuju airport… mobil yang ditumpanginya mogok… untungnya mereka berdua bisa menumpang mobil box barang yang kebetulan sedang lewat…

Levi dan airin tiba di suatu taman… levi bener2 gak bisa menyembunyikan air matanya dari airin… sekali lagi airin mengancam untuk pergi… levi kembali menahannya… levi bilang apapun akan ia lakukan… asal airin mau kembali kepadanya… levi sama sekali tidak membantah ketika airin bilang kalo levi itu udah gi-la… karena cintanya pada airin lah yang membuat levi jadi seperti itu… levi meletakan tangan airin tepat di hatinya… levi mengatakan kalo telah terluka parah di tempat itu… levi meminta airin untuk kembali padanya dan membatalkan pernikahannya… levi memeluk airin dengan sangat erat sambil berkata bahwa dirinya sangat mencintai airin… berharap agar airin mau mengatakan hal yang sama… airin lantas melepaskan pelukan levi… airin bilang kalo dulu dirinya sangat mencintai levi… airin pun pergi meninggalkan levi… levi hanya bisa menangis melihat kepergian airin… berkali2 levi meneriakan nama airin…

(scene yang hanya ada airin dan levi… aku sadar betul kalo scene seperti ini bakal sering terjadi… sedihnya… SaSTHa gak ada…)

Levi terduduk lesu di dalam kamarnya… rena datang untuk menghibur levi… levi bilang kalo dirinya telah kalah dari jonah… tapi levi bilang kalo ia akan kalah seperti yang airin inginkan… untuk menjadi pe-cundang yang melihat musuhnya menang di depan mata kepalanya sendiri… levi ingin memastikan kekalahannya dan kebahagiaan untuk airin…

Ahirnya… SaSTHa dan thea sampe ke tempat tujuan… setelah berterima kasih pada supir mobil box yang baik hati… mereka berdua bergegas menuju bandara…

Keesokan harinya… pernikaan jonah dan airin sudah di depan mata… kathrine membantu jonah merapikan pakaiannya… kat minta jonah berjanji untuk gak akan membuat kat menyesal dengan mempercayakan airin pada jonah… jonah bilang kalo kat gak bakal menyesal karena jonah akan menjadikan airin sebagai pengantin yang paling berbahagia… ucapan jonah membuat kat tersenyum…

Masjid yang menjadi tempat upacara pernikahan mulai dipenuhi oleh undangan… di kamar rias… airin masih memikirkan kata2 levi yang memintanya untuk mengatakan cinta pada levi… dalam hati airin mengakui kalo karena cintanya pada levi… airin rela melepaskan levi…

Tempat acara makin ramai… aldo dan rena berpasangan berjalan beriringan… diikuti levi bersama dian… levi keliatannya kurang merasa nyaman akan kehadiran dian… rene meminta levi dan dian agar tampak lebih mesra… semua rena lakukan agar levi gak kehilangan muka di depan orang2… dian bingung… sedang levi mencoba menuruti apa kata rena…

Jonah duduk di depan penghulu… jonah keliatan agak grogi… mencoba tenang dengan menebarkan senyuman pada semua orang yang hadir… tapi senyum jonah berhenti ketika menyadari kehadiran levi di tempat itu… tak berapa lama… airin memasuki tempat peresmian pernikahan… diiringi kat… airin berjalan dengan sangat anggun dibalut kebaya coklat yang udah jadi pilihannya sejak lama… airin yang tersenyum… menda-dak terpaku setelah melihat levi yang terus memandanginya dari belakang barisan tamu…

Airin masih terpaku melihat levi… sama halnya dengan levi… sedang jonah menyadari semua yang terjadi antara airin-levi… wajah jonah dipenuhi dengan tanda tanya… kat berusaha menyadarkan airin untuk melanjutkan prosesi pernikahan… tiba2 airin pingsan… kat mencoba menahan tubuh airin yang hampir rebah… levi bergegas menjangkau airin… tidak berbeda dengan jonah… levi sampai lebih dulu… lalu kembali ke tempat setelah melihat jonah memandanginya dengan cukup dingin… jonah lalu ikut mendampingi airin sampai duduk di pelaminan…

Ketika penghulu sedang memperkenalkan saksi pada kedua mempelai… levi terhanyut dalam khayalannya… levi merasa seakan2 dirinya yang sedang bersanding dengan airin… sampai akhirnya levi tersadar… tau kalo semua hanya halusinasinya aja… levi mulai gelisah… ia tak bisa mengendalikan diri… levi berlari keluar dan sempat menabrak pintu… levi sempat berbalik dan memperlihatkan wajah penuh kesedihannya pada airin… airin yang bingung langsung memanggil nama levi… sedang levi terus berlalu begitu aja… dian menyusul levi… levi bilang kalo dirinya gak sanggup melihat semuanya… dian melarang rena untuk ikut mengejar… dian lah yang ikut berlari membuntuti levi… airin yang masih terus memandangi levi sadar ketika jonah menegurnya… levi berlari dengan penuh kegalauan… sampai2 levi sempat terjatuh beberapakali dan kembali menlanjutkan larinya… levi juga sempat mengusir dian… tapi dian berkeras untuk mengikuti levi…

Prosesi pernikahan dilanjutkan… saat penghulu sedang membacakan sumpah… terdengar suara SaSTHa yang menginkan prosesi segera dihentikan… perhatian seisi ruangan lalu terjutu pada SaSTHa dan thea yang ada di belakang SaSTHa… jonah dan airin nampak kebingungan… apalagi saat SaSTHa mengatakan kalo mereka berdua gak boleh menikah…

(aku meneteskan air mata ketika menyaksikan SaSTHa berlari dengan sekuat tenaga untuk mencegah pernikahan airin-jonah… entah kenapa… tapi emosi yang coba disampaikan SaSTHa bener2 mengena di hatiku…)

SaSTHa kembali menegaskan kalo airin dan jonah gak boleh menikah… kat coba menenangkan SaSTHa… kat tau betul kalo SaSTHa masih mencintai jonah… tapi SaSTHa menjelaskan kalo bukan itu pokok permasalahan yang ada… SaSTHa bilang kalo jonah dan airin itu kakak adik… jonah dan airin terperangah mendengar ucapan SaSTHa… disusul oleh aldo… apalagi kemudian thea datang pada airin dan menjelaskan semuanya… thea mengaku kalo dirinya adalah ibu dari airin… thea menunjukan cincin yang pernah ditinggalkannya pada airin saat masih di panti asuhan… cincin yang akan mempertemukan airin dengan thea…

Airin menda-dak lemas… seakan gak percaya dengan apa yang diceritakan thea… jonah bilang kalo ia bukan anak thea… thea menjelaskan pada jonah kalo dirinya adalah istri kedua dari eric… dan airin adalah putri kandung hasil pernikahannya dengan eric… jonah lantas berlari meninggalkan ruang pernikahan… airin ikut mengejarnya… jonah duduk kebingungan… berusaha menerima kenyataan yang ada… ketika melihat airin memanggil namanya… jonah malah pergi dengan menumpang angkutan umum yang kebetulan melintas… air mata tak surut dari mata jonah… sedang airin pun jatuh tak sadarkan diri… SaSTHa… thea dan kat berusaha menyadarkan airin… sedang jonah masih saja menangis dalam perjalanan pulangnya… sambil memikirkan kembali kata2 thea… jonah gak menyangka kalo telah mencintai adiknya sendiri…

Levi melompat naik ke bak sebuah pick-up… diikuti oleh dian yang juga ikut ke bak yang sama… levi sempat membantu dian yang hampir terjatuh… levi masih menyesali pernikahan airin-jonah… seakan2 levi gak mendengar suara dian yang terus memanggil2nya… pick-up yang membawa levi akhirnya sampai ke sebuah pedesaan…

SaSTHa… kat dan thea membawa airin pulang ke rumah… thea menangisi keadaan airin yang begitu menyedihkan… kat sempat meminta thea untuk pulang dengan alasan agar tidak menambah beban pikiran airin… thea menolak karena merasa ia adalah ibu kandung airin… thea sempat bertanya tentang sakit yang diderita airin pada SaSTHaSaSTHa tidak menjawab… SaSTHa hanya meminta thea memberikan waktu untuk airin berpikir… thea memohon untuk tetap menunggui airin… thea menangis…

Lain halnya keadaan di rumah levi… renatha nampak kebingungan karena belum bisa menghubungi levi… aldo juga kuatir akan keadaan levi…

SaSTHa ada di sebuah taman… SaSTHa menangis… SaSTHa merasa kalo nasib airin itu sangatlah beruntung… mempunyai thea sebagai mamanya… dicintai oleh jonah… SaSTHa bener2 bingung harus berbuat apa setelah mengetahui kalo jonah dan airin itu bersaudara…

Keadaan jonah bener2 hancur… jonah kembali pada kebiasaannya meminum alkohol… jonah gak bisa terima dengan kenyataan soal airin… jonah sangat mencintai airin… jonah lalu memecahkan gelas minuman dengan tangannya… ini membuat jari jonah terluka… jonah menangis dengan tangan yang berlumuran darah…

Kembali ke tempat dian dan levi… pengemudi pick-up meminta mereka berdua untuk segera turun… dian membangunkan levi yang sedang tertidur… dian pun membantu levi untuk turun dari pick-up tersebut… keadaan levi masih belum pulih benar… mereka berdua memutuskan untuk singgah di sebuah gubuk kosong terdekat… dian membantu levi berjalan menuju gubuk itu…

Di rumah kat… thea masih setia menemani airin… berkali2 memanggil nama airin guna menyadarkan airin… tak lama airin tersadar… airin terkejut dengan kehadiran thea… thea berusaha meyakinkan airin kalo dirinya adalah ibu kandung airin… airin sempat memanggil thea dengan sebutan mama… tapi airin menepis tangan thea ketika mencoba memegang wajahnya… airin mempertanyakan kenapa thea tidak datang menjemputnya di panti… padahal airin sangat mengharapkan… thea meminta maap pada airin atas semua kesalahannya… thea berjanji untuk menebus semuanya… airin malah terpikir soal jonah… airin berlari keluar kamar…meninggalkan thea sendirian…

(salah satu scene terpanjang yang pernah ada di CiNCiN… SaSTHa keliatan begitu terpukul… menerima kenyataan kalo thea adalah ibu kandung airin… sedih sekali melihat SaSTHa menangis…)

SaSTHa mendatangi rumah jonah… mencoba memeriksa keadaan jonah… berkali2 SaSTHa mengetuk2 pintu rumah jonah… tapi SaSTHa gak mendapatkan jawaban dari jonah… di dalam jonah masih berlumuran darah… jonah menyuruh SaSTHa untuk pergi… jonah membentak SaSTHa dengan sangat kasar… SaSTHa bersandar di pintu rumah… masih berharap jonah untuk membukakan pintu untuknya… tapi jonah malah menendang pintu dari dalam sehingga kepala SaSTHa terbentur dengan cukup keras… SaSTHa kembali menangis…

Airin datang… airin mencoba memohon jonah untuk membuka pintu… suara jonah terdengar berbeda setelah tau airin ada di depan rumahnya… jonah bersandar di pintu sambil merintih kesakitan karena luka hati dan tangannya… airin masih memohon… jonah berkata kalo saat sekarang jonah belum siap untuk bertemu dengan airin… airin ikut duduk bersandar di pintu luar rumah jonah… hati mereka berdua seperti hanya terpisah oleh sebuah pintu… airin meminta waktu pada jonah untuk bicara…

Kondisi levi di gubuk masih belum membaik… levi menolak dian yang mencoba menyentuhnya… dian menyadari kalo levi sangat mecintai airin… dian merasa kalo perasaan hancur di hati levi itu sama seperti perasaan hancurnya pada levi…

Jonah akhirnya sadar dari pengaruh minumannya… jonah lantas membersihkan pintu dan lantai yang terkena darah dari tangannya… jonah kembali mengingat kata2 thea tentang kenyataan kalo airin adalah adiknya… jonah seakan gak percaya kalo dirinya telah mencintai adiknya sendiri… jonah memutuskan untuk menemui thea…

Thea meminta maap pada jonah karena telah merahasiakan kebenaran ini sejak lama… jonah kecewa karena thea telah berpura2 baik kalo ternyata thea adalah perusak rumah tangga orangtuanya… ditambah lagi dengan kenyataan kalo airin adalah putri thea… thea gak mau menyalahkan diri sendiri kalo dirinya dan tara mencintai eric… thea juga gak menyangka kalo jonah mencintai adik kandungnya sendiri…

Thea kemudian menjelaskan kenapa dirinya pernah berusaha memisahkan jonah dengan SaSTHa… karena pada saat itu thea menyangka SaSTHa yang memakai cincin pemberiannya adalah airin… tapi thea baru sadar kalo airin adalah kakak angkat dari SaSTHa… jonah menjelaskan betapa besar cinta yang dimilikinya untuk airin… jonah menyesalkan hubungan darah yang ada… jonah meminta thea memberitahukan apa yang harus jonah lakukan… thea hanya bisa meminta maap pada jonah…

(kesedihan di wajah SaSTHa masih bisa kurasakan… padahal aku udah liat di epi lalu… aku masih ikut merasakan betapa hancurnya perasaan SaSTHa akan sikap kasar jonah…)

SaSTHa bermaksud untuk mengembalikan cincin pemberian thea pada airin… SaSTHa merasa kalo dirinya gak berhak menyimpan cincin pemberian thea yang tak lain adalah mama airin… SaSTHa bilang kalo airin sangat beruntung memiliki mama seperti thea.. thea adalah orang yang sangat baik… SaSTHa berkeyakinan kalo airin akan meninggalkannya dan lebih memilih untuk tinggal di rumah thea… airin menjelaskan kalo dirinya akan lebih senang kalo SaSTHa menyimpan kembali cincin tersebut… airin mengakui kalo dulu pernah mengatakan kalo cincin itu sangat berharga baginya… tapi sekarang airin merasa kalo SaSTHa lebih berharga daripada cincin itu… airin berpikir… untuk apa punya seorang mama kalo SaSTHa gak bahagia… sejak dulu airin sudah terbiasa hidup dalam kesendirian… airin merasa kalo hanya memiliki SaSTHa dalam hidupnya… seandainya bisa merubah segalanya… airin lebih memilih kalo thea adalah mama SaSTHa… tapi airin yakin kalo thea akan menyayangi SaSTHa juga… karena SaSTHa pantas untuk disayangi… airin lalu memakaikan cincin pada SaSTHa… mereka lalu berpelukan…

Rena masih merasa kesal… karena belum berhasil menghubungi levi… rena mengatakan pada aldo kalo dirinya gak bisa menelpon handphone levi… rena yakin kalo levi masih berpikir kalo pernikahan jonah-airin sudah terjadi… aldo bilang pada rena… levi itu sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri… levi hanya butuh waktu untuk meredakan kesedihannya…

Kembali ke gubuk… levi terbangun dari tidurnya… levi melihat dian sedang tidur di sampingnya… levi lalu menyelimuti dian dengan jas miliknya… levi melihat keluar gubuk… levi berpikir kalo airin dan jonah sudah menikah… levi menyalahkan diri sendiri karena gagal mempertahankan airin…

Pagi hari… dian bangun lebih dulu… melihat levi masih tertidur… dian menyelimuti levi dengan jasnya… karena berpikir levi akan lapar setelah terbangun… dian memutuskan untuk pergi membeli makanan… di saat yang hampir bersamaan… tara dan nino berpamitan pada risdo untuk pergi ke pasar… seperti yang dapat diduga sebelumnya… tara nampak berbelanja di sebelah dian… nino berlari karena ingin dibelikan jeruk oleh tara… tanpa disengaja… nino akhirnya menabrak dian hingga terjatuh… tara segera meminta maap dan membantu dian untuk berdiri… baju dian kotor… karena disuruh tara… akhirnya nino meminta maap pada dian… tara menawarkan dian untuk ikut ke rumah untuk bertukar pakaian… dian setuju…

(momen yang sangat tak terlupakan… pada saat SaSTHa memberikan cincin pada airin… aku sampe gak berbuat apa2 selain meneteskan air mata…)

Dian selesai berganti baju… baju tara nampak begitu besar untuk dian… tapi dian gak mempermasalahkannya… tara menyadari kalo dian adalah orang baru di kampung itu… dian menjelaskan kalo dirinya dan temannya dari jakarta dan sekarang tinggal di gubuk kosong dekat pasar pagi… tara menawarkan pada dian untuk tinggal di rumah risdo… dian menolak dengan halus… dian hanya minta baju untuk diberikan pada levi… karena akan menuju arah yang sama… tara bersedia untuk mengantarkan dian ke gubuk…

Sesampainya di gubuk… dian sempat menawarkan tara untuk ikut masuk… tapi karena nino gak mau… tara terpaksa mengurungkan niatnya untuk masuk… tara kemudian memanggil nino yang sudah lebih dulu lari meninggalkan tempat tersebut… tara segera mengejar nino… suara tara rupanya membangunkan tidur levi… levi keluar gubuk untuk memastikan suara yang didengarnya… levi hanya menemukan dian sendirian di luar… dian menjelaskan kalo ada seorang ibu yang berbaik hati mengantarkannya… dian juga memberitahukan kalo dirinya juga mendapat baju untuk levi… levi masih berpikir kalo suara yang didengarnya adalah suara tara… tapi levi mencoba menyadarikan dirinya sendiri kalo tara telah tiada…

Setelah berganti baju… levi duduk di sebelah dian… dian lantas mempersilakan levi untuk makan roti yang telah dibelinya di pasar… dian membantu levi untuk melipat kemeja levi yang telah dipakai… levi mengatakan kalo malam hari nanti mereka berdua akan segera pulang ke jakarta…

Hujan lebat datang pada malam hari… levi memutuskan untuk menunggu sampai hujan reda… levi meminta maap pada dian karena sudah menyebabkan dian ikut terjebak di tempat itu… dian gak merasa keberatan… levi menceritakan kalo dirinya gak tau berbuat apa2 ketika airin bersanding di pelaminan… dian mengatakan kalo dirinya mengerti… levi menyadari betapa baiknya dian… betapa mengertinya dian pada dirinya… tiba2 bayang2 airin muncul pada dian.. levi mencoba mencium dian… levi heran ketika dian menolaknya… dian memang mencintai levi tapi dian gak mau memanfaatkan keadaan levi yang labil… dian rela menjadi tempat pelarian levi… tapi dian tau kalo levi akan menyesal semua perbuatannya… levi sadar dan meminta maap pada dian… berkali2 levi minta maap…

(gak ada SaSTHa… huff… aku ada kesempatan untuk menghapus air mataku… hehehe…)

Airin mendatangi rumah jonah… setelah beberapa kali mengetuk… airin gak mendapatkan jawaban dari dalam rumah… untung saja jonah lupa mengunci jendela rumahnya… airin masuk… setelah mencari2… airin mendapatkan jonah yang sedang mabuk… di balik sebuah kaca… airin menyampaikan kekhawatirannya akan kondisi jonah… airin bersandar di kaca… menanyakan keadaan jonah… jonah mengatakan kalo dirinya gak sanggup melihat airin… airin meminta jonah untuk melanjutkan hidup… sangat berat bagi jonah untuk menganggap orang yang paling ia cintai adalah adiknya sendiri… airin bener bingung… gak tau apa yang harus ia lakukan untuk jonah…

Pagi hari tiba… airin tertidur di tempat yang sama… tapi jonah gak lupa menyelimuti airin… airin mencari2 jonah… tapi ia hanya mendapatkan secarik kertas di meja makan yang bertuliskan pesan jonah… jonah minta maap karena belum sanggup bertemu dengan airin… jonah minta waktu untuk menata perasaannya… di akhir surat itu jonah berpesan pada airin untuk tidak lupa sarapan… betapa terkejutnya airin melihat roti dan susu yang telah disiapkan jonah…

Jonah mendatangi makam tara untuk menceritakan semuanya… jonah bertanya kenapa tara gak pernah cerita tentang thea dan airin… jonah menangis… jonah baru sadar alasan tara untuk menikah dengan aldo… jonah gak tau apa yang harus dilakukannya… jonah sangat mencintai airin… semua orang gak pernah menceritakan semuanya… jonah menyesali semua yang terjadi…

(scene yang hanya ada airin dan jonah… SaSTHa gak ada… tapi sejujurnya aku pasti gak tahan kalo ngeliat SaSTHa menangis… hehehe…)

Kat menyalahkan airin yang kurang memperhatikan kesehatannya… airin malah menceritakan kalo jonah menyiapkan sarapan untuknya… thea datang… menyapa airin dan kat… kat menebak kalo thea datang untuk mengantarkan SaSTHa mengambil kostum… belum sempat thea menjawab… SaSTHa datang menyapa thea… SaSTHa mengajak thea untuk pergi bersama… tapi thea malah meminta airin menemani thea ke mall… wajah SaSTHa lesu… melihat itu… kat berinisiatif untuk menemani SaSTHa

Di dalam taksi SaSTHa mengatakan kalo dirinya hanyalah persinggahan kasih sayang semua orang… yang selalu disayang… kemudian ditinggalkan… SaSTHa bilang kalo jonah dulu sangat perhatian… tapi setelah itu meninggalkannya… sama halnya dengan thea… kat mencoba menghibur SaSTHa dengan mengatakan kasih sayang dari kat dan airin hanya untuk SaSTHa

Airin berbaring di kamarnya… airin minta maap karena gak bisa menemani thea ke mall… karena merasa kurang sehat… airin menawarkan SaSTHa untuk menemani thea ke mall… thea menolak… thea hanya ingin menemani airin… thea meminta airin untuk beristirahat… ketika thea meninggalkan airin di kamar sendirian… dalam hati airin meminta maap pada SaSTHa… airin menganggap dirinya selalu menjadi penghalang kebahagiaan SaSTHa… tapi kalo bisa merubah segalanya… airin lebih memilih jonah dan membiarkan thea menjadi mama SaSTHa

SaSTHa bingung ketika kathrine mengajaknya ke sebuah hotel… tapi kat menjelaskan kalo ia telah menyiapkan acara khusus untuk SaSTHa… akhirnya ikut kat masuk ke dalam… SaSTHa bertukar kostum… betapa terkejutnya SaSTHa ketika kat membawanya ke sebuah ruangan yang berisikan anak2 kecil dari panti asuhan… semua anak bersorak menyambut kehadiran SaSTHa… kat juga memperkenalkan SaSTHa pada lea… teman sma kat yang sekarang menjadi PR di hotel itu… lea menyambut gembira kehadiran SaSTHaSaSTHa ikut gembira… SaSTHa bernyanyi bersama anak2 panti asuhan… SaSTHa terhibur dengan acara yang disiapkan kathrine… setelah menyanyi bersama… SaSTHa juga memberikan bingkisan untuk semua anak yang ada… kegembiraan ada di wajah SaSTHa

Levi mengantar dian sampai ke depan pintu rumahnya… levi berterima kasih pada dian karena telah menemaninya di saat2 yang tersulit dalam hidupnya… levi sempat bercanda… mengatakan kalo ia gak akan lupa saat dian melompat ke atas pick-up… dian tersenyum… dian juga berterima kasih atas kesediaan levi untuk ditemani… levi akhirnya pamit pulang…

Levi masuk ke rumah dan mendapati renatha yang sedang tidur di ruang tamu… rena lalu terbangun… levi duduk… masih belum banyak bicara… rena bilang kalo dirinya selalu menanti kepulangan levi… levi menjelaskan kalo pikirannya masih kacau… levi gak tau apa masih bisa melanjutkan hidup normal di hari esok… melihat levi sedih… rena malah tersenyum… hal ini membuat levi bingung… rena mengatakan kalo airin dan jonah batal menikah… betapa terkejutnya levi… apalagi setelah rena mengatakan kalo airin dan jonah adalah kakak beradik… levi hanya bisa ‘diam membisu’ mendengar penjelasan rena…

(aku seneng deh liat SaSTHa ceria… menyanyi bersama anak2… aduh… cutenya… pada saat itu SaSTHa bener2 jadi anak seusianya sekarang… hehehe…)

Levi masuk ke dalam aldo… langsung memeluk aldo… levi minta aldo menjelaskan tentang pernikahan airin dan jonah… aldo menjelaskan hal yang sama dengan renatha… aldo menceritakan masa lalu… saat eric meninggal… tara datang pada aldo… menceritakan semuanya… aldo gak menyangka kalo eric itu punya simpanan bahkan punya anak… aldo menambahkan kalo airin adalah anak dari thea… simpanan eric… levi terkejut mendengar semua cerita dari aldo…

Di kamarnya levi bertanya2… levi masih bertanya2 apa yang sebenarnya terjadi… apa ini sebuah pertanda airin memang untuknya ato hidup sedang mempermainkan dirinya dengan memberikan kebahagiaan yang hanya sesaat… dan akan segera menghancurkan dirinya lagi…

Bersambung…

Komenku…

Aku bener2 bingung… kenapa semua tokoh utama di CiNCiN menderita kesedihan dalam waktu yang relatif sama… semua harus bisa menerima kenyataan yang sama sekali gak sesuai dengan harapan sebelumnya…

Levi… harus menerima kekalahannya… melihat jonah dan airin bersanding dalam prosesi pernikahan yang sama sekali gak diharapkannya… levi terguncang karena sekian banyak usaha (walaupun terlambat) untuk mendapatkan kembali airin gak ada yang berhasil (untuk saat ini)… alhasil… ia tak kuat melihat dan langsung meninggalkan prosesi tersebut layaknya seorang anak kecil yang kecewa melihat lawan mainnya berhasil memenangkan lomba yang mereka ikuti bersama… aku gak menyalahkan levi… malah… aku mulai merasa kalo cinta levi pada airin itu sebenernya lebih besar daripada cinta jonah pada airin… hanya levi belum diberi kesempatan (lebih banyak) oleh airin untuk membuktikan semua itu…

Levi makin dibebani dengan berita soal batalnya pernikahan airin-jonah… karena banyak mengalami kejadian… levi terbentuk menjadi seseorang yang terlalu mengkhawatirkan keadaan… maksudnya levi tidak punya keyakinan atas setiap tindakan yang akan diambilnya… levi terus bermain dengan perasaannya saja…

Airin… seperti di komenku epi yang lalu… airin sebenernya ada diantara bahagia dan sedih… bahagia karena gak harus mendustai cintanya pada levi… dengan menikahi jonah… maksudku di sini bukan berarti niat airin untuk menikah dengan jonah itu salah ato jelek… tapi… keliatan banget kalo niat itu masih penuh dengan keraguan di dalam hati airin… buktinya ia sempat beberapa kali kesulitan untuk menjawab ketika kathrine menanyakan soal keputusan yang telah diambil airin itu…

Sedih… airin sebenernya sama sekali gak menyangka kalo jonah adalah saudaranya… karena selama ini airin menganggap cinta tulus yang diberikan jonah bukanlah cinta seorang kakak… airin paham betul itu… dari sorotan mata airin… airin nampaknya cukup kecewa dengan kenyataan kalo jonah adalah kakaknya… karena sebelumnya airin merasa beruntung karena masih ada seorang laki2 yang bersedia menikah dengan kondisinya seperti sekarang… dan sepertinya airin sebenernya mulai mencintai jonah… i think… terbukti perkataan airin yang mengatakan lebih memilih jonah ketimbang thea…

Percampuran rasa yang begitu hebatnya di hati airin membuat airin sulit untuk menerima kehadiran thea… mama yang sebenernya ia damba2kan sejak lama… airin menganggap thea udah berbohong karena gak datang menjemputnya di panti asuhan dari awal… mungkin airin berpikir kalo saja thea datang lebih awal… dirinya gak akan harus tercebur di dalam kolam yang penuh kegalauan seperti sekarang… posisi airin hampir mirip pada saat SaSTHa merasa dikhianati oleh airin… pada waktu SaSTHa pertama-kali menunggu airin di jakarta… tapi untungnya airin tetap tegar menerima semua kenyataan yang ada…

Jonah… begitu terpukul… sampai2 gak tau harus melanjutkan hidupnya… ternyata aku gak bisa menebak hal yang terjadi pada jonah… setelah aku pikir jonah itu orang yang cukup kuat sebelumnya… sebenernya jonah hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan yang ada… dan jonah udah mengambil keputusan dengan baik… jonah akan kembali… menjadi jonah yang dulu… jonah yang sangat aku idolakan…

Untuk SaSTHa… aku gak tau sampai kapan SaSTHa bisa bertahan… aku gak bisa komen soal yang satu ini… takut ntar aku nangis lagi… hehehe…

sori gak bisa banyak komen… abisnya dah speechless aja tiap kali liat SaSTHa nangis…

Semoga review ini berguna…

Peace,
RosikA

ReVieW-NYa BiBiR PLuS (SCTV)… MiNGGu, 14 Mei 2006

May 14th, 2006 by rosika

Ini review ‘wawancara CHeLSea CuTe’ di bibir plus… SCTV… 15:00wib…

Narasi awal…
“Usia CHeLSea CuTe boleh muda… tapi pribadinya… hmm… sangat matang… Gak percaya??? Contohnya… doi memilih tidak meneruskan dunia model…hanya karena kejadian biasa ‘khas’ para model…”

P2

CHeLSea CuTe menjelaskan kalo harus pergi ke toilet buat ganti baju… CHeLSea CuTe merasa gak sepaham dengan model (pada umumnya) yang dengan gampang ganti baju sembarangan…

CHeLSea CuTe mengemukakan alasannya kenapa gak ingin menjadi seorang model… karena CHeLSea CuTe kurang suka sama baju2 seksi… sedangkan model itu identik dengan baju seksi (pada umumnya)…

CHeLSea CuTe mengakui kalo terkadang ingin juga tampil seksi… tapi CHeLSea CuTe merasa kalo hal itu gak perlu dilakukannya setiap hari… gak perlu setiap hari pake tank-top… CHeLSea CuTe sempat menyebutkan kalo akan berpakaian seksi paling seminggu 2 ato 3 kali… terutama kalo ada acara2 aja…

P5

CHeLSea CuTe bilang kalo sekarang udah gak ada waktu untuk kembali menekuni dunia model… jadwal syuting padat… belum lagi ada beberapa pemotretan buat beberapa media… intinya… CHeLSea CuTe belum ada niat untuk balik ke dunia model…

CHeLSea CuTe menceritakan kalo gak ingin selamanya menjadi model… ketika ditanya alasan CHeLSea CuTe sempat masuk ke dunia model… CHeLSea CuTe menjelaskan kalo waktu kecil… CHeLSea CuTe adalah seorang yang pemalu… jadi ortu CHeLSea CuTe… berniat memasukannya ke dunia model…

P6

komenku…
CHeLSea CuTe berbicara dengan sangat tertata… CHeLSea CuTe hebat… keliatannya udah biasa diwawancara nih… sesekali CHeLSea CuTe tersenyum dengan manisnya ketika ditanya beberapa soal oleh wartawan…

aku menilai CHeLSea CuTe itu emang pribadi yang menyenangkan… aku juga salut dengan pendapat CHeLSea CuTe yang kurang suka dengan baju2 seksi… soalnya… menurutku seksi itu bukan dari pakaian yang dipakai… tapi lebih melihat secara pribadi dari seseorang… dan menurutku… pribadi CHeLSea CuTe itu seksi!!! Hehehe…

Kalo aku boleh menanggapi tentang beberapa orang beranggapan kalo seksi itu dinilai dari pakaian… aku jadi teringat sama suatu quote… “it’s not about a gun… but it’s about the man behind that gun…”

Info tambahan…
1. CHeLSea CuTe sedang ada di lokasi syuting KoDRaT
2. Lagu yang mengiringi liputan ini adalah ‘Sekali Lagi’ by Sheila on 7
3. CHeLSea CuTe sempat berpose dengan mobil jazz merah kesayangannya

P1

Semoga review ini berguna…

Peace,
RosikA

ReVieW-NYa CiNCiN ePi 69

May 14th, 2006 by rosika

Ini review epi 69… Jum’at, 12 Mei 2006…

Di rumah… renatha sedang menerima surat dari tukang pos… beberapa pucuk surat diterimanya… saat memeriksa surat itu… rena terkejut setelah mendapatkan sebuah undangan pernikahan airin-jonah… rena sepertinya gak bisa menerima kalo airin akan menikah dengan jonah…

Levi keluar rumah… menemui rena… levi lantas menanyakan soal surat yang baru diterimanya… awalnya rena bermaksud menyembunyikan surat di balik badannya… tapi rena terlanjur mengatakan kalo ada sebuah undangan untuk levi… betapa terkejutnya levi setelah menerima surat dari renatha… levi sepertinya gak bisa menerima semua yang bakal terjadi…

Levi sempat menolak ketika rena ingin membuang undangan tersebut… levi berusaha menyembunyikan kekecewaan dari rena… levi langsung pamitan untuk ke kantor… melihat tingkah levi… rena merasa kalo ada yang gak biasa dari sikap levi…

Di NER… ruangan levi… dian menemukan undangan pernikahan jonah-airin di atas meja kerja levi… dian mencoba memegang dan membacanya… dian terkejut setelah levi memergoki dirinya dengan undangan yang ada di tangannya… dian meminta maap pada levi untuk hal itu… ketika dian mencoba menjelaskan maksudnya… levi malah mengatakan kalo semua bakal terjadi dan levi gak bisa melakukan apa2… dian lantas menawarkan diri untuk selalu membantu levi kapan aja… levi berterima kasih pada dian…

Levi mulai kesulitan untuk menyembunyikan kekecewaan atas pernikahan jonah-airin yang semakin dekat… levi gak bisa menguasai dirinya… ia meremas undangan jonah-airin… dan melemparkannya ke arah sebuah poto… levi menyalahkan airin atas keputusannya menikahi jonah… levi menangis karena kesal… renatha yang berada di luar kamar levi… menyadari kesedihan levi… rena bertekad akan berusaha menggagalkan pernikahan jonah-airin…

Jonah dan airin tiba di sebuah bridal… rena rupanya mengikuti mereka ke tempat itu… rena melihat dari luar… airin yang sedang fitting terakhir gaun pengantin yang akan dipakai pada saat hari ‘H’… jonah mengagumi airin dengan gaun pengantin tersebut… seolah memperagakan saat2 di atas pelaminan… airin hanya tersipu melihat tingkah jonah… rena merasa kesal melihat semuanya… rena berpikir untuk merebut pisau dari salah seorang penjual buah yang ada di sekitar bridal tersebut… rena merebut pisau itu dengan cara paksa…

(SaSTHa gak ada… rena nyeremin euy…)

Rena menyambut jonah dan airin yang baru keluar dari bridal… jonah yang pertama kali menyadari kehadiran rena… sangat terkejut… rena lantas merebut plastik berisi gaun pengantin airin… rena mengancam untuk merusak gaun tersebut jika airin tidak membatalkan niatnya… jonah berusaha merebut kembali gaun itu… tapi pisau di tangan rena membuat jonah agak ragu untuk bertindak… airin berusaha mengadakan pendekatan secara persuasi pada renatha… airin yakin rena gak bakal melakukan semua hal tersebut… rena langsung menghempaskan pisau dan gaun pengantin… rena pun berlari meninggalkan jonah dan airin… airin ikut mengejar rena…

Rena duduk menangis di sebuah taman… airin mengikuti rena untuk duduk di sebelah rena… rena menepis tangan airin ketika ingin memegang bahunya… rena menceritakan perasaan levi pertama kali menerima undangan pernikahan airin… menggambarkan kesedihan levi… rena menganggap airin telah merampas senyum dari wajah levi…

Airin menjelaskan kalo cintanya dengan levi sudah gak bisa bersatu… airin menambahkan kalo hanya jonah yang selalu ada di samping airin… selalu melakukan apa aja buat dirinya… airin ingin rena bisa mengerti situasi yang ada… rena menanyakan apa masih ada cinta di hati airin untuk levi… airin mengangguk… dan itu mengubah tangisan rena menjadi sebuah senyuman…

(SaSTHa gak ada…)

SaSTHa datang untuk melihat2 barang di sebuah etalase kecil… SaSTHa tertarik untuk membeli sebuah hiasan… penjual dan beberapa pembeli di sana mengenali SaSTHa… mereka seakan tak percaya melihat artis seperti SaSTHa… suasana berubah menjadi kacau… ferdi yang melihat SaSTHa kebingungan… merasa kalo SaSTHa memang seorang yang sangat cantik… SaSTHa berlari untuk menghindar ketika beberapa orang bergabung… membuat suasana semakin tak terkendali…

SaSTHa dikejar2 fans dalam jumlah yang cukup banyak… SaSTHa nampak kebingungan… ferdi lantas menarik tangan SaSTHa… membantu SaSTHa untuk tidak terlihat dari para fans… fans SaSTHa kehilangan jejak SaSTHa… karena merasa aman… SaSTHa berterima kasih pada ferdi… mereka lantas berkenalan… ferdi menawarkan diri untuk mengantar SaSTHaSaSTHa pun setuju…

Claudia datang mengunjungi thea… thea senang sekali menyambut kehadiran claudia… claudia memastikan apa thea sudah menceritakan pada SaSTHa kalo thea adalah ibu kandungnya… thea merasa ragu… thea takut kalo itu akan mengganggu konsentrasi SaSTHa… tapi thea merasa senang karena hubungannya dengan SaSTHa menjadi lebih dekat…

Jonah mengundang aldo untuk datang ke sebuah kafe… aldo merasa gembira karena jonah udah mau mengajaknya untuk datang ke sana… jonah langsung menjelaskan maksudnya… jonah merasa kalo hanya aldo menjadi tempat bagi jonah untuk meminta restu… jonah sadar aldo tau levi juga sangat mencintai airin… semua terserah aldo… aldo merestui pernikahan jonah… menganggap jonah berhak mendapat kebahagiaan setelah sekian lama menderita… betapa terkejutnya jonah mendengar ucapan aldo…

SaSTHa dan ferdi sampai di pintu depan hotel tempat SaSTHa menginap… SaSTHa berterima kasih atas kebaikan ferdi yang telah mengantarnya… ferdi bahkan membukakan pintu untuk SaSTHa… dalam hati ferdi bertekad… SaSTHa harus menjadi miliknya seorang… lantas ferdi masuk ke dalam hotel… karena sebenarnya meraka menginap di hotel yang sama…

(lucu yah liat SaSTHa lari… keliatannya gak cocok… SaSTHa gak bisa lari… ihik2… lucu… aku jadi keinget ‘kyoko fukada’ saat berlari di serial ‘friends’… mereka berdua emang sama2 cute… tapi SaSTHa lebih cute kok… hehehe…)

Kat menggoda airin yang sedang mengamati gaun pengantinnya… kat lalu merasa sedih karena harus tinggal di rumah yang berbeda dengan airin… airin bilang kalo masih ada SaSTHa yang akan menemani kat… kat lantas mengagumi gaun pengantin airin… tapi airin malah termenung… melihat itu… kat menanyakan apa yang sebenarnya ada di benak airin…

Airin hanya merasa geli… setelah memikirkan semuanya… jonah yang merupakan pangeran masa kecilnya… dan ia mengira levi adalah jonah… sampai airin dan levi hampir bertunangan… airin gak menyangka kalo dalam waktu dekat akan menikah dengan jonah… kat menanyakan perasaan airin pada jonah… airin yakin kalo cinta untuk jonah pasti akan tumbuh… airin bertekad untuk membahagiakan jonah setelah semua yang dilakukan untuk dirinya… kat tersenyum… mencoba mengerti dengan ucapan airin…

Levi dan rena sedang duduk bersama di ruang tengah… mereka berdua hanya ‘diam membisu’… sampai akhirnya rena menanyakan keputusan levi soal pernikahan airin… levi masih ragu untuk datang… rena menyarankan levi untuk mengajak dian pergi ke pernikahan levi… agar levi gak menjatuhkan harga diri… mendengar ucapan rena… levi jadi tersenyum… rena gembira karena levi udah bisa tersenyum lagi… levi sebenarnya masih ragu… apa dirinya sanggup untuk melihat airin yang dicintainya bersanding bersama jonah…

SaSTHa selesai dirias… thea merasa kalo SaSTHa terlihat sangat cantik… seorang kru memanggil SaSTHa untuk melakukan check sound terakhir… sebelum mengikuti… SaSTHa melepas kalung cincin dan menggantinya dengan kalung mutiara… kemudian SaSTHa pergi…

Thea langsung memegang kalung cincin yang ditinggalkan SaSTHa… claudia masuk ke ruangan… menemani thea… thea menjelaskan sejarah cincin itu pada claudia… di luar… SaSTHa yang baru keluar… segera ingin kembali ke ruang rias karena merasa ada barangnya yang tertinggal… thea melanjutkan ceritanya… thea pernah menitipkan cincin itu pada airin… dan berjanji untuk menjemputnya kembali… thea mengatakan kalo cincin itu ternyata milik SaSTHa… thea merasa kalo SaSTHa itu airin…

Rupanya SaSTHa mendengar pembicaraan tersebut… SaSTHa baru menyadari kalo selama ini thea telah salah mengira… airin adalah dirinya… ternyata airin adalah putri thea yang ini dicari… SaSTHa marah… SaSTHa menjelaskan kalo dirinya bukan putri thea… SaSTHa kecewa karena segala kebaikan thea hanya karena salah mengira kalo SaSTHa itu airin… berkali2 SaSTHa menegaskan hal itu… SaSTHa menceritakan kalo cincin itu didapatnya dari airin… kakak angkatnya dari panti asuhan…

Thea masih merasa kalo SaSTHa adalah airin… thea menceritakan semuanya… tentang eric… ayah kandung airin… tentang tara yang menikah dengan aldo… betapa terkejutnya SaSTHa setelah mengetahui kalo tara adalah ibu jonah… merupakan saudara tiri airin… apalagi pada saat thea menerangkan alasannya untuk melarang SaSTHa berhubungan dengan jonah… SaSTHa sadar kalo pernikahan jonah-airin gak boleh terjadi… SaSTHa langsung meraih handphonenya untuk segera memberitahu airin…

(SaSTHa… hebat… akting kamu keren… aku sampe terperangah dibuatnya… hehehe…)

Airin dan kat tiba di tempat perawatan tubuh… airin mulanya ragu untuk mengikuti perawatan sebelum menikah… kat meminta airin untuk tetap mengikuti perawatan tersebut…

Sementara SaSTHa kecewa karena gak bisa menghubungi telpon rumah kat… ditambah lagi… saat SaSTHa menelpon jonah… rupanya handphone jonah tertinggal di rumah… SaSTHa lalu menghubungi handphone airin… tapi karena pegawai di tempat perawatan tidak mengizinkan penggunaan handphone… kat terpaksa mematikan handphone telpon dari SaSTHaSaSTHa semakin bingung… jalan memutuskan untuk pulang ke jakarta…

Thea mencoba mencegah SaSTHa untuk pulang… ferdi rupanya sempat menyimak pembicaraan antara SaSTHa dan thea… ferdi gak akan membiarkan SaSTHa membatalkan shownya begitu saja… ferdi akan berusaha mencegah semua itu… sedang SaSTHa masih berusaha untuk pulang… SaSTHa berjanji akan membayar segala kerugian yang ada…

Ferdi mulai menjalankan siasatnya… ferdi menghimpun penonton untuk memprotes seandainya show SaSTHa batal digelar… mulanya penonton gak percaya pada penjelasan ferdi… tapi akhirnya ferdi berhasil memberikan alasan yang masuk di akal… sehingga seluruh penonton menjadi riuh… meminta show SaSTHa untuk segera dimulai…

Sementara SaSTHa masih bertekad untuk pulang… lepas dari persetujuan dari thea… claudia bersikap agak keras pada SaSTHa… ia menjelaskan kalo penonton mengancam akan menghancurkan gedung pertunjukan seandainya show SaSTHa batal dilaksanakan… claudia mengajak SaSTHa untuk melihat kondisi sesungguhnya… SaSTHa terkejut mengetahui kekacauan yang terjadi… SaSTHa akhirnya memutuskan untuk tetap tampil… thea merasa lega dengan keputusan SaSTHa

(waduh… aku ikutan panik sewaktu melihat SaSTHa kebingunan… tapi cute-nya tetap… ada dunk… mana mungkin hilang kalo yang satu itu… hehehe…)

Levi memandangi jam dinding di kamarnya… menghitung tiap detik yang berlalu… sampai akhirnya ia mengatakan kalo 15 jam 23 menit lagi… airin akan menjadi milik jonah… levi menangis karena merasa kalo gak akan bisa memiliki airin lagi… levi kembali dengan tekadnya untuk merebut airin… levi bergegas pergi meninggaklan rumah…

SaSTHa mulai dengan shownya… SaSTHa membawakan lagu ‘awal yang indah’ dengan sangat syahdu… SaSTHa begitu menghayati lagu yang melambangkan perasaan cintanya pada jonah… penonton sangat menikmati persembahan SaSTHa… terutama ferdi… ferdi merasa berhasil untuk membuat show SaSTHa tetap berlangsung… di tengah2 lagu… SaSTHa sempat mengulurkan tangannya ke penonton… disambut suara riuh dari penonton yang ada… akhirnya show SaSTHa berakhir diiringi tepukan tangan para penonton…

SaSTHa bergegas untuk pulang ke jakarta… thea menahan SaSTHa… karena banyak pers yang sudah menunggu SaSTHa untuk melakukan wawancara… SaSTHa berkeras dengan menerangkan kalo ia memiliki masalah yang lebih penting dari semua itu… sementara thea berusaha meyakinkan SaSTHa… apa ada masalah yang lebih penting daripada karirnya… SaSTHa langsung berkata kalo airin akan segera menikah dengan jonah esok hari… hal ini jelas membuat thea terkejut… apalagi sewaktu SaSTHa menunjukan undangan jonah-airin dari dalam tasnya… betapa terkejutnya thea karena baru sadar bahwa SaSTHa itu bukan airin… thea tau kalo airin akan segera menikah dengan kakak tirinya…

Bersambung…

Komenku tentang epi kali ini…

Seperti yang sudah2… levi tetap gak banyak berubah… masih suka plin-plan… walau akhirnya memutuskan untuk memperjuangkan cintanya saat ‘injury time’… ini yang membuatku rada kesal melihat levi… semua keraguannya terlalu berlebihan… percaya deh sama kekuatan cinta… karena cinta bisa aja datang secara kebetulan… tanpa diduga… tapi singgah untuk selamanya… intinya… cinta tidak dinilai dari lamanya cinta itu tumbuh… tapi seberapa dalam cinta itu terkubur di hati walau hanya dalam waktu yang relatif singkat…

Jonah… sebenarnya kamu berhak mendapatkan kebahagiaan… tapi sayangnya… takdir belum berpihak padamu… ternyata orang yang selama ini kamu cintai adalah adik tirimu sendiri… entah apa itu perasaan cinta dari seorang lelaki untuk wanitanya… ataukah hanya ungkapan perasaan sayang seorang kakak pada adiknya… tapi aku tetap merasakan ketulusan cinta yang begitu besar dari dalam hatimu…

Mungkin hanya airinlah… orang yang akan segera merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya… terlapas dari penyakit yang dideritanya… airin bisa merasa lega karena ia gak berkewajiban untuk menikahi orang yang tidak dicintainya hanya untuk ungkapan balas budi… kenyataan kalo mereka adalah kakak-adiklah yang menyelamatkan cinta airin… cintanya yang hanya ada untuk levi… sekarang tinggal bagaimana airin mencoba berpikir kalo levi akan menerima dirinya sepenuhnya… dengan segala kenyataan kalo ia adalah penderita sebuah penyakit yang bisa merampas usianya sewaktu2…

Mengenai DiaN… rupanya kesempatan DiaN untuk lebih dekat dengan levi hampir pupus… DiaN harus menerima kenyataan yang sesuai dengan apa yang dikatakan ayahnya… ‘cinta tak harus memiliki’… walaupun itu adalah ungkapan yang gak aku setujui… tapi terkadang keadaanlah yang membuat semua orang menerima hal pahit itu…

SaSTHa… berada di antara kesedihan dan kebahagiaan…

SaSTHa pastinya sedih… setelah tau kalo semua kebahagiaan yang thea berikan padanya hanya ungkapan dari kesalah-pahaman… SaSTHa pastinya kecewa karena selama ini tidak pernah dihargai dari bakat atau kemampuan bernyanyinya… thea melihat SaSTHa sebagai figur putrinya yang hilang… bukanlah sebagai seorang penyanyi yang memiliki talenta… hal yang sebenarnya membuat SaSTHa sedih… berarti ia berpikir akan kehilangan segala perhatian dan rasa sayang thea… karena thea udah tau segalanya… kenyataan kalo airin… putri yang selama ini dicarinya adalah kakak angkat SaSTHa

Di sini lain… SaSTHa pasti akan merasa bahagia… karena perasaan cinta yang selama ini dikorbankannya gak harus dilanjutkannya… SaSTHa kembali mendapat kesempatan untuk meraih cinta dari jonah… meski cinta itu mungkin (untuk sementara) masih dimiliki oleh airin… setidaknya SaSTHa gak harus berada dalam keadaan dimana ia harus mengorbankan antara karir dan cintanya lagi…

Seandainya semua konflik SaSTHa-thea-airin tidak segera terungkap… aku masih bisa berharap kalo ferdi akan menjadi penghibur bagi SaSTHa… tapi untuk sekarang… aku malah berpikir sebaliknya… ferdi akan tetap dengan keegoisannya untuk memiliki SaSTHa… ada kemungkinan ferdi akan memulai aksi merugikan bagi SaSTHa… aku jadi berpikir kalo apa yang dilakukan ferdi ke SaSTHa… akan membuka hati jonah… untuk menyayangi SaSTHa dan belajar mencintai SaSTHa… entah dengan cara apa…

Segini aja deh komenku…

Semoga review ini berguna…

Peace,
RosikA

ReVieW-NYa KoDRaT ePi 37… SeLaSa 9 Mei 2006…

May 12th, 2006 by rosika

Ini review KoDRaT epi 37… selasa, 9 Mei 2006…

Kisah ini dimulai saat hasim… melangkah pulang ke rumahnya… hasim terlihat sangat lesu… istri hasim membukakan pintu lalu menuangkan minum untuk hasim… melihat hasim yang terduduk lesu di teras… hasim menanyakan apa ada makanan di rumah… istrinya menjelaskan kalo semua makanan dan seluruh persediaan udah habis… gak ada warung yang mau dihutangin… bahkan anak2 mereka juga belum makan dari pagi hari… hasim memutuskan untuk kembali bekerja di tempat tambal ban miliknya…

Dalam perjalanan… hasim menemukan anaknya… adi yang sedang bersedih… hasim menghampiri dan menanyakan alasannya menangis… karena sepatunya bolong… gak ada teman2 adi yang mau mengajaknya bermain bersama… hasim berjanji untuk membelikan sepatu baru untuk adi…

Pikiran hasim benar2 kalut… gak tau lagi dimana untuk mencari uang… saking bingungnya… hampir saja hasim tertabrak oleh sebuah mobil saat ia melintasi jalan… pengemudi tersebut marah2… hasim hanya bisa meminta maap dan langsung kabur…

Di bengkel tambal ban miliknya… hasim kembali mengeluh… karena belum juga mendapatkan pelanggan… hasim merasa kalo dirinya gak akan mungkin bisa membawa uang pulang ke rumah… hasim tertunduk lesu ketika gak melihat uang sepeserpun di kotak uangnya…

Tiba2 terdengar suara burung gagak… dari kejauhan Guntur mengamati hasim… Guntur merasa kalo inilah saatnya bagi dia untuk menjalankan rencana jahatnya lagi…

(awal scene… biasanya TiaRa emang belum ada…)

Guntur datang menemui hasim… menanyakan keadaan bengkelnya yang nampak masih sepi… hasim menjelaskan kalo hanya akan dapat pelanggan jika ada orang yang akan menambal ban kendaraannya saja…

Guntur duduk di dekat hasim… Guntur menyarankan hasim untuk mencari pelanggan… ucapan Guntur jelas membuat hasim jadi bingung… hasim duduk mendekati Guntur… menjelaskan kalo dirinya bukanlah tukang koran yang bisa mencari pelanggan…

Guntur menjelaskan kalo hasim bisa memaksa orang untuk menambal ban di tempatnya… mendengar itu hasim jadi semakin bingung… Guntur menambahkan hasim harus bersedia menjual jiwanya padanya kalo ingin mendapatkan uang yang banyak… hasim tidak lantas terlena dengan kata Guntur… hasim gak bersedia mengikuti saran dari Guntur… hasim malah mengusir Guntur dari bengkelnya…

Guntur tidak kehilangan akal… Guntur meninggalkan kartu namanya sebelum pergi dari bengkel hasim… Guntur bilang hasim dapat menghubunginya seandainya berubah pikiran… setelah Guntur menjauh… hasim lantas mengambil kartu nama Guntur…

Di rumah hasim… nampak kedua anaknya… ani dan adi mengeluh karena perutnya lapar… mereka menangis karena udah gak tahan… hasim yang baru pulang gak tahan mendengar rintihan anaknya… apalagi ia menyadari kalo udah gak ada makanan sedikitpun di atas meja makan… hasim merasa sangat bersalah… kemudian hasim teringat akan Guntur… hasim lantas pergi dari rumah…

Hasim bermaksud untuk menghubungi Guntur menggunakan sebuah telepon umum… cukup lama hasim hanya mondar-mandir di dekat telpon umum… masih ragu untuk menghubungi Guntur… akhirnya hasim mengurungkan niatnya… bermaksud pergi meninggalkan telpon umum itu…

Tak berapa jauh hasim melangkah… Guntur muncul… menanyakan apa hasim telah berubah pikiran… Guntur mengingatkan nasib anak2 hasim jika hasim tidak berubah pikiran… hasim terkejut mendengar semua itu… heran terhadap Guntur yang begitu mengerti permasalahan keluarganya…

Guntur menjelaskan kalo dirinya tau segalanya tentang hasim… Guntur bilang kalo dirinya ingin sekali membantu hasim… hasim lantas berpikir nasib anak2nya di rumah… Guntur segera mengambil kristal hijau dari saku celananya… menyerahkan kristal tersebut pada hasim… dalam beberapa saat… hasim mulai merasakan pengaruh dari batu kristal pemberian Guntur… Guntur menegaskan quote andalannya… “kalo bapak tidak bisa mendapatkan keadilan di dunia ini… bapak harus bisa menciptakan keadilan cuma buat diri bapak sendiri…”

(KoDRaT masih tanpa kehadiran TiaRa…)

TiaRa dan nabil sedang beristirahat di sebuah warung sambil meminum tehnya… hampir semua tempat sudah mereka datangi… tapi Guntur masih belum terlihat… nabil mengajak TiaRa untuk pulang… tapi TiaRa menolaknya… TiaRa gak mau Guntur kembali melakukan kejahatan lagi… nabil mengatakan kalo semua rencana jahat Guntur pasti akan dapat mereka ketahui… cepat atau lambat…

Hasim mulai melakukan aksinya… hasim menebar paku di jalan yang mengarah ke bengkel tambal bannya… usaha hasim membuahkan hasil… satu per satu mobil datang ke bengkelnya… hasim begitu gembira melihat hasil dari jebakannya… bengkel hasim benar2 ramai akan pelanggan…

Hasim pulang ke rumah sambil membawa bungkusan makanan untuk keluarganya… hal ini membuat anak2 hasim bersorak senang… mereka semua makan dengan lahapnya… dalam hati… sang istri masih bertanya2 darimana hasim mendapatkan uang sebanyak itu… hasim puas setelah melihat anak2nya makan dengan sangat lahap…

Waktu terus berjalan… korban demi korban berjatuhan… hasim semakin puas dengan pendapatannya yang cukup terjaga… rutin… hasim merasa kalo dengan uang tersebut ia dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari2…

Guntur mendatangi hasim… Guntur merasa kalo terlalu dini untuk hasim puas dengan apa yang didapat sekarang… hasim tertawa sambil menunjukan uang yang ada di tangannya… hasim menjelaskan kalo dirinya sangat puas dengan apa yang ada… Guntur mengingatkan kalo hasim membutuhkan uang yang lebih untuk beberapa kebutuhan hasim yang akan datang… seperti biasa sekolah anak… ato biaya berobat jika ada anggota keluarga yang sakit… Guntur memberitahu hasim rencana jahatnya selanjutnya… hasim nampaknya mengikuti apa yang dikatakan Guntur…

(TiaRa muncul di awal scene… dengan tampang yang sedang cemas… gara2 Guntur siy… bikin TiaRa repot ajah…)

Hasim mengerti maksud dari Guntur… hasim berpikir untuk mendapatkan uang yang lebih dengan menjalankan rencana yang telah diberitahu oleh Guntur… hasim mulai mencari mangsanya… sambil memegang topeng… hasim berangan untuk mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat…

Hasim menjebak sebuah mobil mewah yang melintas… karena terkena jebakan hasim… ban mobil tersebut bocor… dan di saat sang pemilik kendaraan keluar dari mobil… dengan cekatan… hasim lalu merampas semua harta dari korbannya itu… hasim melakukan hal yang sama pada beberapa mobil… nampaknya usaha hasim sukses besar…

Karena merasa cukup… hasim lantas balik ke bengkelnya… menghitung uang hasil rampokannya… hasim tertawa puas karena berhasil mendapatkan uang yang sangat banyak…

Sementara di tempat lain… TiaRa dan nabil sedang ada di sebuah warung… perhatian TiaRa tertuju pada seekor merpati putih yang hinggap di sebuah pohon tak jauh darinya… nabil mencoba memperhatikan merpati yang ditunjuk TiaRa… nabil merasa kalo merpati itu ingin menunjukan suatu tempat pada mereka… seketika itu juga merpati yang ada di pohon pun terbang…

TiaRa menumpang motor nabil… untuk mengikuti kemana merpati putih terbang… merpati terbang ke arah jalan tol… nabil memutuskan untuk tetap mengikuti merpati tersebut… tanpa disadari motor nabil telah terkena jebakan dari hasim… ban motor nabil bocor…

Di saat TiaRa dan nabil sedang memeriksa ban motor itu… hasim datang… meminta TiaRa dan nabil untuk menyerahkan seluruh harta yang dibawanya… nabil menggunakan tenaga dalamnya… nabil membuat hasim jatuh terduduk… tapi sayangnya… hasim masih berhasil melarikan diri… setelah nabil membuka topengnya… TiaRa dan nabil terpental cukup jauh karena didorong oleh hasim…

Hasim bersembunyi di bengkelnya… hasim terlihat begitu ketakutan karena merasa telah kalah oleh TiaRa dan nabil… Guntur datang ke bengkel hasim… hasim lantas melaporkan apa yang udah terjadi pada Guntur… Guntur meyakinkan hasim kalo dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang… gak ada 1 pun orang yang mempu mengalahkan hasim… hasim menjadi lebih tenang setelah mendengar ucapan Guntur…

Hasim menghadang TiaRa dan nabil yang baru datang ke bengkelnya… nabil mencoba meredakan suasana… tapi hasim tidak mempedulikan kata2 nabil… hasim malah balik menyerang TiaRa dan nabil… hingga mereka berdua terseret ke belakang… TiaRa menyadari kalo kekuatan hasim bukanlah kekuatan manusia biasa… nabil makin yakin kalo hasim sedang di bawah pengaruh kekuatan jahat Guntur… mereka memutuskan untuk pergi… dan akan kembali keesokan harinya…

(TiaRa terlihat kasian banget pas diserang sama hasim… wuih… kayak beneran terpental… lucu juga gayanya TiaRa…)

Hari berganti… hasim melakukan aktivitasnya seperti biasa… Guntur mendatangi bengkel hasim… saat sedang ngobrol… TiaRa dan nabil datang… dari jauh mereka mengamati Guntur dan hasim… hal ini menguatkan dugaan TiaRa… nabil bertekad untuk menolong hasim dari pengaruh Guntur…

TiaRa dan nabil singgah di bengkel hasim… hasim menyambut kedatangan mereka dengan sangat kasar… walaupun nabil mencoba menjelaskan maksud kedatangannya secara baik2… TiaRa menjelaskan kalo hasim sedang dikuasai roh jahat yang akan merusak kehidupannya sendiri… hasim malah tertawa… merasa kalo keadaannya sekarang jauh lebih baik… emosi hasim terpancing ketika nabil mengatakan kalo uang yang didapat hasim adalah uang haram…

Hasim lantas menyerang TiaRa dan nabil…lagi2 mereka gak berdaya oleh kekuaran hasim… nabil mencoba mengimbangi kekuatan hasim… namun gak berhasil… akhirnya hasim berhasil melumpuhkan TiaRa dan nabil… mengikat mereka berdua di sebuah tiang… hasim juga mengambil dompet dan handphone milik TiaRa dan nabil…

Hasim masih akan menjalankan aksi jahatnya… kali ini hasim bermaksud untuk menyebarkan paku ke jalan dalam jumlah yang lebih banyak… dengan maksud agar korban yang didapat semakin bertambah… setelah menaburkan paku… hasim bermaksud untuk kembali ke tempat pemantauan korban… adi… anak hasim melihatnya… adi memanggil ayahnya… segera berlari ke arah hasim…

Sebuah mobil korban jebakan hasim nampak kehilangan kendali… tanpa diduga… mobil itu menabrak adi hingga terluka parah… di saat yang sama TiaRa merasa kalo ada sesuatu yang terjadi pada hasim… TiaRa meminta nabil menggunakan kekuatannya untuk melepas tali yang mengikat mereka… dan nabil berhasil melakukannya dengan baik…

Kembali di lokasi kecelakaan anak hasim… pengemudi mobil yang menabrak adi langsung melarikan diri ketika mendapati adi yang menderita luka yang sangat parah… hasim berlari ke tempat adi… adi mengatakan kalo dirinya masih ingin sekolah… ia ingin mencapai cita2nya menjadi dokter… hasim merasa yakin kalo adi bisa mencapai cita2nya itu… setelah itu adi menghembuskan napas terakhirnya…

Hasim benar2 menyesali perbuatannya… TiaRa dan nabil datang menghampiri hasim yang sedang bersedih… TiaRa mencoba menghibur hasim… TiaRa bilang kalo semua yang terjadi pasti ada hikmah yang bisa diambil… nabil juga menegaskan kalo belum terlambat bagi hasim untuk bertobat… hasim masih menangisi nasib adi yang telah tiada… akhisnya kristal hijau terjatuh dari tangan hasim sehingga pengaruhnya hilang…

(TiaRa keliatan begitu panik pas melihat adi yang gak berdaya… wahhh… wajahnya gimana gitu… susah dilukiskan dengan kata2… hehehe…)

Semua orang menyesali kepergian adi… terlebih lagi hasim… hasim menyesal karena adi harus menanggung semua perbuatan jahatnya… hasim berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama… TiaRa bilang adi pasti merasa senang mendengar tobat dari mulut hasim… itu adalah keputusan yang sangat tepat…

TiaRa dan nabil datang ke tempat tinggal hasim… hasim berterima kasih pada mereka berdua… hasim merasa sangat menyesal atas semua perbuatannya… hasim kemudian mengembalikan dompet dan handphone TiaRa

Setelah menerimanya… TiaRa mengambil beberapa lembar uang 50ribuan untuk diserahkan pada hasim… mulanya hasim menolak pemberian tersebut… tapi TiaRa yakin kalo hasim lebih membutuhkan uang itu ketimbang dirinya pada saat ini… hasim berterima kasih pada TiaRa… nabil juga mengikuti TiaRa… nabil memberikan sejumlah uang pada hasim… hasim sangat bersyukur atas pemberian mereka berdua… hasim bilang kalo semua kebaikan TiaRa dan nabil akan mendapatkan balasan yang lebih dari tuhan…

Dari kejauhan… Guntur sadar kalo rencananya sudah gagal untuk kesekian kalinya… Guntur benar2 kesal dengan keadaan tersebut… tapi Guntur berjanji untuk selalu menciptakan kejahatan…

(TiaRa memang cewek yang baik… dengan ikhlas memberikan uang yang tidak sedikit pada hasim… setelah segala kesulitan yang telah diterimanya dari hasim… aku jadi terharu melihat kebaikannya… nabil aja sampe mengikuti TiaRa dengan ikut memberikan uangnya pada hasim… TiaRa emang cute dan baik hati… hehehe)

semoga review ini berguna…

peace,
RosikA

ReVieW-NYa CiNCiN ePi 68

May 12th, 2006 by rosika

Ini review epi 68… Kamis, 11 Mei 2006…

Jonah memberikan waktu pada airin dan levi untuk bicara… sebenernya levi ingin menghindar… tapi jonah mencegahnya… jonah sadar betul kalo banyak yang ingin airin ungkapkan pada levi… apapun keputusan airin… jonah akan tetap mencintai airin… kemudian jonah meninggalkan airin dan levi berdua…

Levi mendekati airin setelah melihat jonah pergi… mereka duduk di sebuah bangku… berdampingan… mereka terlihat begitu tegang… sehingga berkali2 mereka berbicara dalam waktu yang bersamaan… seperti biasa… mereka saling memberikan kesempatan untuk bicara… akhirnya levi bicara… levi merasa kalo keadaan mereka berdua sekarang seperti orang yang baru kenal… padahal mereka berdua dulu hampir bertunangan…

Airin menjelaskan kalo dirinya bukanlah airin yang dulu… dan airinpun merasa kalo levi juga bukanlah levi yang dulu… airin begitu terkejut setelah levi menyadari wajah airin yang keliatan pucat… levi menduga kalo airin sedang sakit atau jonah gak bisa membahagiakan airin… airin hanya menjawab levi dalam hati… airin bilang kalo semua yang dikatakan levi itu benar… hanya levi yang bisa membuat hari2nya berarti… tapi airin gak mungkin mengungkapkan semua pada levi… airin bilang pada levi… kalo dirinya baik2 aja… dan jonah udah berbuat banyak untuk membahagiakannya…

Levi merasa kalo dirinya selalu berbuat kesalahan… gak seharusnya ia bertanya seperti itu pada airin… levi juga berpikir kalo dirinya selalu membuat hatinya merasa sakit sendiri… levi masih berharap airin akan kembali padanya… tapi setidaknya levi berharap kalo ada salah satu diantara mereka yang bahagia… levi bangun dari tempat duduknya… dan pergi meninggalkan airin… ucapan levi benar2 mengena perasaan airin… airin memejamkan matanya… merenungkan apa yang didengarnya… kemudian airin pun berdiri…

Jonah menunggu dengan penuh harap akan hasil kesempatan kedua yang diberikannya pada airin dan levi untuk berbicara… jonah akan rela jika airin lebih memilih levi…

Semetara airin yang masih berada di sekitar makam merasa kalo dirinya akan kedinginan dan kesepian di tempat itu.. jika ajal menjemput… airin hanya gak ingin mengajak levi ikut bersedih di tempat itu…

Beberapa saat kemudian ada seseorang yang datang menyapa airin… namanya bimo… bimo menduga kalo airin adalah teman sma ratih… mantan kekasih bimo yang sudah meninggal… bimo lantas menceritakan kisah percintaannya dengan ratih… ratih yang tiba2 memutuskan jalinan kasih mereka… dan tiga bulan kemudian ratih meninggal… setelah hanya terdiam mendengar cerita bimo… airin mencoba bertanya pada bimo… apa setelah kepergian ratih… bimo telah memiliki penggantinya…

Bimo menggelengkan kepala… ia lalu mengambil kalung yang terkubur di makam ratih dan menunjukannya pada airin… kalung tersebut adalah pemberian bimo pada awal percintaan mereka… di kalung tersebut terdapat liontin hati yang berisikan poto bimo dan ratih… airin heran… mengapa bimo menguburkan kalung hati di makam ratih… dengan penuh perasaan bimo menerangkan kalo hatinya juga telah terkubur di makam itu… itu sebabnya bimo gak mungkin untuk mencintai gadis lain… banyak orang yang mengatakan bimo itu orang bodoh… tapi bimo memang gak tau sampai kapan hatinya akan terkubur di sana… kata2 bimo membuat airin ikut merasakan apa yang terjadi…

Kembali ke jonah… jonah yakin sekali kalo airin akan selalu memilih levi… jonah merasa bodoh kalo ia mengira akan memiliki airin 100%… tapi jonah berterima kasih atas semua perlakuan airin terhadapnya… airin yang telah memberi kesempatan bagi jonah untuk merawatnya… airin yang sempat berpikir untuk menikah dengan jonah… jonah melangkah pergi…

Dari kejauhan terdengar suara airin memanggil nama jonah… airin berlari ke arah jonah… jonah seakan gak percaya melihat airin yang ada dihadapannya … airin menjelaskan kalo ia udah berusaha mencari jonah kemana2… jonah meminta maap untuk itu… jonah telah berpikir kalo airin akan bersama levi… airin menegaskan keputusannya untuk tetap menikah dengan jonah… jonah tersenyum mendengar ucapan airin… jonah lantas memeluk airin dengan erat…

(aku hanya terdiam melihat scene yang gak ada SaSTHa CuTe… aku hanya gak bisa berkata2 melihat semua kejadian di scene ini antara jonah… airin dan levi… semua terlihat sangat membingungkan…)

SaSTHa memulai show 12 kota… bandung menjadi kota pertama yang ditujunya… beberapa pencinta musik mulai berburu tiket show SaSTHaSaSTHa nampak begitu sedih melihat kurangnya antusias warga bandung terhadap shownya kali ini… thea selalu ada di samping SaSTHa untuk memberikan dorongan pada SaSTHa

Di surabaya… sasta sedikit terhibur saat melayani beberapa penggemar yang ingin mendapatkan tanda tangan darinya… SaSTHa dengan busana penuh bunga melayani fansnya dengan begitu ramah… SaSTHa sempat terkejut melihat ferdi menjadi salah seorang fansnya… kemudian SaSTHa memberikan senyuman manis pada ferdi… sekaligus menanda-tangani poster yang dibawa ferdi…

SaSTHa berusaha total menghibur fans… walau di mata SaSTHa tersirat kekecewaan atas kurangnya jumlah penonton yang ada… ferdi masih setia… ferdi terus mengambil gambar dengan menggunakan cam-dignya… semua pergerakan SaSTHa di atas panggung tak luput dari kamera ferdi…

Di kamar hotelnya… SaSTHa melepas pernak-pernik shownya sambil menangis… SaSTHa merasa kalo fansnya sudah banyak melupakan dirinya… SaSTHa merasa gagal dalam album dan shownya kali ini… thea datang untuk menghibur SaSTHa… thea meminta SaSTHa untuk tetap semangat untuk menggapai impiannya menjadi seorang diva… tidak boleh ada air mata… SaSTHa tersenyum dan berterima kasih pada thea…

Seseorang mengetuk pintu kamar SaSTHa… setelah dibuka… ternyata ada seorang kurir mengantarkan kiriman untuk SaSTHa… berupa kotak dalam jumlah yang banyak… SaSTHa dan thea begitu heran melihat semuanya… setelah dibuka… ternyata isi di kotak itu hampir sama… yaitu beraneka macam kue donat… di saat lain… SaSTHa lagi2 SaSTHa mendapat kiriman beberapa boneka…

Thea SaSTHa menungkapkan kebingungannya pada ulah ferdi… SaSTHa takut ferdi akan bersikap berlebihan terhadapnya… thea berjanji akan menambah sekuriti demi keamanan SaSTHa… untuk mengetahui kalo saja ada fans SaSTHa atau penonton show yang mencurigakan… thea menyayangkan karena ferdi menggunakan kurir berbeda pada setiap kirimannya…

Di rumah… airin dan kathrine membahas soal persiapan pernikahan… airin males kalo harus keluar masuk beberapa bridal untuk memilih gaun pengantin yang cocok… airin hanya ingin sebuah gaun yang simple.. kat langsung menyarankan airin untuk mengunjungi 2 bridal yang udah disurveynya… airin merasa kat lebih bersemangat untuk mempersiapkan pernikahannya… airin lalu menggoda kat dengan membahas soal danny… jelas ini membuat kat jadi malu2… akhirnya airin memutuskan untuk ikut kat ke bridal pilihan kat…

Baru aja membuka pintu… jonah sudah ada di teras rumah… kat menyangka kalo ini suatu kebetulan… kat meminta jonah untuk mengantar dirinya dan airin menuju bridal guna memilih busana pengantin airin nanti… dengan sekidit bercanda… jonah menerangkan kalo calon pengantin pria gak seharusnya melihat busana yang akan dikenakan oleh calon wanita… airin dan kat sempet bingung dengan penjelasan jonah… kat bilang kalo di setiap bridal ada ruang tunggu untuk jonah selama mereka berdua memilih gaun… jonah mencubit pipi kat dan mengajak mereka berdua pergi… airin tertawa melihat tingkah jonah yang usil…

Airin dan kat mulai sibuk dengan beberapa gaun… mereka mencoba satu per satu… mereka berdua terlihat begitu menikmati momen yang ada… sesekali kat menggoda… lalu airin memilih bouquet bunga yang akan dipakai pada pernikahannya… jonah selalu menuruti permintaan airin… tanpa banyak alasan…

Giliran jonah yang merancang bentuk undangan pernikahan mereka… airin malah selalu menjawab ‘terserah’… setiap kali jonah menanyakan pendapat… jonah menyarankan sebuah kalimat
“setelah lelah mengembara… cinta kita berteduh akhirnya… di sebuah rumah singgah yang meniadakan gelisah… sampai hanya maut jualah yang membuat kita berpisah…”
Airin hanya terdiam memandangi jonah yang menyelesaikan ucapannya… airin mengagumi jonah… airin merasa kalo itu layaknya sebuah lirik lagu… jonah membenarkan kata airin… jonah memang telah membuat lagu khusus untuk airin… airin terharu… semua itu terlalu indah untuk dirinya yang tidak mencintai jonah… airin berpikir mengapa jonah tidak mempersembahkan rasa cinta itu pada seseorang yang benar2 mencintai jonah… seorang gadis yang memang diciptakan untuk jonah…

(scene yang ada SaSTHa-nya… aku seneng deh liat SaSTHa pake hiasan rambut bunga… keliatan cute n imut… pas SaSTHa bingung dapat kiriman dari ferdi juga lucu… pake garuk2 kepala… gaya ‘khas’ SaSTHa kalo lagi kebingungan… tapi sayang… SaSTHa menangis… kecewa karena jumlah penonton gak sesuai yang diharapkannya…)

Renatha menangis di dalam kamarnya… handphone rena berdering… andre rupanya menelpon rena… hati rena yang sedang bersedih… membuat rena enggan menerimanya… di ujung telpon andre dengan penuh harap… berharap rena akan menjawabnya… rena bahkan men-reject telpon itu…

Andre mulai menyadari segala kesalahannya… andre yang telah belaku kasar pada rena yang sangat memperhatikan dirinya… andre selalu bertindak tanpa pertimbangan hati… lantas andre heran… sebenernya apa yang dilihat rena dari dirinya… ayahnya hanya seorang penjudi… ibunya hanya seorang buruh cuci… sedang andre merasa kalo dirinya itu adalah seseorang yang selalu memanfaatkan kesempatan untuk kesuksesan pribadi… andre benar2 menyesal dengan semua yang terjadi…

Sebuah scene yang menggambarkan kemesraan aldo dan tara… saat aldo akan pergi kerja… tara merapikan dasinya… tara yang begitu perhatian pada aldo… aldo meminta ciuman tara di pipinya… tara hanya tersenyum… semua itu hanya mimpi aldo… aldo terbangun… aldo merasa kalo tara masih hidup… aldo menduga kalo mayat yang diketemukan adalah bukan tara yang sebenarnya… aldo masih belum tau dimana tara berada…

Pagi hari menjelang… tara terkejut karena ia terlambat bangun… ia belum menyiapkan sarapan untuk risdo… tara mencari risdo ke tiap sudut rumah… tara terkejut ketika melihat pisang dan ubi goreng dan teh hangat yang disiapkan risdo… risdo memang orang yang sangat baik… tara lantas berpikir apa risdo selalu berbuat seperti itu padanya di masa lampau…

Di suatu tempat… risdo berniat membeli sebuah meja rias untuk tara… karena risdo tak ingin jika tara menyentuh barang2 peninggalan istrinya… risdo memesan meja rias yang sama persis dengan yang pernah dipesan untuk istrinya terdahulu… penjual mebel itu lantas menggoda risdo yang selalu membelikan meja rias setiap mempunyai istri baru… lantas sang penjual menanyakan apa risdo telah menerangkan pada tara kondisi sesungguhnya… risdo benar2 bingung dengan pertanyaan tersebut…

Tara masuk ke kamr risdo… tara melihat2 sekeliling kamar… berusaha mengingat apa dirinya ada kenangan dengan kamar tersebut… lantas tara memeriksa beberapa barang di sana… tara terkejut ketika menemukan surat nikah dari dalam lemari risdo… tara melihat poto orang lain dalam buku tersebut… tara sadar kalo dirinya bukanlah istri risdo… tara merasa telah dibohongi risdo selama ini…

(scene tanpa SaSTHa dan para pemeran utama… aku menganggapnya sebagai cerita pelengkap di CiNCiN…)

Tara mengecek kebenaran pada risdo… risdo hanya tertunduk mendengar segala tuduhan tara kepadanya… tara menunjukan surat nikah yang ditemukannya… risdo merasa menyesal… sambil memanggil tara dengan sebutan noni… nama istrinya yang sedah meninggal… dan tara jelas menolaknya… tara lantas bermaksud untuk meninggalkan rumah…

Risdo mengejar dan merayu tara untuk mengurungkan niatnya… risdo menegaskan kalo dirinya gak mengetahui siapa tara sebenarnya… lantas risdo menceritakan kejadian saat dirinya menemukan tara yang sedang tak sadarkan diri… risdo merawat tara sampai sesehat sekarang… sesungguhnya tara begitu terharu mendengar semua cerita risdo… tapi keinginan untuk mengetahui dirinya sebenernya membuat tara tetap pergi…

Risdo lagi2 berusaha menahan tara… risdo tetap memohon agar tara gak meninggalkan keluarga risdo… tara benar2 sudah gak tahan menghadapi risdo… walaupun nino datang untuk membantu risdo memohon tara… tara mengakui kalo dirinya menyayangi nino… tapi niatnya untuk pergi sudah bulat… tara membayangkan kalo ada suami dan anak tara yang lebih membutuhkan kehadirannya… tara menganggap risdo jahat karena telah memanfaatkan dirinya yang hilang ingatan… kepergian tara diiringi teriakan nino…

(scene yang hanya menceritakan 3 tokoh pelengkap… tara… risdo dan nino… tanpa ada sedikitpun cerita soal SaSTHaSaSTHa… aku merindukanmu…)

Tara masih menyayangkan dirinya yang sama sekali gak bisa mengingat masa lalunya… tara kembali memikirkan risdo dan nino… sesungguhnya berat bagi tara untuk meninggalkan nino…

Levi keluar dari kamarnya… menemukan aldo yang masih duduk di ruang tengah… levi menanyakan kenapa aldo belum tidur… aldo bilang kalo aldo sedang memikirkan tara… aldo meminta maap pada levi karena terlalu memikirkan tara… levi mencoba mengerti aldo… aldo pun berharap levi gak mengikuti jejaknya… aldo yang telah ditinggalkan 2 orang wanita yang sangat dicintainya…

Aldo menanyakan hubungan levi-airin… aldo merasa menyesal kalo dulu sempat melarang hubungan mereka… seolah tak ingin membahas soal airin… levi menjelaskan kalo airin telah memilih jonah… levi merasa kalo nasib mereka berdua sama… aldo meminta levi untuk mencegah hubungan airin dan jonah… aldo merasa kalo airin sangat mencintai levi… levi hanya menjawab kalo pikiran tiap orang itu gak sama…

Setelah kepergian tara… nino menjadi orang yang sangat kehilangan… nino jatuh sakit… risdo merawat nino dan berharap tara akan kembali… risdo kemudian membukakan pintu untuk orang yang telah mengetuk pintu rumahnya… betapa terkejutnya risdo ketika melihat sosok tara di hadapannya… nino yang terbangun langsung berlari ke arah tara… nino memeluk tara yang basah karena kehujanan… tara meminta maap pada nino… tara berjanji untuk tidak meninggalkan nino lagi… risdo begitu terharu melihat semuanya…

(scene yang masih menceritakan soal tara… risdo n nino… SaSTHa-nya mannnnaa???)

Tara menghampiri risdo yang sedang duduk di teras… risdo gak bisa membayangkan keadaan nino jika tara meninggalkannya lagi… mendengar ucapan risdo… tara lantas menanyakan apa dirinya masih bisa tinggal di rumah risdo… tara merasa kalo dirinya hanya mempunyai kenangan bersama risdo dan tara di rumah itu… risdo terharu… seakan gak percaya… iapun mengizinkan tara untuk tetap tinggal… apalagi setelah tara mengatakan kalo dirinya gak keberatan dipanggil dengan nama noni oleh risdo…

Di rumah… renatha sedang menerima surat dari tukang pos… beberapa pucuk surat diterimanya… saat memeriksa surat itu… rena terkejut setelah mendapatkan sebuah undangan pernikahan airin-jonah… rena sepertinya gak bisa menerima kalo airin akan menikah dengan jonah…

Levi keluar rumah… menemui rena… levi lantas menanyakan soal surat yang baru diterimanya… awalnya rena bermaksud menyembunyikan surat di balik badannya… tapi rena terlanjur mengatakan kalo ada sebuah undangan untuk levi… betapa terkejutnya levi setelah menerima surat dari renatha… levi sepertinya gak bisa menerima semua yang bakal terjadi…

Bersambung…

Komenku buat epi kali ini…

Banyak scene di epi kali ini yang hanya menceritakan tokoh2 pelengkap… jadi aku gak begitu antusias buat menontonnya… tapi ini mungkin hal yang baik… karena konflik2 yang jauh dari cerita inti bisa cepat terselesaikan… sehingga cerita akan lebih fokus ke konflik yang sesungguhnya…

Seperti yang tak bosan2nya kubilang di komen beberapa epi yang lalu… aku merasa yakin… andre bakal menyesal setelah kehilangan renatha… dan itu benar2 terjadi… andre baru menyadari kalo ada orang yang sangat memperhatikannya… setelah ia sangat sedikit mendapat perhatian di rumah… hidupnya yang keraslah membuat andre menjadi pribadi yang meng-halal-kan segala cara untuk meraih kesuksesan… tapi ini hal yang baik kalo andre bener2 sudah sadar… saatnya mengembalikan kepercayaan renatha dan levi yang terletak din pundaknya…

Soal airin… memang tak banyak orang yang bisa bertahan dengan suatu keputusan… walau sebenernya keputusan itu dinilai salah bagi semua orang… entah itu baik atau buruk… bukan menjadi permasalahan… inti permasalahan adalah kejujuran tiap orang untuk mengakui perasaan yang ada… tanpa harus memikirkan perasaan orang lain… keegoisan pada takaran yang pas terkadang menjadi suatu penyelesaian…

Jonah… aku sama sekali gak menyalahkan kamu yang tetap bahagia setelah airin tetap akan menikahimu… itu berarti kamu punya sesuatu yang akan dijadikan senjata untuk membahagiakan airin… setidaknya membuat airin gak merasa menyesal karena telah memilih kamu… mengenai senjata itu ampuh atau enggak… itu bukan masalah… karena ketulusan hatilah yang terpenting…

Levi… kamu mulai lagi dengan permainan pikiran kamu… kamu masih juga meragukan perasaan airin… yang kamu butuhkan di sini bukanlah sikap seperti itu… kamu harus belajar manjadi jonah… bukan berarti kamu harus menjadi orang lain… tapi… kamu harus belajar bersabar… saat cintamu tak langsung mendapatkan respon seperti yang kamu inginkan…

DiaN… where are you??? Don’t you know that i miss you…

SaSTHa… aku makin sayang padamu… kamu jangan sedih yah sayang… apa yang terjadi sama kamu sekarang… bukanlah hal yang terburuk terjadi… banyak kok artis2 lain yang mendapatkan respon yang lebih parah… jadi kamu jangan putus asa… aku dan ferdi selalu mengagumimu… hehehe…

Soal ferdi… entah kenapa aku makin tertarik dengan tokoh ini… soalnya aku merasa kalo kehidupan SaSTHa jadi lebih berwarna setelah kehadiran ferdi… walaupun SaSTHa selalu kesal dengan segala hadiah yang berlebihan dari ferdi… tapi aku yakin… SaSTHa pasti merasa kalo ada orang yang perhatian terhadapnya… ohya… pas SaSTHa senyum sama ferdi… kok aku yang ngerasa deg2an yah… hihihi…

Aku jadi berharap lebih banyak pada ferdi… bisa aja ferdi berubah menjadi penolong SaSTHa setelah mengetahui segala permasalahan SaSTHa… ferdi malah jadi jatuh cinta pada SaSTHa… tapi pastinya tak terbalas… karena hati SaSTHa hanya milik rosika… eh… jonah… hehehe… yang jelas ferdi telah ikut mengisi hari2 SaSTHa yang sangat membosankan setelah ia memilih untuk memperjuangkan karirnya… terima kasih ferdi… aku harap kamu bukan orang jahat… hehehe…

Segitu aja komenku…

Semoga review ini berguna…

Peace,
RosikA

ReVieW-NYa CiNCiN ePi 67

May 11th, 2006 by rosika

Ini review epi 67… Rabu, 10 Mei 2006…

Levi menjelaskan kalo dirinya ingin mengucapkan selamat pada airin… levi menyadari kalo jonah itu yang terbaik untuk airin… airin berterima kasih dan pergi meninggalkan levi…

Levi lagi2 mengejar airin… levi berusaha jujur pada airin… levi mengubah kata2nya… levi bilang kalo jonah bukanlah yang terbaik untuk airin… meminta airin untuk memberikan satu kesempatan untuknya… levi bersumpah untuk gak akan mengecewakan airin lagi…

Airin mencoba mengelak… tapi levi merasa kalo airin mengerti apa yang sedang ia katakan… levi berlutut di depan airin… mengakui segala kesalahan dan kebodohannya… levi menambahkan kalo dirinya gak akan bisa berhenti mencintai airin… levi meminta airin membatalkan pernikahan dengan jonah… dan menikah dengannya… levi terus memohon pada airin… mencoba melepas cincin pertunangan jonah dari jari manis airin… airin menahan cincin tersebut di jarinya… airin berlari meninggalkan levi setelah meminta map sebelumnya…

Airin berhenti… dalam hati… airin menyadari kalo levi akan sakit hati karena berpisah darinya… tapi levi akan lebih sakit hati jika terus bersama airin… airin sadar akan umurnya yang sangat singkat…

Tiba2 jonah datang… airin sempet terkejut dengan kehadiran jonah… jonah menggoda airin dengan memanggil airin dengan sebutan sayang… apalagi jonah bertingkah seolah2 mereka sudah menjadi suami-istri… airin terhibur dengan semuanya…

Di NER… rena mencoba mencari andre… bertanya pada seorang staff di sana… ternyata andre sedang keluar bersama danny… tiba2 dian datang… dian langsung menyapa renatha… rena menjelaskan kalo sedang mencari andre… kemudian dian bertanya kemana levi pergi… karena sejak meninggalkan kantor di pagi hari… levi belum juga kembali ke kantor… rena gak tau dimana levi… tapi rena mengatakan kalo keadaan levi sedang hancur… wajah dian begitu kuatir setelah mendengar ucapan rena…

Levi meneguk minuman beralkohol langsung dari botolnya… levi keliatan begitu tertekan… levi sempat meneriakan nama airin… akhirnya levi sadar kalo minuman itu sama sekali gak akan menyelesaikan masalah… levi terkejut ketika dian datang… dian prihatin dengan keadaan levi… dian duduk di samping levi…

Levi lantas menceritakan semuanya pada dian… kalo airin akan segera menikah dengan pria lain… levi bener2 gak bisa menerima kenyataan yang ada… levi bilang kalo hatinya telah patah… dan gak tau apakah bisa menyambung kembali hatinya… dian hanya ‘diam membisu’… apalagi tiba2 levi meminta untuk bersandar di bahu dian… dian sama sekali gak bisa menolak… dalam hati… dian bilang… levi boleh bersandar selama dirinya mau…

(no SaSTHa… no comment…)

Airin dan kat membantu SaSTHa mengemasi barangnya… airin bertanya pada SaSTHa… apa SaSTHa dapat menghadiri pernikahannya setelah menjalani tour… SaSTHa tersenyum… SaSTHa berjanji akan pulang tour sebelum acara pernikahan airin… kat merasa ragu… apa dirinya bener2 gak harus ikut… SaSTHa kembali tersenyum… dengan sangat manis… SaSTHa menjelaskan kalo airin lah yang lebih membutuhkan kathrine pada saat sekarang… lagian SaSTHa udah ada thea yang akan menjagainya selama tour…

Sementara di rumah… rena begitu kuatir menunggu kepulangan levi… rena menunggu di teras depan rumah… tak lama kemudian levi datang… dituntun dian dalam keadaan mabuk… dian menjelaskan levi jadi begitu karena airin akan menikah dengan orang lain… sikap levi hampir tidak terkendali ketika mendengar nama airin… dian sampe kuwalahan dibuatnya… rena membantu dian untuk membawa levi ke kamar…

Di tempat lain… nampak ‘remang senja’ sedang mengagumi poster SaSTHa… berkali2 ia membelai2 poster tersebut… seperti ia sedang merencanakan hal yang jahat…

Beralih ke rumah kathrine… airin nampak sedang tertidur pulas… SaSTHa masuk ke kamar airin untuk mengganti air minum airin… perhatian SaSTHa tertuju pada sebuah kotak yang berada di meja tempat meletakan air minum airin… kotak itu berisikan cincin pertunangan jonah… SaSTHa berkeinginan untuk mencoba cincin tersebut… SaSTHa meneteskan air mata ketika menyematkan cincin itu di jari manisnya… dalam hati… SaSTHa sadar kalo cincin itu bukan untuknya… SaSTHa gak sanggup melihat jonah dan airin menyiapkan pernikahannya… walau dirinya telah rela melepaskan jonah… hanya airin yang pantas bersanding dengan jonah…

Di rumah risdo… tara melihat risdo yang menyiapkan bunga ketika hendak pergi bekerja… tara mengintainya… tara ingin tau… untuk apa risdo membawa bunga2 tersebut… sampailah risdo di makam sumiati… istrinya yang telah tiada… di makam itu… risdo bilang kalo dirinya masih ragu untuk memberitahu yang sebenarnya terjadi pada tara… risdo gak ingin membuat nino bersedih… risdo lantas menyiram makam istrinya dan pergi… setelah risdo pergi… tara mendatangi makam sumiati… tara bertanya2 akan dirinya… setelah tau kalo istri risdo sebenernya udah tiada…

(SaSTHa nyobain cincin pertunangan airin dari jonah… wahhh… jadi SaSTHa itu lebih gede dari jadi airin yah… ooops ngelantur…)

Levi sadar dari tidurnya… levi bertanya pada rena… siapa orang yang telah membantunya untuk pulang… setelah mengetahui dian lah orangnya… ekspresi levi nampak kebingungan… rena menambahkan kalo dian telah memberitahukan rencana pernikahan airin… levi nampak begitu marah sewaktu mendengar nama airin… levi menganggap airin itu hanya masa lalu…

Rena protes pada levi… levi harus ingat tentang pesan yang pernah disampaikannya pada rena… levi masih ada kesempatan karena airin baru berencana akan menikah… levi putus asa untuk memperjuangkan cintanya pada airin… levi yakin kalo airin gak akan mengubah keputusannya…

Tara kembali ke rumah risdo… nino yang telah lama mencarinya langsung datang pada tara… nino kuatir kalo tara akan meninggalkannya… nino memeluk tara… dalam hati… tara merasa kalo sudah menyayangi nino seperti anaknya sendiri… tapi tara masih bertanya2 siapa dirinya…

Renatha selesai membersihkan tempat tidur levi… sewaktu rena sedang membereskan meja levi… rena menemukan CV andre… dari situ rena menyadari kalo hari itu adalah hari ulang tahun andre… rena berencana memberikan kejutan untuk andre…

SaSTHa membukakan pintu untuk seseorang… betapa terkejutnya SaSTHa ketika melihat banyak boneka di teras rumahnya… SaSTHa mendapatkan pesan yang berbunyi…
“Tak sabar menunggu penampilan kamu di 12 kota.
Aku akan selalu ada di sana.
Meski kamu tidak menyadari keberadaanku.”

‘Remang senja’ rupanya mengamati SaSTHa dari kejauhan… kemudian ia pergi setelah melihat SaSTHa menerima pemberiannya…

Airin bertemu dengan rena di suatu tempat… airin nampak gembira setelah lama tak melihat renatha… airin menanyakan keadaan rena… rena menjelaskan kalo levi lah yang gak sedang dalam keadaan baik… rena menceritakan kalo levi mabuk berat semalem… rena memohon pada airin untuk kembali pada levi… airin menolak… airin gak bisa merubah keputusannya… rena bertanya kenapa airin masih membohongi perasaan diri sendiri… airin mengatakan kalo semua itu adalah hal terbaik untuk semua… untuk dirinya dan levi… kemudian airin pergi…

Setelah jauh dari rena… airin terlihat begitu menyesal karena telah mengatakan semua… airin ingin sekali memberitahu kalo dirinya sedang sakit… airin gak mau kalo levi akan semakin sulit melupakan dirinya…

(wuih… SaSTHa dapet boneka lagi… seperti biasa… SaSTHa keliatan sangat manis sewaktu kebingungan…)

‘Remang senja’ mendatangi kantor nada record untuk mengambil jadwal show SaSTHa… tanpa sengaja… ia bertabrakan dengan SaSTHa yang melintas bersama kathrine… SaSTHa buru2 meminta maap… sedang ia hanya memberikan senyum dan lantas pergi… SaSTHa rada nyolot dengan sikap ‘remang senja’ yang gak meminta maap balik… dengan bercanda kat menduga kalo orang tersebut grogi karena bertemu artis seperti SaSTHaSaSTHa tertawa geli… apalagi kat memanggil2 SaSTHa dengan sebutan artis…

‘Remang senja’ mulai membuka identitasnya… namanya adalah ferdi… ferdi memesan tiket konser beserta akomodasi di seluruh kota yang jadi tujuan SaSTHa… ferdi menyebutkan makassar dan surabaya…

Rena selesai melukis… rena keliatan cukup puas dengan hasilnya… menuliskan namanya di sudut kanan bagian bawah lukisannya… rena berharap kalo andre akan senang menerima hadiahnya itu…

Sementara di rumah andre… ayah andre masih terus menyiksa ibunya… meminta uang dengan kasar… ibu andre menjelaskan kalo semua uang dari andre telah habis untuk membayar semua hutang keluarga mereka… andre yang baru datang langsung melindungi ibunya… mencegah ayahnya berbuat kasar pada sang ibu… ayah andre makin marah melihat tingkah andre… andre tetap gak mau memberikan uang pada ayahnya… karena tau kalo uang itu hanya akan digunakan untuk berjudi… andre dianggap tidak menghormati orang tua yang telah membersarkannya…

Mendengar itu andre lantas bertanya… apa ayah andre masih mengingat hari apakah sekarang… ayah andre lantas bingung… berkali2 berusaha mengingat sambil menyebutkan nama2 hari… renatha rupanya baru aja datang… dan masuk ke rumah andre karena pintu terbuka… jadi rena menyaksikan segalanya… ayah andre menjawab kalo sekarang adalah hari jum’at… andre marah pada ayahnya sambil mengatakan kalo sekarang adalah hari ulang tahunnya… andre lantas mengambil uang dari kantongnya… dan memberikan uang tersebut pada ayahnya…

Rena rupanya gak tahan dengan apa yang disaksikannya… rena memanggil andre… betapa terkejutnya andre akan kehadiran rena… andre lantas pergi dari rumah tanpa berkata2… rena berlari mengejarnya… rena berhasil menarik tangan andre… tapi apa yang didapatkan… andre malah balik memarahi renatha… andre menganggap rena udah terlalu jauh mencampuri urusan keluarganya… andre bener2 gak memberikan kesempatan untuk bicara…

Sampai akhirnya rena bisa bicara… rena bilang kalo dirinya hanya ingin memberikan hadiah yang dibawanya… sebelum pergi… rena sempat mengucapkan selamat ulang tahun pada andre… andre begitu terkejut… andre berusaha mengejar rena… tapi ia kehilangan jejak… andre semakin merasa bersalah ketika membuka hadiah renatha… sebuah lukisan andre band dalam bentuk karikatur… andre menangis terharu… andre begitu menyesal telah berlaku kasar terhadap rena…

(lucu deh liat wajah SaSTHa saat mendengar kat memangilnya dengan sebutan artis… hiii… malu2 tapi suka kan??? Sama dunk kayak aku… hehehe…)

Hari keberangkatan SaSTHa tiba… airin dan kat mengantarkannya sampai ke pintu depan rumah… SaSTHa membawa 2 buah koper… airin mengingatkan SaSTHa untuk selalu menelponnya tiap malam… SaSTHa mengangguk… kat juga ingin SaSTHa mewakilkannya untuk berterima kasih pada thea yang bersedia menemani SaSTHa… kat merasa kalo sebenernya itu adalah tugasnya… giliran SaSTHa berpesan… SaSTHa berpesan agar kat menjaga airin baik2… untuk airin… airin gak boleh lupa makan dan harus rajin minum obat… SaSTHa juga meminta airin bersungguh2 mempersiapkan pernikahan dengan jonah… SaSTHa berpamitan… mengangkat 2 kopernya sendirian…

Saat SaSTHa akan melangkah menjauh… airin memanggil SaSTHaSaSTHa berbalik… mata SaSTHa mulai berkaca2… airin merasa kalo SaSTHa udah banyak berkorban untuknya… SaSTHa menggelengkan kepala… SaSTHa sadar kalo pernikahan airin dengan jonah itu harus terjadi karena jonah sangat mencintai airin… SaSTHa gak ingin egois… SaSTHa gak mau membohongi perasaan orang lain… SaSTHa melakukan semua sebagai ungkapan rasa sayangnya pada airin… airin langsung memeluk SaSTHaSaSTHa masih berusaha menyembunyikan perasaannya… SaSTHa akhirnya pergi…

Airin sedang asyik melukis di halaman rumah… jonah datang dengan diam2… jonah bermaksud untuk memberikan kejutan pada airin… menutup mata airin dari belakang… tapi airin langsung bisa menebak kalo itu jonah… jonah duduk di samping dan langsung tersenyum pada airin… jonah lantas bertanya apa SaSTHa udah pergi…setelah tau SaSTHa pergi… jonah lantas mengajak airin ke suatu tempat… jonah gak menjawab ketika airin menanyakan tempat yang ingin dituju…

Sampailah jonah dan airin di sebuah pemakaman… rupanya jonah ingin meminta restu dari tara untuk pernikahannya dengan airin… jonah yakin kalo tara akan bahagia menerima airin sebagai menantunya… jonah gak bisa menyembunyikan kesedihannya pada saat mengatakan itu semua… kemudian jonah menyiram makam tara…

Di tempat yang tak jauh dari sana… nampak levi yang juga berziarah makam ibundanya… levi sangat sedih karena gak bisa memperkenalkan airin sebagai pendampingnya… levi menangis karena airin lebih memilih jonah… levi menganggap kalo semua itu merupakan nasib keluarga mereka… selalu kehilangan orang2 yang dicintai…

Jonah dan airin akan pergi dari makam… di saat yang sama… levi juga demikian… mereka bertemu… jonah dan airin sangat terkejut… airin lantas melepaskan tangannya dari jonah… setelah sebelumnya mereka bergandengan… sedang levi gak tau harus berkata apa…

(aku salut deh… SaSTHa masih bisa menyembunyikan kesedihannya dari airin… tapi tidak dariku… aku bisa melihat jauh ke dalam matanya yang penuh kekecewaan… hehehe…)

Jonah memberikan waktu pada airin dan levi untuk bicara… sebenernya levi ingin menghindar… tapi jonah mencegahnya… jonah sadar betul kalo banyak yang ingin airin ungkapkan pada levi… apapun keputusan airin… jonah akan tetap mencintai airin… kemudian jonah meninggalkan airin dan levi berdua…

Levi mendekati airin setelah melihat jonah pergi… mereka duduk di sebuah bangku… berdampingan… mereka terlihat begitu tegang… sehingga berkali2 mereka berbicara dalam waktu yang bersamaan… seperti biasa… mereka saling memberikan kesempatan untuk bicara… akhirnya levi bicara… levi merasa kalo keadaan mereka berdua sekarang seperti orang yang baru kenal… padahal mereka berdua dulu hampir bertunangan…

Airin menjelaskan kalo dirinya bukanlah airin yang dulu… dan airinpun merasa kalo levi juga bukanlah levi yang dulu… airin begitu terkejut setelah levi menyadari wajah airin yang keliatan pucat… levi menduga kalo airin sedang sakit atau jonah gak bisa membahagiakan airin… airin hanya menjawab levi dalam hati… airin bilang kalo semua yang dikatakan levi itu benar… hanya levi yang bisa membuat hari2nya berarti… tapi airin gak mungkin mengungkapkan semua pada levi… airin bilang pada levi… kalo dirinya baik2 aja… dan jonah udah berbuat banyak untuk membahagiakannya…

Levi merasa kalo dirinya selalu berbuat kesalahan… gak seharusnya ia bertanya seperti itu pada airin… levi juga berpikir kalo dirinya selalu membuat hatinya merasa sakit sendiri… levi masih berharap airin akan kembali padanya… tapi setidaknya levi berharap kalo ada salah satu diantara mereka yang bahagia… levi bangun dari tempat duduknya… dan pergi meninggalkan airin… ucapan levi benar2 mengena perasaan airin… airin memejamkan matanya… merenungkan apa yang didengarnya… kemudian airin pun berdiri…

Bersambung…

Komenku buat epi 67…

Akhirnya hati andre tergetar… andre baru menyadari kalo ada orang yang sangat memperhatikannya… setelah merasa bitu tertekan di rumah… mungkin ucapan ulang tahun dari rena adalah yang pertama diterimanya… andre merasa bersalah karena telah menyia2kan perhatian renatha yang begitu besar… itu bagus andre… aku jadi simpati sama kamu… tapi awas kalo kamu kasar lagi sama renatha… kamu bakal menyesal seperti bos kamu… hehehe…

Epi ini jadi awal terbukanya karakter yang misterius yang selalu menamakan dirinya ‘remang senja’… ferdi… orang yang punya pikiran yang serupa denganku… orang yang berusaha mendapatkan SaSTHa… aku sadar benar kalo ferdi punya niat jahat dibalik segala usahanya… tapi… aku berpikir… apa mungkin ferdi merasa kasihan dengan SaSTHa… saat mengetahui semua permasalahan yang sedang dihadapi SaSTHa… tentang kesedihannya terhadap penyakit airin… tentang kekecewaannya pada jonah… tentang kesalahpahaman thea… apa ferdi mungkin bakal jadi penolong SaSTHa di saat SaSTHa benar2 rapuh… ato SaSTHa akan menyadarkan ferdi yang ‘mungkin’ punya masalah… sehingga membuat dirinya seperti sekarang… sekali lagi… aku hanya bisa berharap…

Scene makam… terlihat sedikit memaksa… tapi aku bener2 menikmatinya… di sana… semakin memperlihatkan kebesaran hati jonah… yang selalu menyiapkan waktu untuk airin agar dapat bahagia dengan atau tanpa dirinya… ini hal yang terindah… dan lagi2 dilakukan oleh jonah… bukan levi… gak tau harus menggambarkan ketulusan cintamu pada airin…

Levi… masih saja memperjuangkan cintanya secara plin plan… kadang levi penuh semangat… kadang tiba2 rapuhnya bukan main… sifat levi yang seperti ini bener2 membuat orang di sekelilingnya menjadi bingung sekaligus terganggu… kalo boleh jujur… aku ngerasa levi gak pantas untuk mendampingi airin… karena airin juga punya sifat yang serupa dengan levi…

Airin… aku salut sama niat baikmu… airin yang selalu berusaha konsisten dengan apa yang dipilihnya… aku sangat menghargai itu… tapi seandainya kamu bisa lebih memikirkan diri sendiri… kamu pasti bisa lebih bahagia daripada sekarang… selama ini aku ngerasa airin selalu menomor-duakan dirinya… emang sifat seperti ini baik… tapi kalo terlalu berlebihan akan sangat merugikan diri sendiri… juga orang lain… dan setiap kebohongan akan menambah kepedihan seseorang seiring berjalannya waktu…

SaSTHa masih berusaha menerima yang terjadi… SaSTHa memang sangat berat melepas jonah… cinta pertamanya… tapi SaSTHa masih bisa mengubur perasaan itu dalam2… karena sangat menyayangi airin… jujur aja… tiap kali aku merinding setiap kali SaSTHa bilang kalo ia ikhlas memberikan jonah… ia sangat menyayangi airin… waduh… SaSTHa keliatan tulus banget… menyayangi airin… walau itu sulit… tapi SaSTHa masih tetap mencoba… aku sedih banget di saat SaSTHa mencoba menyadarkan dirinya saat mengenakan cincin pertuangan airin dari jonah… SaSTHa bisa menyembunyikan perasaannya pada semua orang… tapi tidak dariku…

Ada kata2 SaSTHa yang sebenarnya diucapkannya untuk airin… saat SaSTHa bilang kalo ‘gak mau membohongi perasaan orang lain’… sebenernya itu sangat mengena untuk airin… tapi airin sepertinya gak sadar akan maksud ucapan SaSTHa itu… airin yang telah membohongi perasaannya terhadap levi… membohongi diri untuk menikah dengan jonah… wahhh… SaSTHa benar2 tau caranya mengungkapkan sebuah pernyataan tanpa menyinggung perasaan orang lain sekarang… tapi sayang… airin kok gak ngerti yah???

Tumben aku gak ada komen soal DiaN… aku hanya merasa apa yang DiaN lakukan sekarang sudah benar… sudah pada tempatnya… jadi terus belajar dari kata2 papamu… ‘cinta tak harus memiliki’… itu memang hal yang paling bertentangan dengan hati nurani… tapi seberapa pahitnya kenyataan… tetap saja lebih indah daripada sebuah kebohongan…

Untuk SaSTHa-ku tercinta… dan semua perempuan yang telah disakiti lelaki… aku ingin menyanyikan sebuah lagu… sebagai tanda mengertinya diriku akan perasaan kalian semua… terutama persaan SaSTHa… semoga laki2 yang telah menyakiti kalian jadi sadar akan betapa ruginya kehilangan sebuah perhatian dari orang yang benar2 mencintai kita dengan tulus…

“karena wanita ingin dimengerti… lewat tutur lembut dan laku agung…
karena wanita ingin di mengerti… manjakan dia dengan kasih sayang…”

by ada band…

sori kalo komen ini gak sesuai dengan anda… juga lagunya yang gak nyambung… aku hanya merasa ikut sedih akan penderitaan perempuan… di CiNCiN… dan mungkin di kehidupan nyata… hehehe…

semoga review ini berguna…

peace,
RosikA